Rencana Perjalanan: Cara Membuat Itinerary Liburan Mudah dan Teratur

Merencanakan liburan seharusnya menjadi bagian yang menyenangkan. Namun, proses membuat rencana perjalanan justru sering membuat bingung.

Kamu harus mencari destinasi, menentukan tempat yang ingin dikunjungi, mengatur urutan perjalanan, memperkirakan waktu tempuh, mencari tempat makan, sampai menghitung budget. Kalau semuanya dilakukan secara manual, persiapannya bisa memakan waktu cukup lama.

Padahal, rencana perjalanan penting untuk membantu liburan berjalan lebih teratur.

Dengan rencana yang jelas, kamu bisa mengetahui aktivitas setiap hari, mengurangi waktu yang terbuang di perjalanan, mengatur budget, dan memastikan destinasi yang ingin dikunjungi tidak terlewat.

Kabar baiknya, sekarang kamu tidak perlu membuat semuanya dari nol. Ada aplikasi yang bisa membantu menyusun rencana perjalanan secara otomatis dan lebih praktis.

Salah satunya adalah Itinerary Builder Travelspromo.

Melalui tool ini, kamu dapat menyusun itinerary berdasarkan tanggal perjalanan, jumlah traveler, titik keberangkatan, destinasi, waktu, rute, hingga estimasi budget.

Apa Itu Rencana Perjalanan?

Rencana perjalanan adalah susunan jadwal dan aktivitas yang dibuat sebagai panduan sebelum atau selama melakukan perjalanan.

Rencana ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari liburan keluarga, perjalanan bersama teman, solo traveling, road trip, hingga perjalanan bisnis.

Dalam praktiknya, rencana perjalanan biasanya memuat:

  • tanggal keberangkatan dan kepulangan;
  • jumlah traveler;
  • titik keberangkatan;
  • destinasi wisata;
  • urutan destinasi;
  • jam keberangkatan;
  • perkiraan waktu tiba;
  • durasi kunjungan;
  • rute perjalanan;
  • tempat menginap;
  • estimasi biaya;
  • catatan perjalanan.

Rencana perjalanan juga sering disebut sebagai itinerary.

Keduanya pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu memberikan gambaran mengenai perjalanan yang akan dilakukan.

Misalnya, ketika kamu berencana liburan ke Bali selama 4 hari, kamu dapat membuat rencana seperti:

Hari 1: tiba di Bali, check-in hotel, mengunjungi destinasi di sekitar hotel.

Hari 2: mengunjungi beberapa tempat wisata yang berada dalam satu kawasan.

Hari 3: melanjutkan perjalanan ke kawasan lain.

Hari 4: sarapan, check-out, membeli oleh-oleh, lalu menuju bandara.

Rencana tersebut kemudian bisa dibuat lebih detail dengan menambahkan jam, rute, durasi kunjungan, dan budget.

Mengapa Rencana Perjalanan Penting Sebelum Liburan?

Ada anggapan bahwa membuat itinerary akan membuat liburan terasa kaku.

Padahal, rencana perjalanan tidak harus membuat kamu mengikuti jadwal secara ketat. Justru, itinerary dapat menjadi panduan agar kamu tahu gambaran besar perjalanan tanpa harus menentukan semuanya secara spontan.

Berikut beberapa manfaat membuat rencana perjalanan.

1. Menghemat waktu selama liburan

Bayangkan kamu sudah tiba di sebuah kota wisata, tetapi belum tahu ingin pergi ke mana.

Akhirnya, kamu membuka Google, mencari rekomendasi tempat wisata, membaca review, melihat lokasi, lalu berdiskusi dengan teman.

Tanpa terasa, satu atau dua jam bisa berlalu.

Dengan rencana perjalanan, kamu sudah memiliki daftar destinasi yang dapat dikunjungi.

Waktu liburan pun bisa digunakan untuk menikmati perjalanan, bukan hanya untuk menentukan tujuan berikutnya.

2. Membantu mengatur urutan destinasi

Urutan destinasi sangat berpengaruh terhadap efisiensi perjalanan.

