Beranda Tiket Wisata

BENTENG ROTTERDAM Makassar Tiket & Atraksi - November 2020

Benteng Roterdam
Harga Tiket: Rp5.000 Jam Buka: 09.00 - 18.00 No. Telepon: - Alamat: No.Road, Jl. Ujung Pandang, Bulo Gading,Ujung Pandang,Makassar,Sulawesi Selatan,Indonesia,90171.

Benteng Rotterdam merupakan objek wisata populer yang terletak di pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bangunan-bangunan yang berada di dalam kompleksnya bergaya arsitektur Eropa khususnya Belanda abad pertengahan. Bangunan bersejarah ini dibangun berabad lalu, tepatnya sejak tahun 1673.

Masuk dalam pengawasan kantor Badan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, luasnya sekitar 2,5 hektar. Di dalamnya terdapat 16 buah bangunan dengan luas 11.605,85 meter persegi. Berbagai sudutnya dapat menjadi tempat bersantai, berkumpul bersama komunitas serta berburu spot foto.

Harga Tiket Masuk Benteng Rotterdam

Untuk memasuki dua museum, wisatawan cukup membayar tiket masuk satu kali saja. Kawasan wisata ini juga menyediakan jasa pemandu wisata untuk mendapatkan informasi lebih tentang Benteng Rotterdam.

Harga Tiket Masuk
DewasaRp 5.000
Anak-anakRp 3.000

Baca: 5 Tempat Wisata Terbaik di Makassar

Jam Buka Benteng

Kawasan Wisata bentang ini bisa dikunjungi setiap hari. Buka dari pagi hingga sore hari.

Waktu operasionalJam Buka
Senin – MingguPk. 09.00 – 18.00

Ragam Aktivitas di Benteng Rotterdam

banteng rotterdam dilihat dari atas
Komplek area benteng dilihat dari ketinggian. Foto: Google Maps/b nest

Memasuki area benteng berbagai kegiatan telah menunggu wisatawan. Menjelajah area benteng merupakan hal wajib. Selain itu, mengunjungi museum dan melihat berbagai koleksinya juga tidak kalah menarik. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan.

Memasuki Bastion

Untuk masuk ke Benteng Rotterdam, wisatawan dapat melalui pintu masuk yang tidak terlalu lebar. Pintu gerbang utama berada di barat benteng, terbuat dari kayu dilengkapi daun pintu kembar. Pintu dalam lebih kecil dengan pasak-pasak besi, sedangkan gerbang kedua merupakan pintu kecil di timur.

Memasuki bagian dalamnya, wisatawan disambut taman hijau nan asri di tengah-tengah benteng. Taman itu dikelilingi bangunan tua bertingkat, sementara tembok setinggi tiga meter mengelilingi kawasannya.

Wisatawan akan menemukan lima bastion yang terhubung dinding benteng kecuali di bagian selatan. Bastion Bone di barat, Bastion Bacan  di barat daya, serta Bastion Buton barat laut. Di timur laut wisatawan dapat menjumpai Bastion Mandarasyah, sedangkan Bastion Amboina di tenggara.

Spot Foto Berlatar Arsitektur Unik

suasana asri di area benteng rotterdam
Suasana asri taman-taman hijau di dalam area benteng sangat menyejukkan. Foto: Google Maps/Seni Bramantio

Benteng Rotterdam memiliki banyak spot menarik untuk mengabadikan momen liburan. Hampir setiap sudutnya dapat menjadi latar yang khas dengan arsitektur gaya abad pertengahannya.

Di dalam Fort Rotterdam, terdapat 13 bangunan masih berdiri kokoh. Tamannya yang hijau dan terawat bisa dijadikan tempat untuk berpose.

Di bagian dalam benteng, wisatawan dapat menemui tempat yang menyediakan kostum untuk berfoto. Dengan pakaian dan topi khas, wisatawan dapat berfoto ala noni-noni Belanda. Latar bangunan bergaya khas kolonial sangat mendukung suasana yang tergambar pada hasil jepretan.

Menjelajahi Keunikan Arsitektur Kolonial Benteng Rotterdam

arsitektur bangunan benteng roterdam bergaya kolonial
arsitektur bangunan benteng Rotterdam bergaya kolonial.

 

Arsitektur bangunan-bangunan Benteng Rotterdam menampilkan ciri arsitektur Gotik. Semua unit bangunan menggunakan atap berbentuk pelana dengan jendela dan pintu yang sangat banyak. Desain dan struktur bangunannya sangat menarik untuk dijelajahi.

Benteng yang dibangun oleh Raja Gowa-Tallo ke-IX ini berbentuk menyerupai penyu yang merangkak ke laut. Awalnya bangunan ini bernama Benteng Ujung Pandang dan sering disebut Benteng Pannyyua (Benteng Penyu). Filosofi penyu diambil karena layaknya Kerajaan Gowa yang berjaya di darat dan lautan.

Bentuk penyu bangunan cagar budaya itu bisa terlihat dari ketinggian di atas 10.000 kaki. Setelah revitalisasi, benteng ini memiliki sebuah taman kota di bagian sebelah selatan. Adanya kanal berukuran besar terbentang dari barat ke timur menambah keindahan di sekitar benteng.

Menikmati Suasana Makassar dari Atas Benteng

Di bagian atas bangunan, terdapat pula benteng yang bisa dieksplorasi. Wisatawan dapat naik ke atas benteng di sebelah kanan arah jalan ke luar benteng.

Benteng Rotterdam berasa di tepi pantai sebelah barat kota Makassar. Pemandangan dari atas benteng ke arah dalam kompleks Rotterdam sangat indah. Begitu juga pemandangan ke arah laut yang menambah pesona daya tariknya.

Menjelajah Jejak Sejarah

miniatur kapal pinisi koleksi museum galigo
kapal bersejarah pinisi Salah satu koleksi museum la galigo.

Dari namanya, banyak yang mengira Benteng Rotterdam didirikan oleh Belanda. Nyatanya, bangunan bernama asli Benteng Ujung Pandang tersebut dibangun oleh Raja Gowa-Tallo ke-9. Semula, Kerajaan Gowa-Tallo memiliki 17 benteng dan Benteng Ujung Pandang-lah yang paling megah.

Setelah Perjanjian Bongaya tahun 1667, benteng diserahkan kepada Belanda dan digunakan untuk menampung rempah-rempah. Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Cornelis Janzoon Speelman kemudian mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam.

Melihat Koleksi Museum La Galigo

museum la galigo
Museum La Galigo berada di area benteng Rotterdam menyimpan berbagai koleksi budaya dan sejarah masyarakat Makassar.

Benteng Rotterdam merupakan situs bersejarah benteng kuno yang paling terawat di Asia. Wisatawan dapat menjumpai Museum La Galigo yang berlokasi di dalam area benteng. Biasanya, para pelajar maupun mahasiswa luar kota menyambangi museum ini untuk tujuan studi.

Segudang ilmu dan pengalaman bisa dibawa dari tempat penyimpanan artefak terkait Tana Toraja ini. Sebanyak 4999 buah koleksinya terdiri atas koleksi prasejarah, numismatik, keramik asing, sejarah, naskah, dan etnografi. Didirikan pada 1 Mei 1970, museum ini menampilkan benda-benda bersejarah dalam kotak kaca etalase-etalase.
Wisatawan akan menemukan uasana di dalam museum yang relatif hening dan tenang. Terlihat tampilan sejarah hidup masyarakat Sulawesi Selatan dengan model rumah adat serta mata pencahariannya. Sebuah miniatur kapal Phinisi terpajang menggambarkan masyarakatnya yang terkenal sebagai pelaut ulung.

Wisata Edukasi

Taman hijau Benteng Rotterdam biasa dijadikan tempat berkumpulnya komunitas dari berbagai daerah Sulawesi Selatan. Pelataran kawasan benteng itu selalu dipenuhi dengan kelompok meeting bahasa asing. Beberapa dari kelompok tersebut telah berdiri sejak tahun 1990-an.

Hampir setiap akhir pekan banyak orang tua ke Benteng Rotterdam untuk mendampingi anak-anaknya belajar. Tempat ini menjadi pilihan yang cocok untuk wisata edukasi dengan mentor berpengalaman. Melihat benda-benda prasejarah dan sejarah yang tersimpan baik juga menjadi bahan pengetahuan dan penelitian.

Sambil belajar bahasa asing, para pelajar sekaligus dapat menikmati pemandangan di kawasan benteng. Setelah belajar, mereka  bisa bermain dan menikmati aneka kudapan di sekitar kawasan benteng.

Taman-taman Hijau Di Benteng Rotterdam

taman-taman asri di dalam benteng Rotterdam
Setelah lelah menjelajah benteng pengunjung bisa bersantai di sekitar taman.

Sebuah taman yang asri berada di belakang bangunan gedung di Benteng Rotterdam. Tamannya berada pada lahan yang cukup luas sehingga wisatawan dapat berpiknik ria.

Taman ini biasa digunakan wisatawan untuk duduk-duduk santai sambil menikmati ketenangan Benteng Rotterdam. Beberapa wisatawan terlihat membawa buku bacaan sambil duduk di area taman.

Menikmati Sunset dari Benteng

Salah satu yang populer dari benteng ini adalah pesonanya saat senja. Lokasinya yang menghadap ke laut menjadi tempat santai dan berpose.

Di sore hari, matahari akan mulai memancarkan sinar jingga yang indah dan cantik. Benteng Rotterdam akan terlihat lebih menawan dan lebih eksotis. Udaranya pun terasa lebih sejuk dengan angin yang bertiup dari arah laut.

Kebanyakan wisatawan duduk bersantai di tembok dengan lebar 3 meter yang mengelilingi benteng. Pemandangan indahnya matahari terbenam dapat disaksikan dari benteng ini. Di sisi utara, timur dan selatan benteng, keindahan Kota Makassar menjadi pemandangan menakjubkan.

Menjenguk Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro

Salah satu daya tarik benteng adalah wisatawan dapat menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro. Perang Diponegoro berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Beliau ditempatkan di dalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh.

Bermain Bersama Keluarga

Benteng Rotterdam menjadi destinasi liburan yang pas untuk wisatawan dengan keluarga. Kawasan bersejarah ini juga telah melengkapi diri dengan arena main anak.

Berbagai jenis permainan, seperti bola-bola, seluncuran, dan ayunan tersedia di sini. Wisatawan dapat menambah keseruan berlibur dengan mengajak anak-anak bermain.

Ikut Memeriahkan Festival

Di tengah-tengah benteng, tepatnya sekitar taman biasa dibangun sebagai panggung untuk pagelaran seni. Wisatawan Benteng Rotterdam pada setiap akhir pekan bisa mencapai ribuan orang. Terlebih dengan diadakannya kegiatan skala besar seperti festival ‘lipa sabbe (Sarung sutera) khas Sulsel.

Banyak acara diselenggarakan, seperti pameran live sketch di galeri Dewan Kesenian Makassar (DKM). Gelaran-gelaran tersebut menjadikan Benteng Rotterdam sebagai pusat kesenian budaya dan tempat festival budaya tahunan. Hal ini tentunya juga menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tradisi tahunan lain yang digelar di Benteng Rotterdam yaitu Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM). Berbagai pementasan disiapkan, salah satunya teater La Galigo, sebuah epik mitos peradaban Bugis. Makassar Culinary Night juga turut memeriahkan ajang tahun sebagai wadah UMKM mikro hingga menengah.

Lokasi Benteng Rotterdam

Benteng bersejarah ini berada di Bulo Gading, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90171. Lokasi wisata ini hanya berjarak 1 km dari Pantai Losari. Dari Bandara Sultan Hasanuddin membutuhkan waktu sekitar 30 menit mengendarai mobil maupun motor. Sedangkan dari Pelabuhan Sukarno Hatta ditempuh hanya sekitar 15 menit.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 5,00 | 1 Pembaca

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Silakan masukkan nama Anda di sini