Beranda Tiket Wisata

Museum Tsunami Aceh: Tiket & Koleksi Januari 2022

Museum Tsunami AcehHarga Tiket: Rp2.000 - Rp10.000Jam Buka: 09.00 - 16.00No Telp: +6265140774Alamat: Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23116

Museum Tsunami Aceh, berdiri untuk mengenang peristiwa dahsyat tsunami pada 26 Desember 2004 silam. Musibah yang merenggut tak hanya nyawa, tapi juga kebahagiaan warga Aceh. Tak hanya warga Aceh, seluruh Indonesia, bahkan dunia pun merasa berduka akibat musibah ini. Berdirinya museum ini bukan ingin menggali kesedihan, namun untuk mengenang para korban dan jasa yang telah membantu.

Tampilan fisik museum ini tampak megah, sekilas seperti masjid. Dengan dinding melingkar dan desain berlubang yang artistik. Di mana bangunan ini terdiri dari 4 lantai, 3 lantai di bawah terbuka untuk umum, dan satu lantai teratas tidak. Bangunan museum ini dirancang khusus oleh Ridwan Kamil, yang menang melalui sayembara.

Harga Tiket Masuk Museum Tsunami Aceh

Untuk dapat menikmati museum yang megah ini, wisatawan tidak perlu membayar mahal. Namun, harga dibedakan berdasarkan usia dan asal wisatawan.

Harga Tiket Masuk
Anak-anak, pelajar, mahasiswaRp2.000
DewasaRp3.000
Wisatawan MancanegaraRp10.000

Baca: Wahana Impian Malaka Aceh Tiket & Wahana

Jam Buka Museum Tsunami Aceh

Untuk dapat menikmati objek wisata ini, wisatawan dapat menjelajah dari pagi hingga sore hari. Jika datang pagi, maka sebelum sore, wisatawan sudah dapat menjelajah semua lantai. Bahkan akan sempat menonton film 4D mengenai tsunami di studio.

Jam Operasional
Setiap hari09:00 – 16:00 WIB

Menjelajah Museum Tsunami Aceh

Bangunan Museum Tsunami Aceh dari Luar
Bangunan Museum Tsunami Aceh dari Luar. Foto: Gmap/fajrin herris

23 Februari 2009, Museum Tsunami Aceh diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Museum yang rancangan Ridwan Kamil ini sudah mulai pembangunannya pada tahun 2007. Meskipun sudah resmi berdiri pada tahun 2009, namun baru terbuka untuk umum pada 8 Mei 2011. Keberadaan museum ini tentunya membuat siapapun tertarik dan ingin menjelajahinya.

Terlihat dari luar, bangunan museum ini tampak megah dengan arsitektur yang unik. Dinding yang melingkar dengan lubang bermotif yang unik, sepintas mirip seperti masjid. Lubang-lubang pada dinding dapat menjadi sirkulasi udara di dalam bangunan museum. Selain artistik, bangunan ini juga sangat modern, jauh dari kesan kuno bangunan museum.

Museum ini terdiri dari 4 lantai, di mana setiap lantai memiliki fungsinya masing-masing. Lantai pertama hingga ketiga dapat dikunjungi wisatawan. Sedangkan lantai keempat tidak terbuka untuk umum, karena berfungsi khusus sebagai ruang penyelamatan.

Baca: Pulau Weh Wisata Bawah Laut Paling Indah Di Ujung Indonesia

Lorong Pilu di Lantai Satu

Jembatan Harapan di Lantai Pertama
Jembatan Harapan di Lantai Pertama. Foto: Gmap/Ario Hafitz

Lantai pertama merupakan lantai yang pilu, karena penuh dengan memori ketika tsunami terjadi. Berbagai ruangan yang ada di lantai satu ini, yaitu Lorong Tsunami (Space of Tear), Ruang Sumur Doa (Space of Sorrow). Ada juga Ruang Kenangan (Space of Memory), Jembatan Harapan (Space of Hope), dan Lorong Cerobong (Space of Confuse). Di Ruang Sumur Doa ini, wisatawan akan menemukan nama-nama korban tsunami yang terpampang di dinding.

Ketika memasuki lantai pertama, wisatawan akan melewati Lorong Tsunami dengan panjang 30 meter. Sepanjang perjalanan, lantunan ayat suci Al Qur’an, aliran air, serta tangisan terdengar lirih. Seketika wisatawan akan hanyut dalam kesedihan yang begitu pilu, apalagi hanya ada sedikit cahaya yang masuk. Setelah melewati lorong ini, wisatawan akan dibawa memasuki Ruang Kenangan.

Di dalam Ruang Kenangan, terdapat foto digital korban lengkap dengan lokasi terjadi gempa dan tsunami. Lanjut berjalan melewati Lorong Cerobong, menuju Jembatan Harapan. Di Jembatan Harapan ini terdapat 54 bendera negara yang membantu setelah musibah terjadi. Di setiap bendera tertulis kata “damai” dengan bahasa negara masing-masing, sebagai simbol perdamaian.

Mengenang Peristiwa Tsunami di Lantai Dua

Diorama Kejadian Tsunami
Diorama Kejadian Tsunami. Foto: Gmap/Ad0a0m Smithy

Naik menuju ke lantai dua, wisatawan akan melihat pameran temporer. Di sini terpajang foto dan lukisan ketika tsunami terjadi dan peristiwa yang berkenaan dengannya. Selain foto dan lukisan, juga terdapat kisah-kisah dibalik peristiwa tsunami. Wisatawan dapat memahami setiap peristiwa melalui kisah yang tertulis.

Berlanjut menuju ruang pameran tsunami yang berisi diorama keadaan Aceh. Diorama ini menampilkan suasana Aceh sebelum dan setelah terjadi tsunami. Ada juga diorama ketika tsunami terjadi, diorama kapal PLTD Apung, dan diorama lainnya.

Selain itu, ada juga barang-barang sumbangan dari korban tsunami sebagai saksi bisu peristiwa dahsyat tersebut. Terdapat Al Qur’an, sepeda, hingga perabotan rumah tangga.

Merasakan Suasana ketika Tsunami di Ruang Audiovisual

Museum Tsunami Aceh memiliki ruang audiovisual 4 dimensi. Dalam ruangan yang dapat menampung 24 orang ini, wisatawan bisa ikut merasakan suasana ketika gempa dan tsunami terjadi. Dalam ruangan ini, wisatawan akan menonton video selama 12 menit. Selama pemutaran film wisatawan bisa menonton gambaran pada saat tsunami terjadi.

Ketika lampu studio sudah dipadamkan, pengunjung akan dibawa memasuki cerita. Menampilkan keadaan kota, gedung pencakar langit, taman, hingga orang-orang yang bekerja. Kemudian tiba-tiba gedung ambruk, tanah bergoyang, gempa dahsyat terjadi. Kursi penonton ikut terguncang seolah benar-benar mengalami gempa di lokasi tersebut.

Apalagi ketika ada suara sirine meraung-raung, ditambah ombak tinggi yang dapat dirasakan. Wisatawan juga akan merasakan cipratan air, seolah terkena air ombak tsunami. Angin yang berhembus pun akan terasa oleh penonton di studio. Bahkan, asap dan aroma terbakar pun tercium, seolah benar-benar berada di lokasi kejadian.

Pantai Kegiatan Mitigasi di Lantai Tiga

Ruang Geologi di Lantai Tiga
Ruang Geologi di Lantai Tiga. Foto: Gmap/Ad0a0m Smithy

Di lantai tiga, wisatawan akan menjumpai Ruang Geologi dan perpustakaan. Pengunjung akan mendapatkan berbagai informasi terkait mitigasi bencana. Selain itu, informasi cara kerja seimogras, rancang bangunan tahan gempa, serta informasi lainnya juga ditampilkan. Di perpustakaan, wisatawan dapat membaca berbagai koleksi buku.

Fasilitas Museum Tsunami Aceh

Objek wisata ini telah dilengkapi dengan fasilitas umum dengan kondisi yang baik. Ada mushola, toilet, tempat makan, serta parkiran.

Lokasi Museum Tsunami Aceh

Museum ini berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, No.3 Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Banda Aceh.

Tanggapan:

4.7 / 5. dari 21

Berikan Rating