Aplikasi Itinerary Travel Agent: Cara Membuat Paket Wisata Lebih Cepat dan Profesional

Menyusun itinerary merupakan salah satu pekerjaan penting bagi travel agent dan biro perjalanan. Sebelum pelanggan membeli paket wisata, mereka biasanya ingin mengetahui perjalanan yang akan dilakukan secara detail.

Destinasi apa saja yang dikunjungi? Berapa lama perjalanan? Berangkat jam berapa? Hotelnya di mana? Bagaimana rutenya? Berapa estimasi biaya yang harus disiapkan?

Semua pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui itinerary yang jelas.

Masalahnya, membuat itinerary untuk pelanggan tidak selalu sederhana. Travel agent harus mencari destinasi, menyusun urutan perjalanan, menghitung waktu tempuh, menentukan durasi kunjungan, memperkirakan biaya transportasi, sampai membuat dokumen yang mudah dipahami pelanggan.

Kalau semua dilakukan secara manual, waktu yang dibutuhkan bisa cukup banyak, terutama ketika travel agent harus membuat itinerary untuk banyak calon pelanggan dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Karena itu, aplikasi itinerary travel agent dapat menjadi salah satu tools yang membantu mempercepat proses tersebut.

Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah Itinerary Builder Travelspromo. Tool ini memungkinkan travel agent menyusun perjalanan berdasarkan tanggal, jumlah traveler, titik keberangkatan, destinasi, rute, waktu, budget, dan catatan dalam satu itinerary. Travelspromo juga menyediakan fitur untuk menyimpan, menerbitkan, membagikan, serta mengunduh itinerary dalam format PDF dan gambar.

Coba Itinerary Builder Travelspromo

Mengapa Travel Agent Membutuhkan Aplikasi Itinerary?

itinerary yang sudah disusun dan diterbitkan

Bagi pelanggan, itinerary mungkin terlihat seperti dokumen sederhana. Namun bagi travel agent, itinerary merupakan bagian dari proses penjualan dan pelayanan.

Sebelum pelanggan memutuskan membeli paket wisata, itinerary dapat membantu mereka memahami apa yang akan didapatkan.

Misalnya sebuah travel agent menjual paket wisata Bali 5 hari 4 malam.

Pelanggan tentu ingin mengetahui:

  • destinasi apa saja yang dikunjungi;
  • aktivitas apa yang tersedia;
  • berapa lama berada di setiap lokasi;
  • bagaimana urutan perjalanannya;
  • kapan waktu makan;
  • kapan check-in dan check-out;
  • bagaimana transportasinya;
  • dan berapa biaya perjalanan.

Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin mudah pelanggan memahami produk travel yang ditawarkan.

Di sisi travel agent, itinerary juga membantu tim operasional memiliki acuan yang sama.

Karena itu, itinerary bukan sekadar jadwal perjalanan. Itinerary dapat menjadi bagian dari produk dan materi penawaran travel agent.

Tantangan Travel Agent Saat Membuat Itinerary Secara Manual

Sebelum menggunakan aplikasi itinerary, banyak travel agent membuat rencana perjalanan menggunakan kombinasi WhatsApp, Google Maps, spreadsheet, Word, atau aplikasi catatan.

Cara ini memang bisa dilakukan.

Namun, ketika jumlah pelanggan dan paket perjalanan semakin banyak, proses manual dapat menimbulkan beberapa masalah.

1. Membutuhkan waktu cukup lama

Bayangkan seorang customer meminta paket private trip selama 5 hari.

Travel agent harus:

  1. mencari destinasi;
  2. menentukan destinasi yang cocok;
  3. mengecek lokasi;
  4. menentukan urutan perjalanan;
  5. memperkirakan waktu tempuh;
  6. menentukan waktu kunjungan;
  7. menghitung biaya;
  8. membuat dokumen itinerary;
  9. mengirimkannya kepada customer.

Kalau pelanggan meminta perubahan, prosesnya harus dilakukan lagi. Untuk satu customer mungkin masih bisa ditangani. Tetapi jika ada banyak permintaan itinerary setiap hari, pekerjaan tersebut bisa menyita waktu tim.

