CANDI CANGKUANG Tiket, Jam Buka dan Daya Tarik Juni 2024

  • Harga Tiket Masuk Candi Cangkuang: Rp3.000-Rp5.000
  • Jam Buka: 07.30 - 17.00
  • Nomor Telepon: -
  • Alamat: Leuwigoong Karanganyar, Cangkuang, Leles, Garut, Jawa Barat, Indonesia, 44119

Keberadaan objek wisata berupa candi identik dengan daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, ternyata ada juga candi yang berada di Jawa Barat. Salah satu candi yang masih ada secara utuh yaitu Candi Cangkuang yang berada di Kabupaten Garut.

Yang menarik dari keberadaan candi ini adalah lokasinya yang terletak di pulau di tengah danau. Selain itu, Candi Cangkuang justru berdampingan dengan sejarah penyebaran Islam di daerah sekitarnya. Selain sekelilingnya merupakan alam yang cantik, candi ini juga dilingkupi suasana adat yang kental.

Harga Tiket Masuk Candi Cangkuang

Untuk mengunjungi Candi Cangkuang, pengunjung cukup membeli tiket masuk ke kawasan danau wisata Situ Cangkuang. Kemudian lanjutkan perjalanan dengan rakit hingga ke Pulau Panjang di tengah danau. Baik tiket masuk maupun tiket rakit harganya sangat terjangkau. Untuk tiket masuk Candi Cangkuang yaitu Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Baca: SITU CANGKUANG Garut Tiket & Ragam Aktivitas

Jam Buka Candi Cangkuang

Kawasan wisata candi terbuka untuk umum setiap hari. Pada hari-hari besar Islam tertentu, area candi akan berlangsung perayaan. Jam buka Candi Cangkuang mulai pukul 07.30 pagi dan akan tutup pukul 5 sore.

Daya Tarik Candi Cangkuang

Situs Cangkuang Kampung Pulo
Situs Cangkuang meliputi Candi Cangkuang, kampung adat Kampung Pulo, dan makam penyebar ajaran Islam di Cangkuang – Foto: Google Maps/Indi28

Baca: DARAJAT PASS Garut Tiket & Ragam Aktivitas

Candi Cangkuang merupakan candi hindu yang ditemukan di kawasan Kampung Pulo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kampung Pulo adalah kampung adat yang sudah ada sejak lama Desa Cangkuang. Kampung ini bertempat di sebuah pulau bernama Pulau Panjang di tengah Situ Cangkuang.

Candi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari objek wisata Situ Cangkuang. Candi ini ditetapkan sebagai cagar budaya dan situs bersejarah. Wisatawan yang berkunjung akan dapat belajar mendalami potongan sejarah, ada-istiadat, sekaligus mengapresiasi keindahan alam Swiss van Java.

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang tampak depan
Candi Cangkuang adalah salah satu candi hindu di daerah Priangan. – Foto: Google Maps/Agus Purwanto

Menurut perkiraan Candi Cangkuang sudah berdiri pada abad ke-8 Masehi. Wujud utuhnya yang bisa terlihat pada saat ini bukanlah ornamen aslinya 100 persen. Lebih dari setengah bagian candi sudah mengalami proses pemugaran ulang demi menghasilkan konstruksi yang serupa dengan aslinya. Namun, hal ini tidak mengurangi kemegahan bentuk candi.

Nama candi berasal dari nama daerah setempat. Kata “cangkuang” adalah nama jenis tanaman yang banyak tumbuh di kawasan ini. Akses menuju candi menjadi daya tarik tersendiri. Karena letaknya berada di pulau di tengah danau, wisatawan bisa mencapainya dengan menaiki rakit atau perahu.

Pepohonan yang mengelilingi candi
Candi Cangkuang berada di Kampung Pulo, Situ Cangkuang. – Foto: Google Maps/Indra Kristiawan

Fondasi candi berukuran 4,5 meter kali 4,5 meter, dan tinggi setelah pemugaran adalah 8,5 meter. Bagian dalam candi merupakan ruang untuk menyimpan Arca Syiwa. Petunjuk keberadaan arca ini tertulis dalam catatan arkeologi Belanda. Penemuan arca serta candi ini menjadi bukti bahwa agama Hindu ternyata menyebar hingga ke Jawa Barat.

Baca: Sabda Alam Garut Tiket & Berbagai Aktivitas Seru

Makam Dalem Arief

Makam Dalem Arief Muhammad
Makam Dalem Arief Muhammad, penyebar ajaran Islam di Kampung Pulo – Foto: Google Maps/Suci Aliza Sukiman

Reruntuhan makam yang terdapat di dekat candi adalah makam salah satu leluhur penduduk Kampung Pulo, yaitu Dalem Arief Muhammad. Dalem Arief berasal dari Kesultanan Mataram Islam di Yogyakarta. Setelah gagal mengusir VOC di Batavia, Dalem Arief menyingkir dan menetap di kawasan Cangkuang.

Pembuatan Situ Cangkuang merupakan hasil bendungan yang dengan inisiasi oleh Dalem Arief. Ia berhasil menyebarkan ajaran agama Islam di Cangkuang, terutama di Kampung Pulo.

Banyak jejak peninggalan Dalem Arief yang masih terlihat sampai sekarang di Museum Situ Cangkuang. Masjid Kampung Pulo juga merupakan salah satu peninggalannya yang masih berdiri tegak. Makamnya hingga saat ini masih sering menjadi tujuan ziarah oleh warga dari berbagai daerah.

Baca: Pantai Santolo Garut Tiket & 9 Ragam Aktivitas

Museum Situs Cangkuang

Museum Situs Cangkuang
Museum yang menyimpan benda-benda peninggalan terkait penyebaran Islam di Kampung Pulo – Foto: Google Maps/Ade Supriadi Kecil

Baca: Talaga Bodas Garut Tiket & Aktivitas

Museum Situ Cangkuang masih berlokasi di area yang sama dengan Candi Cangkuang. Museum kecil ini menyimpan berbagai hasil galian dan peninggalan penyebaran agama Islam di Cangkuang.

Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan kitab-kitab tulisan tangan Dalem Arief. Ada juga Al-Quran dan catatan khotbah Jumat yang seluruhnya terbuat dari kulit kayu. Pengunjung yang ingin mengetahui sejarah mengenai menyebarnya agama Islam di Cangkuang bisa menyempatkan untuk berkunjung kemari.

Di hari-hari tertentu, warga Kampung Pulo akan mengadakan pencucian benda dan senjata pusaka yang ada di museum ini. Acara ini biasanya berlangsung pada tengah malam, namun bisa disaksikan oleh masyarakat umum juga.

Kampung Pulo

Rumah adat Kampung Pulo
Area Kampung Pulo hanya berisi enam bangunan rumah adat – Foto: Google Maps/Firman Lukman

Kampung Pulo yang menjadi keberadaan Candi Cangkuang adalah salah satu objek wisata menarik lainnya di sini. Masyarakat kampung ini memegang teguh adat-istiadat serta tradisi turun-temurun hingga saat ini.

Salah satunya adalah larangan menambah bangunan tinggal. Oleh karena itu, kampung ini hanya terdiri dari enam buah rumah dan satu masjid kecil, dari dulu hingga sekarang.

Baca: 9 Tempat Wisata Menarik Di Garut

Kawasan Kampung Pulo
Kampung Pulo yang menjadi tempat berdirinya candi dengan dekorasi kekinian – Foto: Google Maps/Kurniadi Hidayatulloh

Wisatawan tidak akan menemukan suasana kuno dan gelap di kampung adat ini. Meski memegang teguh tradisi, Kampung Pulo tidak ragu untuk berbenah menjadi objek wisata yang menarik. Kawasan kampung tertata rapi serta berhias dekorasi cantik yang diganti secara berkala. Tidak heran jika kawasan ini selalu jadi primadona bagi para pemburu foto maupun swafoto.

Fasilitas Candi Cangkuang

Fasilitas yang terdapat di sekitar candi sudah lengkap dan memadai. Area parkir tersedia di gerbang masuk Situ Cangkuang. Di dalam kawasan situ dan sekitar candi terdapat toilet, mushola, kios makanan, dan kios suvenir. Untuk menyeberangi danau, wisatawan bisa menggunakan rakit atau perahu.

Lokasi Candi Cangkuang

Rakit di Situ Cangkuang
Rakit atau “getek” untuk menyeberangi danau – Foto: Google Maps/Jajang Jaelat

Untuk mencapai Candi Cangkuang, wisatawan harus menyeberangi Situ Cangkuang terlebih dahulu. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Kampung Pulo sendiri menempati Pulau Panjang yang berada di tengah Situ Cangkuang.

Untuk menuju Situ Cangkuang, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi roda empat atau roda dua. Jika menaiki kendaraan umum, gunakan bus jurusan Bandung – Leles hingga Alun-Alun Leles. Dari sini, lanjutkan perjalanan dengan menggunakan delman atau ojek dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Ulasan Pembaca

4.8 - 54 Pembaca

Berikan Nilai

Harga dapat berubah sewaktu-waktu terutama pada saat peak season seperti Hari Raya Lebaran, Musim Liburan serta Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu ada baiknya pembaca langsung menghubungi kontak tempat wisata atau akomodasi terkait. Meskipun begitu kami juga secara berkala melakukan pembaruan harga.
Bagikan konten ke:

3 Komentar

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Berapa tiket masuk untuk prewedding di situ Cangkuang
    Dan Wisatanya buka atau tidak untuk bulan oktober