Beranda Tiket Wisata

Taman Nasional Bantimurung Tiket & 14 Aktivitas Menarik - Agustus 2020

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Harga Tiket: Rp25.000 Jam Buka: 08.00 - 18.00 No. Telepon: +624113880252 Alamat: -,-,Pangkajene & Kepulauan,Sulawesi Selatan,Indonesia,-.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung merupakan salah satu destinasi wisata alam di Sulawesi Selatan. Lembah bukit kapur dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua menjadi beberapa objek suguhannya. Dijuluki sebagai the kingdom of butterfly, limpahan variasi jenis kupu-kupu menjadi daya tarik utamanya.

Lokasi taman nasional ini menempati kawasan dengan luas sekitar 43.750 hektar. ASEAN Center of Biodiversity menetapkan taman nasional ini sebagai Taman Warisan ASEAN sejak 2019.

Harga Tiket Taman Nasional Bantimurung

Pengunjung  yang datang ke taman nasional akan dikenakan tiket masuk yang cukup murah. Selain bisa berkeliling seluruh area, harga tiket juga sudah termasuk ke pemandian, gua-gua wisata serta bebas memakai fasilitas umum dalam kawasan.

Tarif Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung
Wisatawan DomestikRp 25.000
Wisatawan MancanegaraRp. 50.000

Baca: 9 Tempat Wisata Terbaik di Makassar

Jam Buka Taman Nasional

Waktu operasionalJam Buka
Setiap hariPk. 06.00 – 18.00

Ragam Atraksi Wisata di Taman Nasional Bantimurung

Pintu masuk Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan - galih_rizkii
Pintu masuk kawasan wisata Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung – Foto : Instagram/galih_rizkii

Taman Nasional Bantimurung menyajikan atraksi wisata alam yang cukup lengkap. Mulai dari air terjun, gua, danau, serta berbagai fauna khas. Berikut beragam kegiatan wisata yang bisa dilakukan di taman nasional ini.

1. Menyambangi Kerajaan Kupu-kupu

kupu-kupu berbagai spesies di Taman Nasional Bantimurung
Beragam jenis spesies kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung – Foto : Instagram/lukiaulia

Taman Nasional Bantimurung memiliki berbagai keunikan, namun yang paling dikenal adalah kupu-kupu. Taman nasional ini memang menonjolkan kupu-kupu sebagai daya tarik utama wisatanya.

Kawasan yang terjaga kealamiannya tersebut merupakan habitat bagi ratusan spesies kupu-kupu. Sedikitnya ada 20 jenis yang dilindungi dan beberapa spesies unik bahkan endemik Sulawesi Selatan. Dengan keistimewaannya, kawasan ini memiliki julukan the kingdom of butterfly (kerajaan kupu-kupu).

Pada kubah penangkaran Taman Nasional Bantimurung, wisatawan disuguhi dunia kupu-kupu yang meliuk mengitari. Area seluas 7000 m2 ini menyuguhkan tahapan kehidupan metamorfosis kupu-kupu. Pada display room, sebagian besar kupu-kupu diawetkan lalu dibingkai untuk dipajang.

Baca: BENTENG ROTTERDAM Makassar Tiket & Atraksi

2. Menyeberangi Helena Sky Bridge di Taman Nasional Bantimurung

Melintasi Helena Sky Bridge di tengah hutan
Melintasi Helena Sky Bridge dengan panorama hutan lebat taman nasional – Foto : Instagram/arisdaeng

Setinggi 50 meter di atas penangkaran kupu-kupu, wahana Helena Sky Bridge membentang. Jembatan gantung ini bertaut pada tower kembar yang berdiri kokoh setinggi 20 meter.

Untuk mencapai Helena Sky Bridge, wisatawan perlu melakukan tracking terlebih dahulu. Perjalanan dilanjutkan dengan melintasi jembatan gantung sepanjang 50 meter. Jembatan ini berada di lereng tebing dengan ketinggian kurang lebih 100 mdpl.

Dari jembatan gantung, wisatawan dapat menikmati keindahan taman nasional dari atas. Wisatawan juga dapat melihat aneka kupu-kupu yang berada di kubah raksasa penangkarannya. Pada sisi kanan dan kiri terdapat jaring-jaring tempat kupu-kupu leluasa beterbangan.

Baca: PANTAI LOSARI Makassar Tiket & Ragam Aktivitas

3. Menelusuri Tapak Kehidupan Prasejarah

Menyusuri jejak kehidupan prasejarah dalam gua Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Menyusuri jejak kehidupan prasejarah dalam gua – Foto : Instagram/ardiyanta

Kawasan taman nasional memiliki lokasi yang menawarkan wisata sejarah budaya peradaban manusia purba. Wisatawan dapat menelusuri tapak kehidupan manusia zaman prasejarah di lokasi ini. Untuk mengaksesnya, pihak pengelola sudah menyiapkan jalan setapak berundak agar mempermudah wisatawan.

Dengan luas sekitar 2 hektar, kompleks ini memiliki dua gua atau leang. Gua Sumpang Bita dan Gua Bulu Sumi menyimpan sejumlah peninggalan kehidupan prasejarah. Mulai dari lukisan tangan di dinding, artefak batu, pecahan gerabah hingga tulang dan gigi.

Kawasan prasejarah yang berjarak 3 kilometer ini juga menawarkan pemandangan alam yang menawan. Gugusan tebing batu berbentuk khas menjulang, membentuk panorama khas dinding karst. Hamparan rumput serta pepohonan hijau turut membingkai panorama alam tempat ini.

Baca: Pulau Selayar Tiket & Ragam Aktivitas Wisata

4. Panjat Tebing Dinding Karst dan Gua Vertikal

Memanjat Gua vertikal
Turun ke kedalaman gua vertikal Leang Puteh – Foto : Instagram/kamajayashagir

Wisatawan dengan jiwa petualang akan sangat menyukai kawasan Taman Nasional Bantimurung. Dinding karst yang menjulang terjal menjadi spot untuk olah raga panjat tebing.

Beberapa gua vertikal pun menjadi incaran untuk aktivitas penjelajahan panjat. Desa Labuaja  merupakan lokasi petualang paling menantang di di taman nasional ini.

Gua vertikal Leang Puteh menganga lebar sedalam 270 meter akan memacu adrenalin wisatawan. Gua ini merupakan gua dengan kategori single pitch terdalam di Indonesia. Lebarnya berkisar 50-80 meter dan kedalaman sekitar 273 meter.

Pada bagian dasar, gua ini menyambung dengan Gua Dinosaurus, tak jauh dari mulut gua. Untuk menyusuri gua ini, butuh keterampilan dan keahlian khusus dan peralatan standar.

5. Berpetualang di Alam Bebas

Melintasi Biseang Labboro Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan - arixdian
Melintasi Biseang Labboro dari jembatan di atas sungai – Foto : Instagram/arixdian

Terdapat beragam aktivitas petualangan menantang yang dapat dicoba di kawasan Taman Nasional Bantimurung. Antara lain susur sungai berbatu dan berair jernih maupun menjelajah jalur di dalam hutan.

Kawasan Pattunuang juga menyuguhkan beraneka jenis tumbuhan dan satwa liar di habitat aslinya. Wisatawan dapat menemui primata langka Tarsius Fuscus, soa-soa, dan puluhan jenis burung. Lokasi ini juga memiliki legenda ‘Biseang Labboro’ atau perahu terbalik membatu di tepian sungai.

6. Menyaksikan Juntaian Stalaktit dan Stalakmit

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki lebih dari 80 gua alam yang tersebar lokasinya. Di dekat Danau Kassi Kebo terdapat Gua Batu yang banyak dikunjungi wisatawan. Gua tersebut menyajikan juntaian stalaktit dan tonjolan stalakmit serta keindahan ornamen gua lainnya.

Memasuki mulut gua, wisatawan akan melalui tebing sempit dengan jalan menapak dan menanjak. Semakin ke dalam gua, terlihat stalaktit dan stalagmit yang sampai menyambung berusia ribuan tahun. Butuh waktu 40 tahun lamanya untuk menambah satu sentimeter panjangnya.

Di pengujung lorong, terdapat area luas dengan atap tinggi menyerupai sebuah kubah. Di tempat inilah biasanya dahulu raja-raja keturunan kerajaan Gowa bersemedi.

Baca: PANTAI AKKARENA Makassar Tiket & Ragam Aktivitas

7. Air Terjun di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Air terjun Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Merasakan kesegaran air terjun Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  – Foto : Instagram/wur8

Untuk mengakses berbagai objek wisata alam di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, trekking banyak dilakukan. Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati keindahan alamnya yang masih asli dan asri. Pemandangan sungai dan air terjun tersaji di sisi jalan yang dilalui wisatawan.

Air terjun menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk turun mendekat. Curahan air yang mengalir deras terasa alami dan menyegarkan.

Tak mengherankan jika kawasan ini menjadi rumah dari ratusan spesies kupu-kupu. Satwa cantik ini menyukai hidup di dekat sumber air yang vegetasinya masih terjaga.

8. Mengamati Satwa di Habitat Alami

Hewan-hewan unik di Taman Nasional
Menjumpai satwa di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung – Foto : Instagram/christysrg

Kekayaan jenis flora dan fauna Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sangat menarik untuk dieksplorasi. Karaenta, di Desa Labuaja, disebut sebagai laboratorium alam di kawasan taman nasional ini. Lokasi ini menawarkan beragam ilmu pengetahuan dan pengalaman yang menarik serta keunikan pemandangan alamnya.

Kelompok primata Macaca Maura menjadi atraksi satwa di habitat alami. Dengan keahlian khusus petugas, wisatawan dapat melihat kelompok kera hitam itu berkumpul. Gugusan Eboni, kayu hitam jenis langka dan bernilai tinggi juga terdapat di sini.

9. Jelajah Taman Batu Karst Balocci

Tebing Taman Batu Karst
Menjelajahi Taman Batu Karst dengan suasana tenang dan udara sejuknya – Foto : Instagram/daniel_rande

Berada tak jauh dari Taman Purbakala Sumpang Bita, terdapat Taman Batu Karst Balocci. Taman bebatuan karst ini ramai oleh wisatawan setiap akhir pekan tiba. Suasana di dalamnya tenang dengan udara sejuk yang menyegarkan. Wisatawan dapat menjelajahi perpaduan lanskap padang rumput serta hamparan karst berwarna abu-abu gelap ini.

10. Menikmati Ketenangan Danau Hijau Balocci

Panorama Danau Hijau Balocci
Panorama keindahan alam Danau Hijau Balocci – Foto : Instagram/achmadhy_

Lokasi Danau Hijau Balocci bisa dijangkau dari jalan utama, meskipun aksesnya berupa jalan tanah. Tiba di tepi danau, wisatawan disambut pemandangan lanskap perbukitan karst yang menjulang.

Lokasi ini memiliki suasana yang tenang dan begitu alami. Warna hijau terpantul pada permukaan air danau, membuatnya disebut sebagai Danau Hijau. Warnanya serasi dengan pepohonan, padang rumput serta jenis-jenis bunga yang tumbuh di sekeliling danau.

11. Menyegarkan Diri di Permandian Alam

Pemandian alam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan - xxaswanxx
Pemandian alam dari aliran sungai yang bersumber dari dalam gua – Foto : Instagram/xxaswanxx

Aliran air sungai yang mengalir dari gua Leang Lonrong menjadi daya tarik lainnya. Gua ini berada di bawah tebing karst, dengan debit sungai yang mengalir sepanjang tahun. Alur airnya menjadi tempat pemandian alam yang menyegarkan bagi wisatawan.

12. Mendaki Gunung dan Berkemah

Kawasan Gunung Bulusaraung merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung yang menjadi favorit para pendaki. Untuk sampai di pos pendakian, wisatawan disuguhi jalur berkelok dan menanjak yang cukup menantang. Wisatawan akan merasakan dinginnya hawa lembah yang berhembus.

Dari pos pendakian, wisatawan akan melanjutkan pendakian sekitar 2-3 jam menuju ketinggian 1.353 mdpl. Di sepanjang jalur dapat dijumpai musang, tarsius, serta berbagai jenis burung dan kupu-kupu. Jalur pendakian memiliki 9 titik pos dengan pos terakhir sebagai lokasi perkemahan favorit.

13. Wisata Budaya

Desa Tompobulu merupakan desa wisata di kecamatan Balocci, kabupaten Pangkep. Desa ini menawarkan suasana pedesaan yang asri, udaranya sejuk, dan lingkungan terawat. Daerah pegunungan ini juga menyajikan budaya masyarakat dengan karakter khas yang ramah.

Beragam upacara dan kebiasan serta adat istiadat tradisional masih sering dilaksanakan di sini. Wisatawan juga dapat menginap di rumah-rumah warga yang juga difungsikan sebagai homestay. Dengan menginap, wisatawan dapat melihat lebih dekat keseharian kehidupan warga dalam balutan budaya tradisional.

14. Berburu Cinderamata Unik

Kupu-kupu yang diawetkan menjadi cinderamata khas Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi - _nhy05
Kupu-kupu yang diawetkan menjadi cinderamata khas Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung – Foto : Instagram/_nhy05

Dari seputaran mulut gua, wisatawan dapat membeli buah tangan berupa batu akik pasir emas.

Oleh-oleh khas tentunya kupu-kupu sebagai satwa yang merajai kawasan Taman Nasional Bantimurung. Aneka jenis kupu-kupu beragam bentuk dan warna diawetkan dalam lapisan.

Fasilitas

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung telah dilengkapi berbagai fasilitas yang cukup memadai. Pihak pengelola menyediakan sarana umum seperti toilet serta musola. Bangunan musola yang luas dan bersih pun didesain mencerminkan lingkungan yang asri.

Lokasi dan Akses Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung terletak di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun  pete-pete (angkutan umum lokal). Dari Makassar, jarak tempuhnya sekitar 1 – 2 jam dengan akses yang cukup mudah dan jalan aspal mulus.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 5,00 | 1 Pembaca

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Silakan masukkan nama Anda di sini