2. Perubahan itinerary membuat pekerjaan berulang

Pelanggan travel agent tidak selalu langsung menyetujui itinerary pertama. Mereka mungkin meminta:

“Bisa tambah satu destinasi?”

“Kalau hotelnya diganti bagaimana?”

“Bisa dibuat lebih santai?”

“Destinasi ini diganti dengan tempat lain?”

“Kalau waktunya dipercepat apakah masih memungkinkan?”

Setiap perubahan dapat membuat travel agent harus menyesuaikan kembali rute, waktu, dan budget.

3. Rute harus diperhitungkan

Menentukan destinasi saja belum cukup. Travel agent juga harus memikirkan urutan destinasi. Contohnya, pelanggan ingin mengunjungi lima tempat wisata di Bali.

Jika destinasi disusun tanpa memperhatikan lokasi, kendaraan mungkin harus bolak-balik melewati jalur yang sama.

Akibatnya:

  • waktu perjalanan bertambah;
  • penggunaan bahan bakar meningkat;
  • jadwal menjadi lebih padat;
  • pelanggan lebih cepat lelah.

Karena itu, rute menjadi bagian penting dalam penyusunan itinerary.

4. Perhitungan budget bisa menjadi rumit

Travel agent juga harus memastikan harga paket tetap masuk akal.

Komponen biaya dapat meliputi:

  • tiket destinasi;
  • transportasi;
  • bahan bakar;
  • sewa kendaraan;
  • parkir;
  • aktivitas wisata;
  • dan kebutuhan perjalanan lainnya.

Jika perubahan destinasi memengaruhi biaya, perhitungan harus disesuaikan kembali.

5. Dokumen harus mudah dipahami customer

Itinerary bukan hanya untuk kebutuhan internal travel agent. Dokumen tersebut juga sering diberikan kepada pelanggan. Karena itu, informasi harus tersusun rapi dan mudah dibaca.

Customer seharusnya dapat melihat gambaran perjalanan tanpa harus bertanya mengenai setiap detail kepada travel agent.

Apa Itu Aplikasi Itinerary Travel Agent?

Aplikasi itinerary travel agent adalah software atau tool yang digunakan untuk membantu travel agent menyusun, mengatur, menghitung, menyimpan, dan membagikan rencana perjalanan kepada pelanggan.

Fungsi utamanya adalah membuat proses penyusunan itinerary menjadi lebih praktis dibandingkan membuat semuanya secara manual.

Tergantung aplikasinya, fitur yang tersedia dapat mencakup:

  • itinerary harian;
  • database destinasi;
  • penyusunan rute;
  • peta perjalanan;
  • estimasi jarak dan waktu;
  • kalkulasi budget;
  • catatan perjalanan;
  • penyimpanan itinerary;
  • publikasi itinerary;
  • dan ekspor dokumen.

Dalam konteks travel agent, aplikasi itinerary dapat digunakan untuk membuat:

  • paket wisata;
  • private trip;
  • open trip;
  • corporate trip;
  • family trip;
  • honeymoon package;
  • study tour;
  • gathering;
  • hingga perjalanan custom sesuai permintaan customer.

Itinerary Builder Travelspromo untuk Travel Agent

Itinerary Builder Travelspromo merupakan tool untuk membuat itinerary perjalanan secara digital.

Pengguna dapat menentukan titik keberangkatan, menambahkan destinasi, menentukan titik akhir, melihat rute melalui peta, memperkirakan jarak dan waktu tempuh, mengatur budget, serta menambahkan catatan.

Bagi travel agent, fitur tersebut dapat membantu mengubah proses pembuatan itinerary dari pekerjaan manual menjadi workflow yang lebih terstruktur.

Yang menarik, itinerary tidak berhenti sebagai catatan pribadi. Travelspromo menyediakan fitur untuk membuat itinerary yang dapat disimpan, diterbitkan, dibagikan, serta diunduh dalam format PDF atau gambar.

