Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan istana megah yang dibangun oleh Paku Buwono II pada tahun 1745. Kraton/Keraton (ke-ra-tu-an) menunjukan tempat kediaman ratu (=raja) atau kedaton (ke-datu-an) berarti istana/kerajaan. Dengan luas area 54 are, Keraton ini memiliki banyak koleksi patung, senjata dan pusaka kerajaan.

Di Keraton Surakarta terdapat Art Gallery dengan benda-benda bernilai seni dan sejarah tinggi. Beberapa koleksi yang ada diantara lain kereta kencana, bermacam-macam senjata, dan wayang kulit.

Harga Tiket Masuk Keraton Surakarta Hadiningrat

Wisatawan bisa berkeliling keraton setelah membeli tiket masuk. Harga tiket masuk yang ditawarkan juga masih sangat terjangkau. Cukup mengeluarkan beberapa ribu sudah bisa menikmati keindahan keraton serta budayanya.

Harga Tiket Masuk Keraton Surakarta per orang
DomestikRp10.000
Domestik rombonganRp8.000
Wisatawan asingRp15.000

Baca: THE HERITAGE PALACE Solo Tiket & Atraksi

Jam Buka Keraton Surakarta

Wisatawan bisa berkunjung ke Keraton mulai dari pagi hingga sore setiap hari. Kecuali hari Jumat keraton tidak dibuka untuk umum.

Waktu Operasional
Senin – Kamis09.00 – 14.00 WIB
Sabtu – Minggu09.00 – 15.00 WIB
JumatTutup

Spot Wisata di Keraton Surakarta Hadiningrat

keraton surakarta hadiningrat malam hari
Keraton Surakarta Hadiningrat pada malam hari. Foto: Google Maps/rendy putra

Secara fisik Keraton Surakarta terdiri dari bangunan inti dan pendukungnya seperti Gapura di selatan. Kemudian ada dua Alun-alun di sebelah Utara dan Selatan kompleks Keraton. Juga terdapat Masjid Agung dan Pasar Batik yang terkenal yaitu Pasar Klewer.

Ketika berkunjung ke Keraton Kasunanan ada tempat yang tidak boleh dimasuki yaitu kediaman Raja Pakubuwono. Berikut beberapa spot yang bisa dikunjungi.

Pendopo Besar Di Dalam Sasana Sewaka

Pendopo besar di dalam Sasana Sewaka merupaka tempat untuk pertunjukan tari dan gamelan. Ketika masuk Sasana Sewaka pengunjung harus melepaskan alas kaki dan berjalan dengan kaki telanjang di hamparan pasir yang diambil langsung dari Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi.

Keunikan Arsitektur Keraton Surakarta

Bagian depan Keraton Surakarta Hadiningrat Solo Jawa Tengah
Bagian depan Keraton Surakarta Hadiningrat Solo. Foto : Instagram/koomaru

Keraton Surakarta merupakan salah satu bangunan yang eksotis di zamannya. Salah satu arsitek istana ini adalah Pangeran Mangkubumi yang juga arsitek Keraton Yogyakarta. Tidaklah mengherankan jika pola tata ruang kedua keraton tersebut memiliki pola persamaan umum.

Kompleks keraton ini juga dikelilingi dengan baluwarti. Dinding pertahanan tersebut tingginya 3-5 meter dan tebal satu meter tanpa anjungan. Lebarnya 500 meter dengan panjang 700 meter mengelilingi Kamandungan Utara sampai Kamandungan Selatan.

Jalan Masuk Alun-alun

Didepan pintu gerbang I (Gapura Gladag) menuju alun-alun, terdapat dua buah patung raksasa, yang dibuat pada tahun Jawa 1860 atau 1930 masehi. Bahannya dari pasir Pandansimping.

Jalan masuk alun-alun dibagi dua: Gladag di ssebelah utara dan Pamurakan di selatan, yang di kiri-kanan berdiri gapura yang megah dibangun pada tahun 1930.

Sebelah utara digunakan untuk kandang rusa dan binatang lainnya dan sebelah selatan untuk “memurak” (memotong-motong) daging.

Baca: Promo PANDAWA WATER WORLD Solo Diskon 50%

Alun-alun Utara

Alun-alun utara adalah suatu tanah lapang yang luas lapang yang luas. Di sini dilangsungkan bermacam-macam keramaian, latihan berperang, olah raga, dsb.

Dulu fungsinya untuk latihan perang dengan naik kuda, bertombak, upacara Maleman (21 Puasa) dan Grebeg 1 Syawal, 10 Dulhijah, dan 12 Maulud. Di samping itu, alun-alun juga dipergunakan untuk “rampongan” harimau sebagai latihan kemahiran mempergunakan tombak. Juga untuk mengadili orang yang salah menurut pengadilan Pradata (negeri).

Dua Beringin Putih

Di tengah alun-alun terdapat dua pohon beringin putih. Sebelah barat bernama Dewandaru  (keluhuran), sebelah timur bernama Jayandaru (kemenangan). Di sinilah  tempat hak petisi bagi seseorang/rakyat yang tidak puas terhadap raja. Dengan berpakaian serba putih ia  duduk di bawah pohon beringin kurung.

Tiga Pucuk Meriam

Sebelah selatan alun-alun terdapat 3 pucuk meriam yaitu Kyai Pancawara, Kyai Swuhbrasta, Kyai Sagarawana. Meriam bukan alat perang tetapi tanda kerajaan, yaitu menandai peristiwa penting: menghormati tamu agung, kelahiran putra-putri Paku Buwana dari permaisuri, dan tiap pesowanan agung.

Waringin Gung

Sebelah selatan alun-alun berdiri waringin Gung (besar/tinggi) dan waringin Binatur (rendah/hina). Di sebelah baratnya berdiri tugu peringatan 200 tahun Keraton Surakarta.

Panggung Songgo Buwono

bagian dalam Keraton Surakarta Hadiningrat Solo Surakarta Jawa Tengah
Bagian dalam Keraton Surakarta Hadiningrat.
Foto : Googlemap/Michael Posumah

Panggung Songgo Buwono didirikan tahun 1777. Dipercaya jaman dulu tempat ini digunakan sebagai tempat meditasi raja untuk kontak batin dengan penguasa laut selatan. Menara setinggi 30 meter ini berfungsi sebagai menara dan tempat memata-matai Belanda pada masa penjajahan khususnya dari Supit Urang dan Benteng Vastenburg.

Bangunan ini  bertingkat empat dengan model atap tutup saji bersudut delapan.

Sasana Sumewa

Di tepi jalan sebelah selatan alun-alun terdapat bangsal besar yang menghadap ke utara, bernama Sasana Sumewa. Bangsal ini dibangun mulai tahun 1913.

Sithinggil Utara

Di selatan Sasana Sumewa terdapat sebidang tanah tinggi dengan pagar batu dan terali besi, dinamakan Sitihingil. Sitihinggil dan Sasana Sumewa dikelilingi jalan yang bernama supit urang.

Adapun bangsal di tepi sebelah timur adalah Bangsal Angun-angun, bangsal Gandhek Tengen, Bale Bang, dan Gandhek Kiwa.

Benda Pusaka Keraton Surakarta Hadiningrat

benda pusaka koleksi keraton
Koleksi benda pusaka yang ada di Keraton. Foto: Google Maps/Febrian Kaka Prijatmanto

Konsep pusaka termasuk wangkingan (keris), tombak, pedang, wayang, tarian, kereta dan sebagainya. Pusaka yang memiliki prabawa tinggi dianggap sebagai pepundhen untuk dihormati.

Pusaka berupa senjata di Keraton Surakarta merupakan peninggalan sejak kerajaan Majapahit. Pusaka-pusaka tersebut disimpan di kamar pusaka yang berada di Dalam Ageng Prabasuyasa.

Sebagai bentuk penghormatan pada pusaka Keraton, dapat ditemukan dalam pemberian sebutan Kyai bagi pusaka. Misalnya Kanjeng Kyai Singkir, Kyai Slamet, Kyai Tulak Riwis, Kyai Baro, dan Kyai Pulageni.

Perpustakaan di Keraton Surakarta Hadiningrat

Sasana Pustaka atau Perpustakaan Keraton Surakarta sudah berusia 79 tahun. Perpustakaan tersebut didirikan sebagai tempat menyimpan buku-buku, kitab-kitab Al-Qur’an dan lain-lain. Sasana Pustaka menempati ruangan dua lantai di selatan Sasana Handrawina. Sasana Pustaka terbuka untuk umum dengan syarat surat pengantar dan menyebutkan tujuan kunjungan.

Perpustakaan Keraton ini menyimpan buku-buku Babad tentang Raja-Raja Surakarta dan Dinasti Mataram, Sejarah Keraton dan pengetahuan tentang kebudayaan Keraton serta informasi lainnya. Di sini juga tersimpan koleksi surat kabar kuno, seperti Bromartani yang diletakkan dalam ruangan khusus.

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka memiliki koleksi berbagai macam arca, pusaka adat, wayang kulit dan buku-buku kuno. Museum terdiri dari 9 ruang.

Ruang I berisi gambar-gambar dan ukiran, dan ruang II berisi benda-benda perunggu dan batik. Adegan Pengantin Jawa dan perlengkapannya mengisi Ruang III berisi sedangkan ruang IV berisi kesenian rakyat. Sedangkan benda-benda Keraton disimpan di Ruang IX.

Lokasi Keraton Surakarta Hadiningrat

Bangunan bersejarah ini berada di alamat Baluwarti, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Very PoorPoorAverageGoodExcellent 5,00 / 2 pembaca