Beranda Tiket Wisata

Taman Nasional Danau Sentarum Tiket & Ragam Aktivitas - Oktober 2020

Taman Nasional Danau Sentarum
Harga Tiket: Rp15.000 - Rp25.000 Jam Buka: 08.00 - 16.30 | Sabtu - Minggu Tutup No. Telepon: 0561751346 Alamat: Nanga Leboyan,Sentarum,Kapuas Hulu,Kalimantan Barat,Indonesia,78765.

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan destinasi wisata sebagai perlindungan keanekaragaman hayati Danau Sentarum. Danau unik musiman ini mengisi sekitar setengah dari total luas area taman nasional. Karena begitu luas, untuk menjelajahi keseluruhan areanya, wisatawan membutuhkan waktu lebih dari seminggu.

Danau di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini dipenuhi air selama sepuluh bulan setiap tahunnya. Pada dua bulan sisanya, 80% air danau menyusut membentuk panorama kontras. Uniknya, pada musim kemarau dan penghujan, wisatawan akan menemukan flora dan fauna yang berbeda.

Harga Tiket Masuk & Tarif Taman Nasional Danau Sentarum

Harga tiket
Tiket masuk kawasan
Tiket masuk SepadanRp. 15.000 – 25.000
Speedboat dan Longboat ke Sepandan (pulang-pergi) per speed.Rp 250.000 – 300.000

Baca: Tempat Wisata Menarik di Kapuas Hulu

Jam Buka

Waktu OperasionalJam Buka
Senin – JumatPk. 08.00 – 16.30
Sabtu, MingguTutup

Aktivitas Menarik di Taman Nasional Danau Sentarum

Panorama senja di perairan Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu Kalimantan Barat - gustamansyah
Panorama senja di sekitar danau – Foto : Instagram/gustamansyah

Taman Nasional Danau Sentarum meliputi area dengan luas mencapai ratusan ribu hektar. Dengan cakupan yang sangat luas, taman nasional tersebut menyimpan kekayaan alam dan daya tarik. Wisatawan pun mendapatkan banyak pilihan lokasi dan aktivitas wisata yang dapat dilakukan.

Menyaksikan Pesona Danau Unik

Panorama lanskap Danau Sentarum di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu Kalimantan Barat - uji astrono
Panorama lanskap Danau Sentarum – Foto : GoogleMaps/uji astrono

Taman Nasional Danau Sentarum terlihat layaknya kawah raksasa yang terhampar di jantung Kalimantan Barat. Wilayahnya seolah terkepung oleh deretan pegunungan di setiap sisi arah mata angin. Air danaunya bewarna hitam kemerah-merahan dengan kandungan tannin dari hutan gambut di sekitarnya.

Danau Sentarum merupakan danau unik dengan kondisi yang kontras berbeda pada sesuai musim. Flora dan fauna berbeda yang ditemukan wisatawan di tiap anomalinya pun menjadi keunikannya. Kondisi inilah yang menjadi daya tarik yang mengundang kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk menjelajahi keseluruhan area danau, wisatawan membutuhkan waktu lebih dari satu pekan lamanya. Ketika musim penghujan, danau akan digenangi air dengan kedalaman 6 hingga 14 meter. Sedangkan saat kemarau menjelang, sekitar 80%  wilayah Danau Sentarum mengering membentuk panorama kontras.

Anomali Keanekaragaman Flora di Taman Nasional Danau Sentarum

Taman Nasional Danau Sentarum tersusun atas ekosistem lahan basah serta hutan hujan tropis. Sebagian wilayah taman nasional lainnya terdiri dari kawasan hutan rawa air tawar.

Dari sekitar 510 spesies, 33 di antaranya merupakan spesies endemik kawasan taman nasional. Salah satunya yaitu pohon Tengkawang/Tembesu yang merupakan tumbuhan asli khas Danau Sentarum. Selain itu, ada juga jelutung, ramin, meranti, keruing, kayu ulin, serta bermacam anggrek.

Kawasan ini memiliki vegetasi unik dengan hutan yang terbenam selama 9-10 bulan dalam air. Wisatawan dapat melihat pohonnya utuh dari akar, batang hingga daun pada musim kemarau. Hal tersebut pun hanya berlangsung selama sekitar dua hingga tiga bulan saja.

Aneka Fauna Endemik Taman Nasional Danau Sentarum

Setidaknya terdapat 141 spesies mamalia dari limpahan kekayaan fauna di Taman Nasional ini. Sekitar 29% di antaranya merupakan jenis endemik daerah kawasan taman nasional. Untuk jenis ikan, sekitar 78% dari 266 jenis ikan merupakan spesies endemik Kalimantan.

Taman Nasional Danau Sentarum memiliki kekayaan keanekaragaman hayati termasuk beberapa spesies langka yang dilindungi. Antara lain orangutan, bekantan, buaya, labi-labi, burung enggang, serta bangau binti. Selain itu juga terdapat kera ekor panjang, elang bondol, arwana, dan ikan Ulang Uli.