Hal ini dapat membantu travel agent ketika membutuhkan itinerary untuk dikirim kepada customer.

Fitur Itinerary Builder yang Berguna untuk Travel Agent

Berikut beberapa fitur yang berpotensi membantu pekerjaan travel agent.

1. Menyusun itinerary berdasarkan hari

Travel agent dapat membuat perjalanan berdasarkan hari.

Misalnya:

Hari 1: Arrival dan city tour
Hari 2: Wisata alam
Hari 3: Kuliner dan shopping
Hari 4: Check-out dan departure

Format seperti ini membuat customer lebih mudah memahami paket perjalanan.

2. Menambahkan berbagai destinasi

Travel agent dapat memasukkan tempat-tempat yang ingin ditawarkan dalam paket.

Jika sedang mencari destinasi tambahan, tersedia fitur Destinasi Terdekat yang dapat membantu menemukan lokasi lain di sekitar destinasi yang sudah dipilih.

Fitur ini bisa berguna ketika travel agent ingin menyesuaikan itinerary tanpa harus melakukan pencarian lokasi dari awal.

3. Mengatur rute perjalanan

Salah satu bagian yang paling penting bagi travel agent adalah rute. Itinerary Builder menyediakan fitur Sort Rute dan peta interaktif untuk membantu melihat urutan perjalanan, jarak, serta estimasi waktu tempuh.

Dengan informasi tersebut, travel agent dapat mengevaluasi apakah itinerary yang dibuat realistis.

4. Mengatur waktu kunjungan

Setiap destinasi dapat dimasukkan bersama waktu dan durasi perjalanan. Hal ini membantu travel agent membuat itinerary yang lebih detail.

Customer tidak hanya mendapatkan daftar tempat wisata, tetapi juga gambaran kapan aktivitas tersebut dilakukan.

5. Menghitung budget

Travelspromo menyediakan pengaturan budget per orang maupun all in. Selain itu, informasi biaya seperti BBM dan sewa kendaraan juga dapat dimasukkan ke dalam itinerary.

Untuk travel agent, fitur ini dapat membantu membuat estimasi awal biaya perjalanan.

Tentunya, harga jual paket tetap perlu disesuaikan dengan komponen biaya internal travel agent, margin, kebijakan supplier, dan kebutuhan bisnis masing-masing.

6. Menambahkan catatan

Travel agent dapat menambahkan catatan pada itinerary.

Contohnya:

  • waktu check-in;
  • meeting point;
  • informasi kendaraan;
  • catatan customer;
  • informasi aktivitas;
  • atau hal lain yang perlu diperhatikan.

7. Download PDF dan gambar

Itinerary dapat diunduh dalam bentuk PDF atau gambar.

Ini dapat membantu ketika travel agent ingin mengirimkan rencana perjalanan melalui email, WhatsApp, atau media komunikasi lainnya.

8. Membagikan itinerary secara online

Itinerary juga dapat diterbitkan dan dibagikan kepada customer.

Dengan demikian, travel agent tidak selalu harus membuat dokumen baru dari awal hanya untuk memberikan gambaran perjalanan.

Cara Travel Agent Menggunakan Itinerary Builder

Workflow sederhananya bisa seperti berikut.

Langkah 1: Terima permintaan customer

Misalnya customer mengatakan:

“Saya ingin private trip ke Bali selama 4 hari untuk 6 orang.”

Travel agent kemudian mengumpulkan kebutuhan utama:

  • tanggal perjalanan;
  • jumlah peserta;
  • titik kedatangan;
  • destinasi yang diinginkan;
  • jenis transportasi;
  • budget;
  • dan kebutuhan khusus.

Langkah 2: Buat draft itinerary

Masukkan informasi perjalanan ke Itinerary Builder. Tentukan tanggal dan jumlah traveler.

Langkah 3: Masukkan titik keberangkatan

Tentukan lokasi awal perjalanan. Misalnya bandara, hotel, stasiun, atau lokasi tertentu.

