Beranda Tiket Wisata

Candi Cangkuang Garut Tiket & Ragam Daya Tarik - April 2020

Candi Cangkuang Harga Tiket: Rp5.000 - Rp7.500 Jam Buka: 08.00 - 16.00 No. Telepon: - Alamat: Leuwigoong Karanganyar, Cangkuang,Leles,Garut,Jawa Barat,Indonesia,44119.

Keberadaan objek wisata berupa candi identik dengan daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, ternyata ada juga candi yang ditemukan di Jawa Barat. Salah satu candi yang bisa dilihat secara utuh adalah Candi Cangkuang yang berada di Kabupaten Garut.

Yang menarik dari keberadaan candi ini adalah lokasinya yang terletak di pulau di tengah danau. Selain itu, Candi Cangkuang justru berdampingan dengan sejarah penyebaran Islam di daerah sekitarnya. Selain dikelilingi alam yang cantik, candi ini juga dilingkupi suasana adat yang kental.

Tiket Masuk Candi Cangkuang

Untuk mengunjungi Candi Cangkuang, pengunjung cukup membeli tiket masuk ke kawasan danau wisata Situ Cangkuang. Perjalanan dilanjutkan dengan rakit hingga ke Pulau Panjang di tengah danau. Baik tiket masuk maupun tiket rakit harganya sangat terjangkau.

Harga Tiket Masuk
Anak-Anak Rp5.000
Dewasa Rp7.500
Wisatawan Mancanegara Rp12.000
Parkir Motor Rp3.000
Parkir Mobil Rp5.000
Parkir Bus Rp13.000
Tiket Rakit Rp5.000 per orang

Baca: 9 Tempat Wisata Menarik Di Garut

Jam Buka

Kawasan wisata candi dibuka untuk umum setiap hari. Pada hari-hari besar Islam tertentu, area candi akan digunakan untuk perayaan.

Jam Operasional
Setiap Hari 08.00 – 16.00

Daya Tarik Candi Cangkuang

Situs Cangkuang Kampung Pulo
Situs Cangkuang meliputi Candi Cangkuang, kampung adat Kampung Pulo, dan makam penyebar ajaran Islam di Cangkuang – Foto: Google Maps/Indi28

Baca: DARAJAT PASS Garut Tiket & Ragam Aktivitas

Candi Cangkuang merupakan candi hindu yang ditemukan di kawasan Kampung Pulo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kampung Pulo adalah kampung adat yang sudah ada sejak lama Desa Cangkuang. Kampung ini bertempat di sebuah pulau bernama Pulau Panjang di tengah Situ Cangkuang.

Candi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari objek wisata Situ Cangkuang. Candi ini ditetapkan sebagai cagar budaya dan situs bersejarah. Wisatawan yang berkunjung akan dapat belajar mendalami potongan sejarah, ada-istiadat, sekaligus mengapresiasi keindahan alam Swiss van Java.

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang tampak depan
Candi Cangkuang adalah salah satu candi hindu di daerah Priangan. – Foto: Google Maps/Agus Purwanto

Baca: Sabda Alam Garut Tiket & Berbagai Aktivitas Seru

Candi Cangkuang adalah candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi. Wujud utuhnya yang bisa dilihat oleh wisatawan pada saat ini bukanlah ornamen aslinya 100 persen. Lebih dari setengah bagian candi dibuat ulang demi menghasilkan konstruksi yang serupa dengan aslinya. Namun, hal ini tidak mengurangi kemegahan bentuk candi.

Nama candi diambil dari nama daerah setempat. Kata “cangkuang” adalah nama jenis tanaman yang banyak tumbuh di kawasan ini. Akses menuju Candi Cangkuang menjadi daya tarik tersendiri. Karena letaknya berada di pulau di tengah danau, wisatawan bisa mencapainya dengan menaiki rakit atau perahu.

Pepohonan yang mengelilingi candi
Candi Cangkuang berada di Kampung Pulo, Situ Cangkuang. – Foto: Google Maps/Indra Kristiawan

Fondasi candi berukuran 4,5 meter kali 4,5 meter, dan tinggi setelah pemugaran adalah 8,5 meter. Bagian dalam candi merupakan ruang untuk menyimpan Arca Syiwa. Petunjuk keberadaan arca ini ditulis dalam catatan arkeologi Belanda. Ditemukannya arca serta candi ini menjadi bukti bahwa agama Hindu ternyata menyebar hingga ke Jawa Barat.

Makam Dalem Arief

Makam Dalem Arief Muhammad
Makam Dalem Arief Muhammad, penyebar ajaran Islam di Kampung Pulo – Foto: Google Maps/Suci Aliza Sukiman

Baca: Pantai Santolo Garut Tiket & 9 Ragam Aktivitas

Reruntuhan makam yang ditemukan di dekat candi adalah makam salah satu leluhur penduduk Kampung Pulo, yaitu Dalem Arief Muhammad. Dalem Arief berasal dari Kesultanan Mataram Islam di Yogyakarta. Setelah gagal mengusir VOC di Batavia, Dalem Arief menyingkir dan menetap di kawasan Cangkuang.

Pembuatan Situ Cangkuang merupakan hasil bendungan yang diinisiasi oleh Dalem Arief. Ia berhasil menyebarkan ajaran agama Islam di Cangkuang, terutama di Kampung Pulo.

Banyak jejak peninggalan Dalem Arief yang masih bisa disaksikan sampai sekarang di Museum Situ Cangkuang. Masjid Kampung Pulo juga merupakan salah satu peninggalannya yang masih berdiri tegak. Makamnya hingga saat ini masih sering dijadikan tujuan ziarah oleh warga dari berbagai daerah.

Museum Situs Cangkuang

Museum Situs Cangkuang
Museum yang menyimpan benda-benda peninggalan terkait penyebaran Islam di Kampung Pulo – Foto: Google Maps/Ade Supriadi Kecil

Baca: Talaga Bodas Garut Tiket & Aktivitas

Museum Situ Cangkuang masih berlokasi di area yang sama dengan Candi Cangkuang. Museum kecil ini menyimpan berbagai hasil galian dan peninggalan penyebaran agama Islam di Cangkuang.

Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan kitab-kitab tulisan tangan Dalem Arief. Ada juga Al-Quran dan catatan khutbah Jumat yang seluruh dibuat di kulit kayu. Pengunjung yang ingin mengetahui sejarah mengenai menyebarnya agama Islam di Cangkuang bisa menyempatkan untuk berkunjung kemari.

Di hari-hari tertentu, warga Kampung Pulo akan mengadakan pencucian benda dan senjata pusaka yang ada di museum ini. Acara ini biasanya diadakan pada tengah malam, namun bisa disaksikan oleh masyarakat umum juga.

Kampung Pulo

Rumah adat Kampung Pulo
Area Kampung Pulo hanya diisi oleh enam bangunan rumah adat – Foto: Google Maps/Firman Lukman

Kampung Pulo yang menjadi keberadaan Candi Cangkuang adalah salah satu objek wisata menarik lainnya di sini. Masyarakat kampung ini memegang teguh adat-istiadat serta tradisi turun-temurun hingga saat ini.

Salah satunya adalah larangan menambah bangunan tinggal. Oleh karena itu, kampung ini hanya terdiri dari enam buah rumah dan satu masjid kecil, dari dulu hingga sekarang.

Kawasan Kampung Pulo
Kampung Pulo yang menjadi tempat berdirinya Candi Cangkuang dihias dengan dekorasi kekinian – Foto: Google Maps/Kurniadi Hidayatulloh

Wisatawan tidak akan menemukan suasana kuno dan gelap di kampung adat ini. Meski memegang teguh tradisi, Kampung Pulo tidak ragu untuk berbenah menjadi objek wisata yang menarik. Kawasan kampung ditata rapi serta dihiasi dekorasi cantik yang diganti secara berkala. Tidak heran jika kawasan ini selalu jadi primadona bagi para pemburu foto maupun swafoto.

Fasilitas Candi Cangkuang

Fasilitas yang terdapat di sekitar candi sudah lengkap dan memadai. Area parkir tersedia di gerbang masuk Situ Cangkuang. Di dalam kawasan situ dan sekitar candi terdapat toilet, mushola, kios makanan, dan kios suvenir. Untuk menyeberangi danau, wisatawan bisa menggunakan rakit atau perahu.

Lokasi Candi Cangkuang

Rakit di Situ Cangkuang
Rakit atau “getek” yang digunakan untuk menyeberangi danau – Foto: Google Maps/Jajang Jaelat

Untuk mencapai Candi Cangkuang, wisatawan harus menyeberangi Situ Cangkuang terlebih dahulu. Candi ini terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Kampung Pulo sendiri menempati Pulau Panjang yang berada di tengah Situ Cangkuang.

Untuk menuju Situ Cangkuang, wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi roda empat atau roda dua. Jika menaiki kendaraan umum, gunakan bus jurusan Bandung – Leles hingga Alun-Alun Leles. Dari sini, lanjutkan perjalanan dengan menggunakan delman atau ojeg dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Very PoorPoorAverageGoodExcellent5,00 | 1 Pembaca

Beri Komentar

Silahkan ketik komentar
Please enter your name here