Memancing Ikan

aktivitas memancing ikan di danau
Memancing ikan di Danau Sentarum – Foto : GoogleMaps/One’D Boyz

Danau Sentarum merupakan danau unik musiman yang mengering selama sekitar 2-3 bulan. Panorama kontras akan terbentuk saat 80% wilayah Danau Sentarum akan mengering. Saat airnya menyusut, maka danau akan membentuk kolam-kolam yang berisi ikan-ikan kecil.

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan danau dengan jenis ikan air tawar terlengkap di dunia. Pada musim kemarau, para nelayan dapat menangkap ikan di kubangan sisa air dengan mudah. Waktu tersebut menjadi saat di mana warga setempat akan memanen ikan-ikan di danau.

Danau Merebung merupakan habitat ikan arwana yang banyak diincar oleh para pecinta ikan langka. Tempat ini sekaligus menjadi lokasi tujuan wisatawan yang hobi memancing ikan. Sambil menunggu umpan pada kail mendapatikan sasaran, wisatawan dapat menikmati suasana tenang lokasi ini.

Melihat Savana di Danau Musiman

Kondisi Danau Sentarum menyerupai Rawa Pening di Ambarawa ketika musim kemarau tiba. Air danau di Kapuas Hulu ini bahkan dapat mengering dan berubah menjadi savana.

Pada puncak kemarau, Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah yang luas. Acapkali area danau ini seketika dijadikan sebagai lokasi untuk mengadakan liga olahraga.

Menyambangi Kawasan Konservasi Taman Nasional Danau Sentarum

Suasana taman nasional dari area perbukitan
Menikmati keindahan Taman Nasional Danau Sentarum dari ketinggian – Foto : GoogleMaps/joy saputra

Kawasan taman nasional dikelilingi oleh deretan pegunungan besar Kalimantan. Pegunungan Lanjak menjadi pagar sisi utara serta dataran tinggi Madi di sebelah selatan. Sedangkan pegunungan Muler di sebelah timur dan pegunungan Kalingkang mengurung di sisi barat.

Kawasan Taman Nasional ini mempunyai arti penting secara hidrologis. Area ini merupakan pengatur tata air alami bagi Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Danau lahan basah ini menjadi yang paling dilindungi di dunia karena keanekaragaman hayatinya.

Pada saat musim hujan, hutan sekitarnya tergenang dengan kedalaman air mencapai 6-8 meter. Sedangkan saat kemarau, air danau akan mengalir ke Kapuas sehingga debit sungai relatif stabil.

Wisata Budaya

pemukiman warga lokal danau sentarum
Salah satu wilayah pemukiman warga lokal Danau Sentarum – Foto : Instagram/bundany_

Di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terdapat dua kelompok masyarakat. Warga lokal hidup berdampingan dan menetap di sekitar danau dengan mata pencaharian sebagai nelayan.

Mayoritas penduduk terdiri atas masyarakat Melayu, sedangkan sebagian lainnya adalah masyarakat Dayak. Suku Dayak Iban, Kantuk, Embaloh, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan merupakan pemburu yang tangguh. Sejak lama masyarakat tinggal secara arif dengan aturan adat kuat sehingga membantu konservasi.

Wisatawan dapat menyaksikan langsung kegiatan para nelayan saat menjala, memukat, serta memasang jebakan ikan. Para nelayan Danau Sentarum juga memelihara ikan dalam keramba dan mengumpulkan ikan-ikan hias. Wisatawan juga bisa mendapatkan ikan asin dan ikan salai sekaligus melihat proses produksi rumahannya.

Treking di Bukit Tekenang

Titik awal pendakian bukit Tekenang dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum
Titik awal pendakian Bukit Tekenang – Foto : Instagram/sribimaputra_

Bukit Tekenang menjadi salah satu objek wisata yang dikembangkan oleh Taman Nasional Danau Sentarum. Dari ketinggiannya wisatawan dapat leluasa menyaksikan keindahan pesona lanskap Danau Sentarum.

Untuk menikmati keindahan dari ketinggian, wisatawan dapat menyusuri jalur treking dengan mendaki bukit. Pihak pengelola juga telah meyediakan areal cukup baik serta anak tangga sebagai jalur pendakian. Wisatawan dapat menemukan beragam atraksi wisatanya, shelter, camping ground, penginapan, dan rumah-rumah lanting. Rumah-rumah lanting yang dapat dijadikan tempat menginap diberi cat warna-warni sehingga indah dipandang.

Panen Madu

Masyarakat Dayak di sekitar kawasan Taman Nasional  juga melakukan budidaya lebah madu. Jenis lebah yang dibudidayakan warga termasuk dalam spesies Apis dorsata.