Misalnya ada lima tempat wisata yang ingin kamu kunjungi. Jika semuanya berada di arah yang berbeda, perjalanan bisa menjadi lebih lama dan biaya transportasi bisa bertambah.

Karena itu, destinasi sebaiknya dikelompokkan berdasarkan lokasi.

Tempat yang berdekatan dapat dimasukkan dalam jadwal yang sama. Dengan cara ini, kamu dapat mengurangi perjalanan bolak-balik.

3. Membantu memperkirakan budget

Salah satu manfaat terbesar membuat rencana perjalanan adalah kamu dapat memperkirakan biaya sebelum berangkat.

Beberapa pengeluaran yang bisa diperhitungkan antara lain:

  • tiket masuk tempat wisata;
  • transportasi;
  • bahan bakar;
  • sewa kendaraan;
  • parkir;
  • penginapan;
  • makan dan minum;
  • tiket perjalanan;
  • biaya aktivitas;
  • pengeluaran tambahan.

Dengan mengetahui perkiraan biaya sejak awal, kamu dapat menentukan apakah rencana tersebut sesuai dengan budget yang tersedia.

4. Memudahkan perjalanan bersama

Perjalanan bersama keluarga atau teman biasanya membutuhkan koordinasi lebih banyak.

Ada yang ingin pergi ke tempat wisata, ada yang ingin kulineran, sementara yang lain mungkin ingin beristirahat.

Dengan rencana perjalanan, semua orang bisa melihat gambaran aktivitas yang sudah disusun.

Kalau ada perubahan, itinerary juga bisa disesuaikan.

5. Mengurangi risiko destinasi terlewat

Ketika ingin mengunjungi banyak tempat, ada kemungkinan beberapa destinasi terlupakan.

Dengan memasukkannya ke dalam itinerary, kamu bisa melihat semua tujuan dalam satu rencana.

Apa Saja yang Perlu Dimasukkan ke Dalam Rencana Perjalanan?

Tidak ada format itinerary yang wajib digunakan.

Kamu bisa membuat rencana sederhana jika perjalanan hanya berlangsung satu hari. Namun, untuk perjalanan beberapa hari, informasi yang lebih lengkap akan sangat membantu.

Berikut beberapa komponen yang sebaiknya ada.

Tanggal dan durasi perjalanan

Tentukan kapan perjalanan dimulai dan berapa lama kamu akan berada di destinasi.

Contohnya:

Jakarta – Yogyakarta
3 hari 2 malam

Dengan informasi ini, aktivitas dapat dibagi berdasarkan Hari 1, Hari 2, dan Hari 3.

Jumlah traveler

Catat jumlah orang yang ikut perjalanan.

Hal ini penting ketika menghitung budget, terutama jika beberapa biaya dihitung berdasarkan jumlah orang.

Titik keberangkatan

Tentukan dari mana perjalanan dimulai.

Misalnya:

  • rumah;
  • hotel;
  • stasiun;
  • terminal;
  • bandara;
  • lokasi wisata.

Destinasi

Buat daftar tempat yang ingin dikunjungi.

Setelah itu, tentukan destinasi mana yang akan dikunjungi pada hari tertentu.

Waktu kunjungan

Masukkan perkiraan jam untuk setiap aktivitas.

Contohnya:

  • 07.00 sarapan;
  • 08.00 berangkat;
  • 09.00 tiba di destinasi;
  • 11.00 menuju destinasi berikutnya;
  • 12.00 makan siang.

Tidak harus selalu tepat per menit. Yang penting, jadwal tersebut realistis.

Rute perjalanan

Rute membantu kamu mengetahui urutan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Bagian ini penting terutama untuk road trip atau perjalanan dengan banyak destinasi.

Budget

Masukkan estimasi biaya agar kamu dapat mengetahui kebutuhan dana selama perjalanan.

Catatan

Tambahkan informasi penting yang mungkin diperlukan.

Misalnya:

  • jam check-in;
  • jam operasional;
  • nomor reservasi;
  • lokasi parkir;
  • barang yang harus dibawa;
  • informasi tiket.