Langkah 4: Tambahkan destinasi

Masukkan destinasi yang sesuai dengan permintaan customer. Travel agent juga dapat mencari destinasi tambahan untuk melengkapi paket.

Langkah 5: Susun rute

Atur urutan destinasi berdasarkan lokasi dan waktu. Gunakan peta serta informasi jarak dan waktu tempuh sebagai pertimbangan.

Langkah 6: Atur jadwal

Tentukan waktu perjalanan dan durasi kunjungan. Pastikan jadwal tidak terlalu padat.

Langkah 7: Masukkan budget

Masukkan estimasi biaya perjalanan sesuai kebutuhan. Travel agent kemudian dapat menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu dasar dalam menghitung harga paket.

Langkah 8: Tambahkan catatan

Masukkan informasi khusus yang diperlukan customer atau tim operasional.

Langkah 9: Simpan dan bagikan

Setelah itinerary selesai, travel agent dapat menyimpannya dan membagikannya kepada customer sesuai kebutuhan.

Dashboard akun itinerary

Contoh Penggunaan Itinerary Builder untuk Paket Private Trip

Misalnya sebuah travel agent memiliki produk: Private Trip Bali 4 Hari 3 Malam

Target:

4 orang

Contoh itinerary:

Hari 1: Arrival Bali

  • Penjemputan di bandara
  • Menuju hotel
  • Check-in
  • Makan siang
  • City tour
  • Makan malam
  • Kembali ke hotel

Hari 2: Bali Selatan

  • Sarapan
  • Destinasi wisata
  • Makan siang
  • Destinasi berikutnya
  • Sunset
  • Makan malam
  • Hotel

Hari 3: Eksplorasi Bali

  • Sarapan
  • Destinasi wisata
  • Makan siang
  • Aktivitas wisata
  • Kuliner
  • Kembali ke hotel

Hari 4: Shopping & Departure

  • Sarapan
  • Check-out
  • Oleh-oleh
  • Menuju bandara

Itinerary tersebut kemudian dapat dibuat lebih detail menggunakan waktu, rute, destinasi, estimasi jarak, dan budget.

Dengan begitu, customer mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai paket yang ditawarkan.

Itinerary Bisa Menjadi Alat Bantu Penjualan Travel Agent

Ini merupakan salah satu alasan penting mengapa travel agent perlu memperhatikan kualitas itinerary. Customer tidak hanya membeli transportasi dan hotel.

Mereka membeli pengalaman perjalanan yang sudah direncanakan.

Ketika itinerary terlihat jelas dan profesional, customer lebih mudah memahami nilai paket.

Misalnya dibandingkan hanya mengatakan:

“Paket Bali 4 hari 3 malam, harga RpX juta.”

Travel agent dapat memberikan gambaran:

Hari 1 arrival dan city tour, Hari 2 eksplorasi Bali Selatan, Hari 3 wisata dan aktivitas, Hari 4 shopping dan departure.

Customer menjadi lebih mudah membayangkan apa yang akan mereka dapatkan.

Itinerary dengan informasi yang jelas juga dapat membantu mengurangi pertanyaan berulang sebelum booking.

Gunakan Itinerary untuk Menjawab Pertanyaan Customer

Dalam proses penjualan paket wisata, customer biasanya memiliki banyak pertanyaan.

Contohnya:

“Hari pertama ke mana saja?”

“Apakah ada waktu bebas?”

“Berapa destinasi yang dikunjungi?”

“Jam berangkatnya berapa?”

“Apakah sudah termasuk transportasi?”

“Berapa lama perjalanan dari hotel ke destinasi?”

Sebagian pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui itinerary.

Travel agent tetap perlu memberikan informasi dan ketentuan paket secara lengkap, tetapi itinerary dapat menjadi dokumen pendukung yang mempermudah komunikasi dengan customer.

Itinerary untuk Open Trip dan Private Trip

Aplikasi itinerary tidak hanya berguna untuk private trip.

Untuk Open Trip

Travel agent dapat membuat itinerary standar untuk satu paket perjalanan.