Panen madu lebah hutan menjadi salah satu atraksi yang menarik bagi wisatawan. Parade minum madu organik turut mengisi Karnaval Budaya dan Festival Minum Madu Danau Sentarum.

Susur Sungai Kapuas

Naik perahu menyusuri area danau
Naik perahu menyusuri area sungai dan Danau Sentarum – Foto : Instagram/cristhoreds

Aktivitas susur sungai merupakan salah satu cara untuk mengakses Danau Sentarum. Wisatawan dapat merasakan keseruan mencapai Taman Nasional Danau Sentarum dengan menyusuri Sungai Kapuas. Rute dimulai dari Sintang melalui Semitau menggunakan speedboad dengan waktu sekitar 4 jam.

Dari Pontianak, wisatawan dapat menuju Sintang terlebih dahulu dengan pesawat selama 40 menit. Sedangkan melalui jalur darat, wisatawan membutuhkan waktu tempuh selama 8 jam perjalanan.

Melihat Peninggalan Kerajaan Melayu

Selimbau merupakan sebuah kecamatan di kabupaten Kapuas Hulu yang berdiri di atas sungai. Wilayah ini merupakan salah satu gerbang masuk ke Taman Nasional Danau Sentarum, selain Semitau. Selain mealui Semitau, wisatawan juga dapat melanjutkan ke Selimbau dengan naik perahu jungkung.

Selimbau menyimpan sejarah kerajaan Melayu di Kalimantan Barat di masa lampau. Wisatawan dapat menemukan sebuah Masjid Jami berwarna kuning peninggalan kerajaan masih terawat dengan baik.

Bersantai di Pulau Sepadan

Pulau Sepandan
Pulau Sepandan menjadi lokasi pilihan untuk bersantai – Foto : Instagram/bundany_

Wisata Taman Nasional Danau Sentarum akan dipadati wisatawaan saat libur panjang maupun liburan sekolah. Pulau Sepadan menjadi salah satu lokasi dalam kawasan taman nasional yang banyak dikunjungi wisatawan. Lokasi yang mudah dijangkau dan biaya terjangkau menjadi faktor difavoritkannya pulau ini.

Keindahan Pulau Sepandan yang sangat alami cocok untuk berlibur bersama keluarga. Untuk mencapai pulau kecil ini, wisatawan dapat menggunakan speedboat atau longboat dari dermaga Lanjak. Dari dermaga ke lokasi pulau dibutuhkan sekitar 15 menit dengan sajian pemandangan danau Sentarum.

Wisatawan dapat mendaki bukit di Pulau Sepandan untuk menyaksikan panorama Danau Sentarum dari ketinggian. Terdapat sekitar lima titik pemberhentian yang menyajikan pemandangan Danau Sentarum dari sisi yang berbeda. Destinasi ini telah dilengkapi fasilitas wisata seperti penginapan, shelter serta spot-spot swafoto menarik.

Memeriahkan Festival Danau Sentarum

Festival Danau Sentarum merupakan gelaran tahunan yang dipusatkan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Rangkaian acara festival terdiri dari Danau Sentarum Cruise, parade perahu tradisional, serta Sentarum Ethnic Music Festival. Wisatawan dapat turut memeriahkan kontes Arwana Super Red, karnaval budaya dan festival minum madu.

Danau Setarum Cruise merupakan aktivitas menyusuri Danau Sentarum menggunakan kapal-kapal motor yaitu Kapal Bandong. Sedangkan Parade Perahu Tradisional menggunakan perahu hias khas masyarakat Dayak, yang disebut Parau Tambe. Ada juga Sentarum Ethnic Music Festival berisi pergelaran seni dan tradisi masyarakat Kapuas Hulu.

Wisatawan dapat mengikuti Festival Minum Madu yang diikuti ribuan orang menggunakan pakaian adat masing-masing. Tak kalah seru, Kontes Arwana Super Red digelar memperlombakan ikan khas Kapuas Hulu. Pertunjukan artis ibukota, serta parade musik turut mengisi pergelaran seni budaya dan hiburan rakyat.

Lokasi dan Akses Wisata Taman Nasional Danau Sentarum

Kawasan wisata taman nasional ini berada di Nanga Leboyan, Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat 78765. Telepon +62 561 751346. Taman Nasional ini terletak di jantung Borneo sekitar 700 kilometer dari Pontianak. Dari kota Pontianak dibutuhkan 11-14 jam untuk perjalanan darat dan air dengan rute Pontianak-Sintang-Semitau. Dari Semitau menuju ke lokasi menggunakan perahu motor jurusan Lanjak.

Wisatawan juga dapat menempuh jalur udara selama 45 menit dari Pontianak menuju Putussibau. Perjalanan dilanjutkan melalui darat menuju Lanjak sekitar 120 kilometer selama 2-3 jam.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 5,00 | 1 Pembaca

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Silakan masukkan nama Anda di sini