Cara Membuat Rencana Perjalanan dengan Mudah

Ada banyak cara membuat itinerary.

Kamu bisa menggunakan buku catatan, aplikasi notes, spreadsheet, atau dokumen.

Namun, jika destinasi yang direncanakan cukup banyak, cara manual dapat menjadi kurang praktis.

Kamu harus mencari informasi dari berbagai sumber, mencatat destinasi, menghitung jarak, menentukan urutan rute, lalu membuat jadwal sendiri.

Sebagai alternatif, kamu dapat menggunakan Itinerary Builder Travelspromo.

Itinerary Builder membantu menggabungkan berbagai kebutuhan tersebut dalam satu rencana perjalanan.

Berikut langkah-langkahnya.

1. Buka Itinerary Builder

Mulai dengan membuka Itinerary Builder Travelspromo.

Buka Itinerary Builder Travelspromo

Kamu dapat mulai menyusun rencana perjalanan sesuai kebutuhan.

2. Tentukan tanggal perjalanan

Masukkan tanggal mulai perjalanan dan sesuaikan dengan durasi liburan.

Tanggal ini menjadi dasar untuk membagi aktivitas ke dalam setiap hari perjalanan.

3. Masukkan jumlah traveler

Tentukan berapa orang yang ikut.

Informasi ini membantu ketika kamu ingin menghitung estimasi biaya perjalanan.

4. Tentukan titik keberangkatan

Masukkan lokasi awal perjalanan.

Setelah itu, kamu bisa mulai menambahkan destinasi.

5. Tambahkan destinasi wisata

Pilih tempat yang ingin kamu kunjungi dan masukkan ke itinerary.

Jika belum memiliki daftar destinasi, kamu bisa mencari inspirasi dari fitur yang tersedia di Itinerary Builder.

Travelspromo menyediakan fitur Destinasi Terdekat untuk membantu menemukan tempat lain di sekitar destinasi yang sudah dipilih.

Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mencari destinasi yang searah.

6. Atur urutan rute

Setelah semua destinasi ditambahkan, susun urutannya.

Fitur Sort Rute dapat membantu mengatur perjalanan agar lebih efisien.

Kamu juga dapat melihat rute melalui peta interaktif, termasuk informasi jarak dan waktu tempuh.

Ini sangat berguna ketika kamu ingin membuat itinerary road trip.

7. Tentukan waktu dan durasi

Masukkan perkiraan waktu kunjungan untuk setiap destinasi.

Dengan begitu, itinerary tidak hanya menjadi daftar tempat wisata, tetapi juga menjadi jadwal perjalanan yang lebih jelas.

8. Masukkan budget perjalanan

Travelspromo memungkinkan kamu memasukkan budget berdasarkan per orang maupun all in.

Dengan fitur tersebut, kamu dapat mencatat berbagai pengeluaran dalam itinerary.

Hasilnya, kamu bisa memiliki gambaran budget perjalanan tanpa perlu menghitungnya di aplikasi terpisah.

9. Tambahkan catatan

Gunakan fitur catatan untuk menyimpan informasi tambahan.

Misalnya, kamu dapat menulis:

Jangan lupa membawa jaket karena destinasi berikutnya berada di daerah pegunungan.

Catatan sederhana seperti ini bisa sangat membantu ketika itinerary digunakan selama perjalanan.

Contoh Rencana Perjalanan Liburan

Supaya lebih mudah memahami bentuknya, berikut contoh sederhana rencana perjalanan.

Misalnya kamu ingin melakukan perjalanan Yogyakarta 3 hari 2 malam.

Hari 1

Pagi

  • Berangkat dari titik awal.
  • Menuju Yogyakarta.
  • Check-in atau menitipkan barang.

Siang

  • Makan siang.
  • Mengunjungi destinasi pertama.

Sore

  • Mengunjungi destinasi berikutnya yang berada di sekitar lokasi.

Malam

  • Makan malam.
  • Kembali ke penginapan.

Hari 2

Pagi

  • Sarapan.
  • Menuju beberapa destinasi wisata.