Misalnya: Open Trip Bromo 2 Hari 1 Malam

Itinerary dapat berisi jadwal keberangkatan, destinasi, aktivitas, waktu, dan rute. Itinerary tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bagian dari materi informasi paket.

Untuk Private Trip

Private trip biasanya membutuhkan penyesuaian lebih banyak.

Customer bisa meminta:

  • destinasi tertentu;
  • hotel tertentu;
  • jadwal lebih santai;
  • aktivitas tambahan;
  • atau perubahan rute.

Itinerary builder dapat membantu travel agent membuat versi perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan customer.

Itinerary untuk Customer Corporate

Travel agent yang melayani perusahaan juga dapat menggunakan itinerary untuk perjalanan seperti:

  • company gathering;
  • corporate outing;
  • incentive trip;
  • meeting trip;
  • team building;
  • atau perjalanan dinas kelompok.

Untuk kebutuhan corporate, informasi perjalanan biasanya harus lebih terstruktur.

Itinerary dapat membantu menjelaskan:

  • waktu keberangkatan;
  • agenda;
  • lokasi kegiatan;
  • waktu makan;
  • transportasi;
  • aktivitas;
  • dan waktu kepulangan.

Dengan format yang rapi, dokumen perjalanan juga lebih mudah diteruskan kepada peserta.

Cara Membuat Itinerary Travel Agent yang Profesional

Menggunakan aplikasi saja belum cukup. Isi itinerary juga harus disusun dengan baik. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan travel agent.

Gunakan struktur yang konsisten

Jika travel agent memiliki banyak paket, gunakan format itinerary yang seragam. Misalnya selalu menggunakan struktur:

Hari → Jam → Destinasi → Aktivitas → Catatan

Format yang konsisten membuat customer lebih mudah membaca paket.

Jangan membuat jadwal terlalu padat

Travel agent mungkin ingin memasukkan banyak destinasi agar paket terlihat menarik. Namun, terlalu banyak destinasi bisa membuat perjalanan tidak nyaman. Lebih baik menawarkan itinerary yang realistis.

Perhatikan waktu tempuh

Jangan hanya menghitung waktu di destinasi. Waktu perjalanan antarlokasi juga harus diperhitungkan.

Pisahkan estimasi biaya dan harga jual

Estimasi budget dalam itinerary dapat menjadi dasar perhitungan. Namun, harga jual paket travel agent tetap perlu mempertimbangkan:

  • biaya supplier;
  • margin;
  • fee;
  • pajak jika berlaku;
  • biaya operasional;
  • biaya tak terduga;
  • dan komponen bisnis lainnya.

Berikan ruang untuk perubahan

Itinerary sebaiknya tidak dibuat terlalu kaku. Kondisi lalu lintas, cuaca, operasional destinasi, dan kebutuhan customer dapat berubah. Karena itu, jadwal perlu dibuat realistis dan fleksibel.

Aplikasi Itinerary untuk Travel Agent: Apa Keuntungannya?

Jika dibandingkan dengan proses manual, penggunaan tool itinerary dapat memberikan beberapa manfaat praktis.

Mengurangi pekerjaan berulang

Travel agent tidak harus membuat struktur itinerary dari awal setiap kali mendapatkan permintaan.

Mempercepat pembuatan draft

Destinasi, rute, waktu, dan budget dapat disusun dalam satu tool.

Memudahkan revisi

Ketika customer meminta perubahan, itinerary dapat disesuaikan kembali.

Membantu komunikasi dengan customer

Customer mendapatkan gambaran perjalanan yang lebih jelas.

Membantu tim internal

Tim sales, operasional, dan customer dapat memiliki acuan perjalanan yang sama.

Membuat penawaran lebih mudah dipresentasikan

Itinerary yang rapi dapat digunakan sebagai bagian dari proses menawarkan paket wisata.

Apakah Travel Agent Harus Menggunakan Software Mahal?

Tidak selalu. Kebutuhan setiap travel agent berbeda. Travel agent besar mungkin membutuhkan sistem yang sangat kompleks untuk CRM, booking, accounting, inventory, supplier management, dan operasional.

Namun, jika kebutuhan utamanya adalah membuat itinerary dengan lebih cepat dan terstruktur, kamu bisa mulai dari tool khusus itinerary.

Itinerary Builder Travelspromo dapat digunakan untuk menyusun rencana perjalanan dengan fitur destinasi, rute, peta, waktu, budget, dan catatan. Itinerary juga dapat disimpan, diterbitkan, dibagikan, dan diunduh.

Dengan demikian, travel agent dapat mencoba workflow itinerary terlebih dahulu tanpa harus langsung mengubah seluruh sistem operasional bisnis.

Apakah Travel Agent Bisa Mencoba Itinerary Builder?

Bisa. Travelspromo menyediakan akses untuk mulai membuat itinerary melalui Itinerary Builder.

Kamu dapat mencoba menyusun perjalanan terlebih dahulu untuk melihat apakah workflow-nya sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Mulai Coba Itinerary Builder Travelspromo

Setelah itinerary selesai dibuat dan kamu ingin menyimpannya, tersedia sistem kuota itinerary yang dapat digunakan untuk penyimpanan dan pengelolaan itinerary.

Jadi, travel agent dapat mencoba membuat draft terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli kuota.

Berapa Biaya Kuota Itinerary Travelspromo?

Travelspromo menyediakan pilihan kuota untuk pengguna yang ingin menyimpan itinerary.

Pada halaman produk Travelspromo tersedia pilihan Premium Itinerary dan Perpanjang Itinerary. Harga dan promo dapat berubah, sehingga travel agent sebaiknya melihat harga terbaru langsung di halaman resmi sebelum melakukan pembelian.

Lihat Paket Kuota Itinerary Travelspromo

Untuk travel agent yang rutin membuat itinerary, kuota dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari biaya operasional untuk mempercepat proses penyusunan perjalanan. Khusus untuk travel agent kami memberikan harga sangat bersahabat. Hanya Rp2.500/itinerary untuk 100 kuota itinerary.

Panduan Menggunakan Itinerary Builder untuk Travel Agent

Kalau baru pertama kali menggunakan Itinerary Builder, kamu tidak perlu langsung mempelajari semuanya sendiri.

Travelspromo menyediakan panduan penggunaan yang menjelaskan proses pembuatan itinerary, mulai dari menentukan titik keberangkatan, menambahkan destinasi, menyusun rute, mengatur budget, menambahkan catatan, hingga menyimpan dan membagikan itinerary.

Baca Panduan Itinerary Builder Travelspromo


Contoh Workflow Travel Agent dengan Itinerary Builder

Agar lebih mudah diterapkan, berikut contoh workflow sederhana yang dapat digunakan tim travel agent.

Customer masuk

Customer menghubungi melalui WhatsApp atau channel penjualan lainnya.

Kebutuhan dicatat

Sales menanyakan:

  • tanggal;
  • jumlah peserta;
  • destinasi;
  • durasi;
  • budget;
  • jenis perjalanan;
  • kebutuhan khusus.

Draft itinerary dibuat

Tim membuat itinerary menggunakan Itinerary Builder.

Rute disusun

Destinasi diurutkan berdasarkan lokasi dan waktu.

Budget dihitung

Estimasi kebutuhan perjalanan dimasukkan.

Itinerary dikirim ke customer

Customer melihat rencana perjalanan.

Revisi jika diperlukan

Destinasi, waktu, atau aktivitas disesuaikan.

Customer setuju

Travel agent melanjutkan proses booking dan pembayaran sesuai prosedur bisnis.

Dengan workflow seperti ini, itinerary tidak hanya menjadi dokumen akhir.

Itinerary dapat menjadi bagian dari proses sales sejak customer mulai bertanya sampai mereka mengambil keputusan membeli paket.

Kenapa Travel Agent Sebaiknya Mulai Menggunakan Itinerary Builder?

Jika jumlah permintaan itinerary masih sedikit, membuatnya secara manual mungkin tidak menjadi masalah.

Tetapi ketika bisnis mulai berkembang, pekerjaan administratif bisa ikut bertambah.

Semakin banyak customer berarti semakin banyak:

  • permintaan custom itinerary;
  • revisi;
  • rute;
  • perhitungan biaya;
  • dokumen;
  • dan komunikasi.

Di sinilah automation sederhana dapat memberikan dampak. Travel agent tidak perlu menghilangkan seluruh proses manual.

Cukup pindahkan bagian yang repetitif ke tool yang lebih terstruktur. Itinerary Builder Travelspromo dapat menjadi salah satu tools tersebut.

FAQ Aplikasi Itinerary untuk Travel Agent

Apa aplikasi itinerary yang cocok untuk travel agent?

Salah satu pilihan yang dapat dicoba adalah Itinerary Builder Travelspromo. Tool ini menyediakan fitur untuk menyusun destinasi, rute, waktu, budget, dan catatan dalam satu itinerary.

Apakah itinerary builder bisa digunakan untuk bisnis travel?

Bisa. Travel agent dapat menggunakannya untuk membuat itinerary private trip, open trip, family trip, corporate trip, maupun paket perjalanan custom.

Apakah itinerary bisa diberikan kepada customer?

Itinerary dapat diterbitkan dan dibagikan. Travelspromo juga menyediakan opsi download dalam format PDF dan gambar.

Apakah itinerary bisa digunakan untuk membuat paket tour?

Bisa. Travel agent dapat menggunakan itinerary sebagai bagian dari penyusunan dan presentasi paket tour kepada customer. Namun, harga jual paket tetap perlu dihitung berdasarkan biaya dan kebijakan bisnis travel agent.

Apakah bisa menghitung budget perjalanan?

Itinerary Builder menyediakan fitur budget per orang dan all in, serta dapat digunakan untuk memasukkan biaya perjalanan seperti BBM dan sewa kendaraan.

Apakah bisa membuat itinerary untuk banyak hari?

Bisa. Itinerary dapat disusun berdasarkan hari sehingga cocok untuk perjalanan beberapa hari.

Apakah travel agent harus membeli kuota sebelum mencoba?

Kamu dapat mulai membuat itinerary terlebih dahulu. Kuota diperlukan ketika ingin menyimpan dan mengelola itinerary sesuai sistem Travelspromo.

Buat Itinerary Lebih Cepat, Layani Customer Lebih Baik

Bagi travel agent, membuat itinerary bukan sekadar pekerjaan administratif.

Itinerary dapat menjadi bagian dari produk, materi penawaran, alat komunikasi dengan customer, sekaligus panduan bagi tim operasional.

Masalahnya, membuat itinerary secara manual membutuhkan waktu, terutama ketika customer meminta perjalanan yang berbeda-beda.

Aplikasi itinerary travel agent dapat membantu menyederhanakan proses tersebut.

Dengan Itinerary Builder Travelspromo, travel agent dapat menyusun destinasi, rute, waktu, budget, dan catatan dalam satu tempat. Itinerary yang dibuat juga dapat disimpan, diterbitkan, dibagikan, serta diunduh dalam bentuk PDF atau gambar.

Kalau kamu menjalankan travel agent dan sering menghabiskan waktu untuk membuat itinerary, tidak ada salahnya mencoba terlebih dahulu.

Sudah punya paket wisata yang ingin dibuat?

Coba buat itinerary pertamamu dengan Travelspromo.

Coba Itinerary Builder Travelspromo Sekarang

Buat draft itinerary, susun rute, masukkan budget, lalu lihat apakah workflow-nya dapat membantu pekerjaan travel agent kamu.

Jika sudah sesuai dan ingin menyimpan itinerary, kamu dapat melanjutkan dengan membeli kuota itinerary yang tersedia.

Dengan proses yang lebih terstruktur, tim travel agent bisa mengurangi pekerjaan repetitif dan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada hal yang lebih penting: melayani customer dan menjual perjalanan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *