Beranda Tiket Wisata

Gedung Kesenian Jakarta Wisata Seni & Kebudayaan Desember 2021

Gedung Kesenian JakartaHarga Tiket: GratisJam Buka: 07.30 - 23.00No Telp: -Alamat: Jl. Gedung Kesenian No.1, Ps. Baru, , Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10710

Gedung Kesenian Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata seni yang terletak di Jakarta Pusat. Gedung yang merupakan peninggalan Inggris dan Belanda yang kini menjadi gedung pertunjukan. Dahulu, sekitar tahun 1811-1816, berfungsi sebagai tempat serdadu Inggris bermain teater. Bangunannya pada waktu itu hanya terbuat dari kayu, bambu, dan atap rumbai.

Hingga saat Belanda berkuasa di Indonesia, bangunan ini mengalami pemugaran menjadi bangunan permanen dan bernama Shcouwburg. Perlengkapan gedung, peredam suara, dan peralatan akustik mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Akan tetapi, ketika Jepang baru berkuasa di Indonesia, gedung ini hanya menjadi markas saja. Sampai ketika Pemerintah Jepang ingin membuat pusat kebudayaan kebudayaan, gedung ini kembali ke fungsi awal dan diberi nama Siritsu Gekizyo.

Harga Tiket Masuk Gedung Kesenian Jakarta

Untuk dapat masuk ke dalam Gedung Kesenian Jakarta, pengunjung tidak perlu membayar biaya tiket masuk. Akan tetapi, pengunjung perlu membayar biaya pertunjukan yang sedang berlangsung. Harga tiket masuk pertunjukan di sini pun beragam, mulai dari Rp75.000 sampai Rp150.000. Namun, tak jarang juga terdapat pertunjukan yang tidak memungut biaya dari penontonnya.

Harga Tiket Masuk
Anak-anak dan DewasaGratis
Harga Tiket Pertunjukan
Anak-anak dan DewasaRp0 – Rp150.000

Baca Juga: 33 Tempat Wisata di Jakarta Terbaik

Jam Operasional

Gedung Kesenian Jakarta beroperasi setiap hari, mulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Waktu terbaik berkunjung ke sini yaitu ketika sedang ada pementasan. Hal ini karena di sini tidak terdapat objek wisata lain selain pementasan.

Jam Operasional
Setiap Hari07.30 – 23.00 WIB
Jam Pertunjukkan
Mengikuti jadwal pementasan dari penyelenggara

Sejarah Gedung Kesenian Jakarta

Gedung Kesenian Jakarta
Pada masa penjajahan gedung ini sempat mengalami beberapa pergantian nama. Foto: Instagram gedungkesenianjakarta

Pembangunan Gedung Kesenian Jakarta awalnya karena serdadu Inggris suka bermain teater. Gedung ini berdiri pada tahun 1814 dan bernama Municipal Theatre. Pada waktu itu bangunannya masih terbuat dari kayu dan bambu, serta atap yang terbuat dari rumbai. Kemudian, pada masa pemerintahan Belanda, atas prakarsa Ut Desint, gedung ini mengalami pemugaran dan dibangun secara permanen. Pemerintah Belanda juga mengganti namanya menjadi Shcouwburg.

Selanjutnya, ketika Jepang berkuasa menggantikan Belanda di Indonesia, bangunan gedung sempat terbengkalai. Gedung ini hanya digunakan sebagai markas sehingga banyak terjadi kerusakan dan pencurian, baik itu peralatan sampai lampu gantung. Hingga Jepang membuat pusat kebudayaan, gedung ini kembali mengalami pemugaran dan berganti nama menjadi Siritsu Gekizyo.

Selanjutnya setelah kemerdekaan pada tahun 1951, Gedung Kesenian Jakarta berfungsi kembali sebagai Gedung pertunjukan. Namun, selain untuk pertunjukan, gedung ini juga berguna untuk kegiatan perkuliahan. Kemudian pada tahun 1970 gedung ini juga sempat beralih fungsi menjadi gedung bioskop. Sebelum akhirnya pada tahun 1984 kembali ke fungsi utama menjadi gedung pertunjukan hingga kini.

Atraksi Menarik di Gedung Kesenian Jakarta

Aktivitas menarik di sini tentu saja menonton pementasan, baik itu teater maupun resital musik. Desain ruangan yang indah, mirip dengan Gedung teater di Eropa, yang akan membawa pengunjung ke dalam suasana pementasan. Pementasan di sini biasanya berlangsung pada sore menjelang malam hari.

Selain menonton pementasan, pengunjung dapat berkeliling di sekitar gedung dan mencari area foto yang menarik. Jika masih ingin berjalan-jalan, bisa sekalian berkunjung ke lokasi wisata Lapangan Banteng atau berbelanja di Pasar Baru.

Menonton Pementasan

Salah satu pementasan di Gedung Kesenian Jakarta
Berbagai pementasan, seperti pementasan teater, orkestra, sampai pertunjukan tari sering berlangsung di gedung ini. Foto: Instagram gedungkesenianjakarta

Bagi yang gemar menonton pementasan, baik itu drama, teater, orkestra, sampai pertunjukan tari, berkunjung ke sini merupakan tempat yang tepat. Hal itu karena, di sini memang diperuntukkan untuk pertunjukkan tersebut. Rancangan desain interiornya megah seperti gedung pementasan di Eropa.

Jika ingin menonton pementasan, pengunjung harus mengecek jadwal di laman resmi Gedung Kesenian Jakarta atau media sosial penyelenggara pementasan. Hal tersebut perlu dilakukan agar pengunjung tidak kelewatan jadwal pertunjukan yang ada.

Area Foto Bergaya Eropa Klasik

Ruangan pertunjukkan Gedung Kesenian Jakarta
Pengunjung dapat berfoto di bagian tengah antara kursi penonton dengan memerhatikan kenyaman pengunjung lainnya. Foto: Instagram gedungkesenianjakarta

Di sini terdapat beberapa area menarik untuk berfoto. Desain gedung bagian luar gedung ini bergaya bangunan di Eropa. Berfoto di area depan gedung dapat membuat foto terkesan sedang berada di luar negeri.

Kemudian, jika memungkinkan, berfotolah di bagian dalam gedung, terutama di bagian tengah antara kursi penonton. Apabila berfoto di sini, foto terkesan elegan dan klasik. Akan tetapi, jika berfoto di area ini, perlu memperhatikan kenyamanan pengunjung lain yang ingin menuju ke kursinya.

Fasilitas Gedung Kesenian Jakarta

Fasilitas yang tersedia di sini sangat lengkap. Bagi penyewa Gedung kesenian Jakarta, pengelola memberikan beberapa fasilitas yaitu AC sentral, panggung berukuran 10,75x14x17 meter, kursi penonton sebanyak 472 buah, dan stop kontak yang masing-masingnya berdaya 5 A atau 220 volt.

Fasilitas selanjutnya yaitu ruang rias, ruang dekorasi, ruang tunggu penonton, ruang istirahat pemain, tata suara, tata cahaya, kamera CCTV, dan Electric Billboard.

Lokasi Gedung Kesenian Jakarta

Gedung Kesenian Jakarta berlokasi di Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Gedung Kesenian 1, Pasar Baru. Untuk sampai ke sini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika menggunakan angkutan umum bisa menggunakan moda transportasi Transjakarta koridor 3, 5C, 5H, dan 11. menuju halte Pasar Baru. Letak gedungnya tepat berada di seberang halte tersebut.

Tanggapan:

4.7 / 5. dari 17

Kasi Bintang