Beranda Tiket Wisata

CURUG PANGANTEN Tiket & Ragam Pesona Desember 2021

Curug PangantenHarga Tiket: Rp5.000Jam Buka: 24 JamNo Telp: -Alamat: Padaashi, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, 40559

Curug Panganten adalah air terjun alami yang berada di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keberadaannya memang sudah terkenal oleh warga sekitar sebagai salah satu tujuan wisata. Namanya juga cukup populer di kalangan wisatawan pecinta rekreasi alam.

Akses jalan yang sulit tampaknya tidak membuat pesona alami air terjun ini tertutupi. Meskipun belum terkelola secara resmi, berkunjung kemari tidak butuh banyak biaya. Cukup siapkan tenaga untuk sedikit berpetualang menuju lokasinya.

Harga Tiket Masuk Curug Panganten

Pengunjung Curug Panganten cukup membayar tiket sebesar 5 ribu rupiah untuk berwisata ke sini. Tidak ada biaya tambahan lainnya untuk memasuki kawasan wisata alam ini.

Harga Tiket Masuk
Tiket Masuk Rp5.000

Baca Juga: 10 Air Terjun Terbaik di Bandung

Jam Buka

Curug Panganten terbuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Namun, pengunjung sebaiknya datang hanya pada pagi hari hingga sore hari. Akses jalan masih terbatas dengan penerangan yang minim. Direkomendasikan untuk berkunjung pada musim kemarau untuk melihat pemandangan terbaiknya.

Jam Operasional
Setiap Hari 24 Jam

Wisata Curug Panganten

Berpose di depan sepasang air terjun curug panganten
Indahnya Curug Panganten di Cisarua, Bandung Barat – Foto: Google Maps/Asrie Kuswara

Saat kesibukan sehari-hari mulai terasa jenuh, rekreasi adalah solusinya. Tidak perlu jauh-jauh, asalkan bisa menghirup udara segar pun sudah cukup menyenangkan. Berwisata ke air terjun mungkin bisa jadi pilihan.

Menyinggung tentang air terjun, daerah Cimahi dan Bandung Barat punya banyak opsi. Salah satunya adalah Curug Panganten yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Lokasi tepatnya berada di Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua.

Namanya sudah cukup familiar, tapi belum banyak dikunjungi. Selain karena lokasi yang tersembunyi, akses jalannya pun sulit. Bisa dikatakan butuh tenaga lebih untuk bisa mencapai air terjun yang mengalir di tebing ini. Meski menguras energi, tapi keindahan alam yang tersaji akan bisa membayar lunas semua kelelahan.

Destinasi Wisata Hemat

Wisatawan sedang bersantai di tapi kolam curug panganten
Destinasi wisata alam yang tidak membutuhkan banyak biaya untuk dinikmati – Foto: Google Maps/Gung Arya

Curug Panganten merupakan air terjun alami yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya sendiri sebenarnya berada di perbatasan antara Kecamatan Cisarua dan Parongpong.

Warga sekitar sering menjadikannya tujuan wisata dekat dan murah-meriah. Bagaimana tidak, pengunjung hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar 5 ribu rupiah. Tempat wisata ini memang hanya dikelola secara swadaya oleh warga sekitar.

Sayang, harga yang murah ini memang sebanding dengan akses jalannya yang serba terbatas. Lokasi air terjun berada di lembah yang cukup merepotkan untuk dicapai. Ini tidak lain karena belum ada sarana jalan yang memadai.

Tapi, alasan ini tidak membuat keindahan air terjun ini terlupakan. Perjalanan cukup panjang yang harus dilalui ke lokasi bisa dianggap sebagai bayaran yang setimpal. Tempat wisata ini menyajikan pemandangan spektakuler sepasang air terjun setinggi kurang-lebih 12 meter. Tebing yang melingkarinya menambah daya tarik alami yang sangat memanjakan mata.

Mitos & Misteri

Curug tersembunyi di tengah lembah
Beragam mitos tumbuh dan berkembang menyelimuti keberadaan Curug Panganten – Foto: Google Maps/BLB Baraya Landong Baeud

Mitos jadi hal yang biasa lekat dengan keberadaan air terjun alami di Indonesia. Begitu juga dengan Curug Panganten ini. Seperti air terjun lainnya, ada sedikit bumbu misteri di tempat wisata ini.

Nama Panganten berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pengantin. Banyak cerita yang menjelaskan nama ini mewakili sepasang air terjunnya. Salah satu air terjun memiliki aliran yang lemah. Sementara air terjun utamanya menyajikan aliran yang sangat kuat.

Ada juga kisah sedih terkait nama ini. Alkisah, sepasang pengantin pernah hanyut di sebuah sungai. Mereka terbawa aliran sungai hingga ke air terjun tersebut. Itulah kenapa curug ini dinamai Panganten.

Tidak sedikit yang mempercayai bahwa tempat ini tidak boleh dikunjungi oleh sepasang kekasih. Konon pasangan yang menyambangi tempat ini hubungannya tidak akan berhasil hingga ke pelaminan. Masih banyak mitos-mitos lainnya yang tumbuh dan berkembang di curug ini. Curug Panganten bahkan erat dengan sejumlah kisah misteri yang kebenarannya masih diragukan.

Tracking Hutan

Menyusuri tepian kali
Tidak ada jalan mudah menuju Curug Panganten – Foto: Google Maps/Erich

Pintu masuk ke Curug Panganten berada di dalam Perumahan Katumiri. Dari area parkir, wisatawan perlu berjalan kaki sekitar 200 meter. Jalan setapak yang dilalui diapit oleh hutan bambu diselingi kebun. Tidak ada petunjuk jalan yang jelas menuju lokasi.

Akses jalan hanya berupa jalan tanah. Jalan ini akan licin dan berlumpur terutama di musim hujan. Karenanya, lebih direkomendasikan untuk datang pada musim kemarau. Aliran air terjunnya lebih jernih dan akses jalan pun tidak terlalu berbahaya.

Mendekati lokasi, wisatawan harus melintasi jembatan bambu sederhana. Begitu juga menyusuri jalur tepian kali yang bersisian langsung dengan jurang. Setelah itu, wisatawan masih harus menuruni tebing melewati tangga tanah. Perlu kehati-hatian ekstra untuk akhirnya bisa mencapai lokasi curug.

Pesona Curug Panganten

Mengalir deras di musim hujan
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah ketika akhir musim kemarau – Foto: Google Maps/Kang Ery Joy

Menginjakkan kaki di lokasi, wisatawan akan disambut oleh aliran air terjun di tebing. Dengan ketinggian lebih dari 12 meter, curug ini tampak menakjubkan. Aliran airnya tampak deras di musim hujan, namun berwarna kecoklatan. Ini karena alirannya membawa lumpur dari hulu.

Kejernihan airnya sangat terlihat pada musim kemarau. Pengunjung bisa bermain air di bagian sungainya yang dangkal. Sayangnya, belum ada fasilitas toilet maupun ruang ganti di sini. Jadi, siap-siap untuk kembali ke area parkir dengan kondisi pakaian basah, ya.

Fasilitas Curug Panganten

Fasilitas di sekitar air terjun masih belum lengkap dan memadai. Sarana yang tersedia terbatas pada area parkir, gazebo, dan warung. Belum ada toilet, ruang ganti, ataupun musala di sini. Akses jalan juga berupa tanah dan masih seadanya.

Lokasi Curug Panganten

Air terjun ini terletak di Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pintu masuknya bisa diakses dari Komplek Perumahan Katumiri, Cihanjuang. Wisatawan bisa menggunakan mobil atau motor hingga area parkir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit melalui jalan setapak.

Tanggapan:

5 / 5. dari 1

Kasi Bintang