Siang

  • Makan siang.
  • Melanjutkan perjalanan.

Sore

  • Menikmati destinasi berikutnya.

Malam

  • Makan malam.
  • Kembali ke penginapan.

Hari 3

Pagi

  • Sarapan.
  • Check-out.

Siang

  • Mengunjungi destinasi terakhir.
  • Makan siang.

Sore

  • Membeli oleh-oleh.
  • Menuju titik kepulangan.

Contoh di atas masih bersifat umum.

Dengan Itinerary Builder, rencana tersebut bisa dibuat lebih detail berdasarkan destinasi yang dipilih, waktu kunjungan, rute, jarak, dan estimasi budget.

Contoh Itinerary yang Sudah Dibuat dengan Travelspromo

Kalau kamu masih bingung seperti apa hasil akhir itinerary, kamu bisa melihat contoh itinerary yang sudah tersedia di Travelspromo.

Salah satu contohnya adalah itinerary Yogyakarta 3 Hari 2 Malam Motoran.

Itinerary tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan dapat disusun menjadi beberapa hari dengan daftar destinasi, waktu, rute, dan estimasi biaya.

Lihat contoh itinerary Yogyakarta 3 Hari 2 Malam

Contoh tersebut bisa dijadikan inspirasi.

Kamu tidak harus mengikuti rute yang sama. Buat itinerary berdasarkan destinasi, waktu, gaya liburan, dan budget kamu sendiri.

Tips Membuat Rencana Perjalanan yang Realistis

Rencana perjalanan yang bagus bukan rencana yang memiliki destinasi paling banyak.

Yang lebih penting adalah apakah jadwal tersebut bisa dilakukan dengan nyaman.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jangan memasukkan terlalu banyak destinasi

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba mengunjungi sebanyak mungkin tempat dalam satu hari.

Misalnya ada 10 tempat wisata yang ingin dikunjungi. Semuanya dimasukkan ke jadwal hari pertama.

Hasilnya, perjalanan menjadi sangat padat.

Lebih baik memilih beberapa destinasi utama dan memberikan waktu yang cukup untuk menikmati setiap tempat.

Kelompokkan destinasi berdasarkan lokasi

Jika tiga destinasi berada di wilayah yang berdekatan, masukkan ketiganya ke dalam satu hari.

Dengan begitu, waktu perjalanan bisa lebih efisien.

Perhitungkan waktu tempuh

Jangan hanya menghitung durasi berada di tempat wisata.

Perjalanan dari satu destinasi ke destinasi lainnya juga membutuhkan waktu.

Masukkan waktu tempuh ke dalam itinerary agar jadwal lebih realistis.

Sisakan waktu cadangan

Kondisi di perjalanan tidak selalu bisa diprediksi.

Bisa saja terjadi:

  • kemacetan;
  • hujan;
  • antrean;
  • keterlambatan;
  • kesulitan mencari parkir;
  • destinasi yang ternyata lebih ramai dari perkiraan.

Karena itu, jangan membuat jadwal terlalu rapat.

Sesuaikan dengan gaya liburan

Setiap orang memiliki gaya perjalanan berbeda.

Kalau kamu lebih suka santai, buat itinerary yang tidak terlalu padat.

Kalau tujuan utama adalah eksplorasi, kamu bisa memasukkan lebih banyak destinasi dengan perencanaan waktu yang lebih detail.

Rencana Perjalanan untuk Berbagai Jenis Liburan

Itinerary tidak hanya diperlukan untuk perjalanan panjang.

Kamu bisa menggunakannya untuk berbagai jenis perjalanan.

Rencana perjalanan keluarga

Saat bepergian dengan anak-anak atau orang tua, jadwal perlu dibuat lebih fleksibel.

Rencana perjalanan membantu menentukan destinasi yang sesuai sekaligus menyediakan waktu istirahat.

Rencana perjalanan bersama teman

Perjalanan bersama teman biasanya memiliki banyak pilihan aktivitas.

Itinerary dapat membantu menyatukan semua rencana dalam satu jadwal.

Rencana perjalanan solo

Solo traveler juga bisa mendapatkan manfaat dari itinerary. Dengan rencana yang sudah dibuat, kamu memiliki gambaran mengenai destinasi dan rute tanpa harus menentukan semuanya secara spontan.

Rencana perjalanan road trip

Road trip merupakan salah satu jenis perjalanan yang sangat membutuhkan perencanaan rute.

Kamu perlu mengetahui titik awal, destinasi yang dilewati, jarak, waktu tempuh, hingga titik akhir. Itinerary Builder dapat membantu menyusun informasi tersebut dalam satu rencana.

Rencana perjalanan singkat

Bahkan untuk perjalanan satu hari, itinerary tetap bisa digunakan. Misalnya kamu ingin melakukan city tour dan mengunjungi lima tempat dalam sehari. Dengan rencana sederhana, kamu bisa menentukan urutan tempat yang paling efisien.

Rencana Perjalanan Manual atau Menggunakan Aplikasi?

Keduanya bisa digunakan. Jika hanya memiliki sedikit destinasi, mencatat rencana di notes mungkin sudah cukup.

Namun, ketika perjalanan mulai kompleks, aplikasi itinerary memiliki beberapa keuntungan.

KebutuhanManualItinerary Builder
Mencatat destinasiBisaBisa
Menyusun jadwalManualTerintegrasi
Mengatur ruteManualAda fitur Sort Rute
Melihat petaPerlu aplikasi lainTersedia
Menghitung budgetManualBisa dimasukkan ke itinerary
Menambahkan catatanTerpisahTerintegrasi
Membagikan itineraryPerlu membuat dokumenBisa dipublikasikan
Download itineraryPerlu membuat sendiriPDF dan gambar tersedia

Semakin kompleks perjalananmu, semakin terasa manfaat menggunakan tool khusus itinerary.

Bagaimana Cara Menyimpan Rencana Perjalanan di Travelspromo?

Setelah itinerary selesai dibuat, kamu mungkin ingin menyimpannya agar bisa digunakan kembali. Atau mungkin butuh beberapa penyesuaian.

Travelspromo menyediakan sistem kuota itinerary untuk menyimpan dan mengelola itinerary.

Jika kamu belum memiliki kuota, kamu dapat memilih paket itinerary yang tersedia pada proses penyimpanan.

Artinya, kamu bisa menyusun itinerary terlebih dahulu. Setelah rencana sudah sesuai, kamu dapat melanjutkan pembelian kuota untuk menyimpan itinerary tersebut.

Ini membuat prosesnya lebih fleksibel karena kamu tidak perlu membeli sebelum mengetahui seperti apa rencana perjalanan yang akan dibuat.

Apa yang Didapat Setelah Membeli Kuota Itinerary?

Kuota itinerary dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola itinerary yang sudah kamu buat.

Setelah tersimpan, itinerary dapat dikelola melalui akun Travelspromo.

Kamu juga dapat menggunakan itinerary sebagai panduan perjalanan dan membagikannya kepada traveler lain.

Travelspromo menyediakan opsi untuk mempublikasikan itinerary serta mengunduhnya dalam format PDF dan gambar.

Untuk panduan penggunaan lengkap, kamu bisa melihat: Panduan Itinerary Builder Travelspromo

Berapa Harga Kuota Itinerary Travelspromo?

Travelspromo menyediakan beberapa pilihan untuk pengguna yang ingin menyimpan itinerary.

Harga dapat berbeda tergantung jenis produk dan promo yang sedang berlangsung.

Pada halaman produk Travelspromo, tersedia pilihan Premium Itinerary dan Perpanjang Itinerary.

Kamu bisa melihat harga dan pilihan terbaru langsung di halaman resmi sebelum melakukan pembelian.

Lihat pilihan kuota itinerary Travelspromo

Dengan demikian, kamu tidak perlu membuat format itinerary sendiri, mengatur peta secara manual, atau menghitung seluruh kebutuhan perjalanan di beberapa aplikasi berbeda.

Apakah Itinerary Harus Selalu Diikuti?

Tidak. Itinerary sebaiknya digunakan sebagai panduan, bukan aturan yang tidak boleh berubah.

Kondisi perjalanan bisa berubah kapan saja.

Misalnya kamu menemukan tempat menarik ketika sedang menuju destinasi lain. Kamu juga mungkin ingin menghabiskan waktu lebih lama di suatu tempat karena suasananya menyenangkan.

Hal seperti itu wajar.

Justru, itinerary yang baik memberikan struktur sekaligus tetap memberikan ruang untuk spontanitas.

Kamu bisa mengubah rencana jika kondisi di lapangan berbeda.

FAQ Seputar Rencana Perjalanan

Apa yang dimaksud dengan rencana perjalanan?

Rencana perjalanan adalah susunan jadwal, destinasi, aktivitas, rute, waktu, dan informasi lain yang digunakan sebagai panduan selama melakukan perjalanan.

Apa perbedaan rencana perjalanan dan itinerary?

Pada dasarnya, keduanya memiliki arti yang hampir sama. Itinerary merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut jadwal atau susunan perjalanan.

Bagaimana cara membuat rencana perjalanan?

Kamu dapat membuatnya secara manual menggunakan notes atau spreadsheet. Alternatif yang lebih praktis adalah menggunakan aplikasi itinerary seperti Itinerary Builder Travelspromo.

Apa saja yang harus ada dalam rencana perjalanan?

Setidaknya, masukkan tanggal perjalanan, destinasi, urutan rute, waktu, dan titik keberangkatan. Kamu juga dapat menambahkan budget, penginapan, dan catatan penting.

Apakah membuat itinerary bisa membantu menghemat biaya?

Bisa. Dengan membuat itinerary, kamu dapat memperkirakan kebutuhan transportasi, tiket, penginapan, dan pengeluaran lainnya sebelum berangkat sehingga lebih mudah menyesuaikan perjalanan dengan budget.

Apakah ada aplikasi untuk membuat rencana perjalanan?

Ada. Salah satunya adalah Itinerary Builder Travelspromo yang membantu menyusun destinasi, rute, waktu, dan budget dalam satu itinerary.

Apakah itinerary Travelspromo bisa dibagikan?

Bisa. Itinerary yang sudah dibuat dapat dipublikasikan dan dibagikan kepada teman atau keluarga. Tersedia juga opsi untuk mengunduh itinerary dalam bentuk PDF maupun gambar.

Apakah harus membeli kuota untuk membuat itinerary?

Kamu dapat mulai menyusun itinerary terlebih dahulu. Kuota diperlukan untuk menyimpan itinerary sesuai sistem yang berlaku di Travelspromo.

Buat Rencana Perjalanan Sebelum Berangkat

Liburan yang terencana bukan berarti liburan yang kaku.

Justru, dengan memiliki rencana perjalanan, kamu bisa mengetahui gambaran perjalanan sejak awal, mulai dari destinasi yang ingin dikunjungi, urutan rute, waktu yang tersedia, hingga estimasi budget.

Tidak perlu membuat semuanya secara manual.

Itinerary Builder Travelspromo membantu kamu menyusun rencana perjalanan dalam satu tempat. Kamu bisa memasukkan tanggal, jumlah traveler, titik keberangkatan, destinasi, waktu, rute, budget, dan catatan.

Setelah itinerary selesai, kamu juga bisa menyimpannya, mengelolanya, membagikannya, atau mengunduhnya untuk digunakan saat perjalanan.

Jadi, daripada menghabiskan waktu membuat tabel dan menghitung rute sendiri, lebih baik mulai susun itinerary dari sekarang.

Sudah punya destinasi liburan?

Buat rencana perjalanannya di Travelspromo.

Mulai Membuat Itinerary Sekarang

Buat dulu sesuai kebutuhan perjalananmu. Jika sudah siap disimpan, kamu bisa memilih dan membeli kuota itinerary yang tersedia.

Dengan begitu, persiapan liburan menjadi lebih sederhana dan kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *