Beranda Tiket Wisata

Monumen Palagan Ambarawa Wisata Sejarah Lengkap Desember 2021

Monumen Palagan AmbarawaHarga Tiket: Rp7.500Jam Buka: 08.00 - 18.00No Telp: -Alamat: Jl. Mgr. Sugiyopranoto, Panjang Lor, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50614

Di Indonesia, ada banyak tempat bersejarah yang kini menjadi objek wisata salah satunya Monumen Palagan Ambarawa Semarang. Seperti namanya, di sini terdapat monumen dengan patung-patung para pejuang. Banyak patung dengan berbagai pose, mengenakan pakaian perang lengkap. Tak lupa juga membawa senjata yang seolah siap untuk menyerang lawan.

Ada juga kendaraan perang yang dulu pernah digunakan dalam peristiwa ini. Serta meriam yang juga turut andil dalam peristiwa bersejarah ini. Tak hanya monumen peringatan bersejarah, di sini juga terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah. Sehingga ketika datang ke sini, wisatawan dapat belajar sejarah sambil berkeliling kawasan wisata.

Harga Tiket Masuk Monumen Palagan Ambarawa

Objek wisata ini sangat terjangkau, karena seringkali mendapat kunjungan anak sekolah untuk belajar. Selain tiket masuk, wisatawan juga perlu membayar tarif parkir yang masih terjangkau.

Harga Tiket Masuk
Tiket masukRp 7.500
Tarif Parkir
MotorRp 2.000
MobilRp 4.000

Baca: Tempat Wisata di Semarang: 39 Rekomendasi Lengkap

Jam Operasional

Objek wisata ini buka setiap hari, mulai dari pagi hingga sore hari. Agar lebih nyaman berkunjung, wisatawan bisa datang mulai dari pagi hari. Dan sebaiknya, jangan terlalu sore agar dapat berkeliling dengan puas di kawasan monumen.

Jam Operasional
Setiap hari08:00 – 17:00 WIB

Menjelajahi Monumen Bersejarah Palagan Ambarawa

Monumen Palagan Ambarawa
Monumen Palagan Ambarawa. Foto: Gmap/Dionisius Herucakra

Monumen Palagan Ambarawa sarat akan makna perjuangan rakyat Indonesia. Pembangunan monumen ini bertujuan sebagai simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada 12-15 Desember 1945. Dimana kala itu, sekutu dan NICA tiba di Ambarawa yang kemudian memicu pertempuran. Peresmian monumen ini oleh Presiden Soeharto pada tanggal 15 Desember 1974.

Selama berada di sini wisatawan dapat melihat sebuah monumen dengan tinggi kurang lebih 5 meter. Dengan lambang Pancasila berlatar belakang segi lima. Selanjutnya di depan tugu terdapat patung tiga orang tentara pejuang. Masing-masing memegang senjata, yaitu senapan dan bambu runcing.

Baca: Kota Lama Semarang Wisata Murah Era Kolonial

Belajar Sejarah di Museum Isdiman

Wisatawan tidak hanya dapat menikmati monumen di halaman saja. Karena keunikan dari objek wisata ini salah satunya adanya museum yang menyimpan sejarah peristiwa tersebut. Selama berada di museum wisatawan dapat menjumpai foto-foto para pejuang Pertempuran Palagan. Ada juga lukisan panjang yang menggambarkan kondisi saat pertempuran terjadi.

Nama Museum sengaja diambil dari salah satu pejuang pertempuran Palagan Ambarawa yaitu Kolonel Anumerta Isdiman. Beliau adalah seorang perwira Tentara Keamanan Rakyat yang gugur saat peristiwa ini terjadi.

Maka untuk mengenang jasanya meseum ini menggunakan namanya. Selain itu terdapat juga patung buste yang menyambut wisatawan di pintu masuk museum didedikasikan untuk beliau. Selanjutnya ada pula foto dan lukisan.

Wisatawan juga dapat melihat benda-benda peninggalan saat pertempuran. Seperti senjata yang digunakan dalam pertempuran ini. Kemudian berbagai jenis senapan pada saat pertempuran terjadi.

Baca: Lembah Sumilir Semarang Tiket & Wahana

Pesawat Perang Mustang Cocor Merah

Pesawat Tempur Mustang Cocor Merah
Pesawat Tempur Mustang Cocor Merah. Foto: Gmap/Laras

Salah satu kendaraan tempur yang digunakan pada saat pertempuran adalah pesawat. Pesawat yang ada di objek wisata ini berjenis Mustang Cocor Merah. Pesawat ini berbentuk ramping, dengan bagian depan terdapat baling-baling. Di ujung pesawat terdapat warna merah, sehingga berjuluk cocor merah.

Lokasi pesawat ini berada di halaman, dengan atap baja yang kuat. Pesawat ini merupakan produksi Gaveller Aircraft Corporation. Berjenis pemburu dengan beratnya mencapai tujuh ton. Yang kala itu, pasukan Tentara Keamanan Rakyat begitu takut dengan pesawat ini. Namun akhirnya, Tentara Keamanan Rakyat berhasil menembak pesawat ini dan tenggelam di Rawa Pening.

Truk Pengangkut Perang

Selain pesawat, kendaraan saat tempur selanjutnya adalah truk. Truk yang digunakan saat pertempuran itu adalah buatan Amerika Serikat tahun 1941. Beratnya mencapai empat ton, dan berfungsi untuk mengangkut pasukan saat pertempuran berlangsung.

Truk ini berwarna gelap, dengan bagian depan seperti bemo. Bagian belakang truk berupa bak untuk memuat para pasukan di medan perang.

Kereta Api Uap

Tidak hanya pesawat dan truk, saat pertempuran berlangsung, kendaraan lain yang turut andil adalah kereta api. Kereta api ini memiliki lokomotif berwarna hitam, yang mengeluarkan uap ketika berjalan. Di belakangnya menarik gerbong-gerbong yang panjangnya beberapa meter. Uniknya, gerbong pada kereta api tersebut terbuat dari kayu.

Kereta api ini buatan tahun 1902. Sedangkan negara yang memproduksi adalah Jerman. Penggunaan kereta ini sangat bermanfaat karena mampu mengangkut banyak penumpang.

Melihat Berbagai Macam Meriam Perang

Meriam Perang di Halaman Monumen
Meriam Perang di Halaman Monumen. Foto: Gmap/Anggreknya Orchid

Salah satu senjata yang digunakan untuk berperang adalah meriam. Karena tidak muat di dalam museum bersama senjata yang lain, meriam perang ini diletakkan di halaman. Wisatawan dapat melihat berbagai macam meriam perang di halaman monumen. Salah satunya adalah meriam anti tank buatan Inggris.

Meriam ini dulu termasuk keluaran terbaru. Pada saat ini usianya setara dengan usia kemerdekaan Indonesia. Selain meriam anti tank, ada juga meriam gunung buatan Swedia. Sejauh ini total terdapat empat meriam, yang kini sudah tidak aktif lagi.

Lokasi Monumen Palagan Ambarawa

Objek wisata ini berlokasi di Jl. Mgr. Sugiyopranoto, Panjang Lor, Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Tanggapan:

5 / 5. dari 1

Kasi Bintang