Beranda Tiket Wisata

Pantai Parangkusumo Tiket & Ragam Atraksi Wisata - November 2019

Tgl. Update:Senin, Oktober 14, 2019
Pantai Parangkusumo Harga Tiket: Rp5.000 Jam Buka: 24 Jam No. Telepon: - Alamat: Jl. Pantai Parangkusumo, Pantai, Parangtritis,Kretek,Bantul,DI Yogyakarta,Indonesia,55772.

Salah satu destinasi wisata di kota Bantul yang paling terkenal adalah pantainya. Terletak di daerah selatan kota Yogyakarta, pantai-pantai di daerah tersebut kerap mendapat julukan sebagai Pantai Selatan. Salah satunya adalah Pantai Parangkusumo.

Pantai Parangkusumo ini begitu lekat dengan salah satu legenda mengenai Ratu Pantai Selatan atau yang dikenal dengan sebutan Nyi Roro Kidul. Bahkan di beberapa lokasi, wisatawan bisa menjumpai wadah-wadah kecil sebagai tempat bunga dengan bau khas yang disebut sesajen. Pantai yang berada di satu kawasan dengan Pantai Parangtritis ini tidak hanya menonjolkan nuansa mistisnya saja, karena masih banyak keindahan lain yang tersimpan di dalamnya.

Harga Tiket Masuk

Nama yang hampir sama serta lokasi berdekatan dengan Pantai Parangtritis membuat pengelola menerapkan kebijakan istimewa untuk tiket masuknya. Tiket masuk yang dibeli merupakan satu paket, jadi wisatawan cukup membayar satu tiket aja dan sudah bisa menikmati dua wisata pantai sekaligus yaitu Parangtritis dan Parangkusumo. Harganya pun juga cukup bersahabat melihat banyaknya keindahan yang disajikan.

Harga Tiket Masuk
JenisHarga
Tiket Masuk Anak / DewasaRp5.000

Baca: Gumuk Pasir Parangkusumo Tiket & Aktivitas

Jam Operasional

Dua pantai fenomenal tersebut memang kerap menjadi tujuan utama wisatawan saat mendarat di kota istimewa Yogyakarta. Sehingga jam berkunjungnya pun fleksibel selama 24 jam non stop. Wisatawan pun bebas untuk menikmati indah dan eksotisnya pantai tersebut mulai pagi hingga malam hari.

Daya Tarik Pantai Parangkusumo

Seperti yang kerap dibicarakan jika Pantai Parangkusumo kerap dikaitkan dengan legenda Ratu Pantai Selatan. Sehingga tak heran jika di Pantai ini sangat dikeramatkan oleh penduduk lokal. Salah satu yang bisa disaksikan oleh wisatawan adalah dengan digelarnya beberapa upacara adat. Mengetahui hal tersebut, alangkah baiknya jika wisatawanpun juga menjaga sikapnya selama berkunjung di Pantai Parangkusumo.

Menyaksikan Ritual Upacara Labuhan di Pantai Parangkusumo

Upacara Labuhan di Pantai Parangkusumo
Ritual upacara Labuhan yang rutin diselenggarakan tiap tahun sebagai ucapan rasa syukur Foto: Instagram/farhanghalib76

Upacara Labuhan ini diadakan setiap tahun tepatnya di bulan Ruwah (dalam kalender Jawa). Tujuan utama dari ritual upacara Labuan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas berkah dan perlindungan bagi keraton Yogyakarta. Layaknya ritual pada umumnya yang selalu menyediakan sesembahan, kali ini berupa barang pribadi milik Sri Sultan selaku penguasa keraton.

Barang-barang tersebut biasanya berupa kuku, rambut, jarit (kain batik panjang), surjan (baju jas laki-laki khas jawa berkerah tegak dan berlengan panjang) serta beberapa hasil bumi. Selain barang pribadi milik Sri Sultan, ada juga beberapa makanan khas Jawa yang ikut dihanyutkan ke laut. Sebelum itu, tentu saja barang-barang tadi didoakan terlebih dahulu di dalam kompleks Cepuri.

Baca: Pantai Parangtritis Tiket & Ragam Aktivitas

Kemudian diarak oleh abdi dalem menuju ke Pantai Parangkusumo dengan disaksikan penduduk setempat dan juga wisatawan. Beberapa makanan yang ikut dihanyutkan biasanya diperebutkan pengunjung untuk mendapatkan berkahnya. Kabarnya ritual ini sudah dilakukan bertahun-tahun lalu, sehingga menjadi agenda rutin budaya dan wisata di Pantai Parangkusumo.

Upacara Keagamaan Melasti Menyambut Tahun Baru

Upacara Melasti Bagi Agama Hindu
Upacara keagamaan umat Hindu, Melasti sebagai penyambutan tahun baru Saka Foto: Instagram/dannyalfiando

Selain ritual yang berhubungan dengan adat dan budaya di Yogyakarta, Pantai Parangkusumo juga digunakan untuk upacara keagamaan. Upacara tersebut biasanya dilakukan oleh pemeluk agama Hindu yaitu Melasti. Tujuan dari upacara tersebut sebagai bentuk membersihkan diri dari keburukan, sehingga siap menyambut tahun baru Saka dengan jiwa yang baru dan jernih.

Layaknya upacara Labuhan, pada Melasti juga menyiapkan sesajian yang berasal dari buah-buahan maupun sayuran. Dekorasi banten atau sesajian itu terbuat dari janur kuning serta bunga. Jam 12.45 pengumuman bahasa Jawa diperdengarkan sebagai pertanda acara akan dimulai sekaligus penancapan dupa wangi di sesajian.

Baca: Teras Kaca Pantai Nguluran Tiket & Wahana Unik

Jam 13.00 musik gamelan mulai dimainkan dan para pemeluk agama Hindu masuk area persembahyangan yang dibatasi tali berwarna kuning. Setelah iring-ringan membawa Jempana (simbol stana Ida Bhatara-Bhatari) pembawa acara membacakan rangkaian acara. Selanjutnya Bupati Bantul, Suharsono mulai meresmikan pembukaan acara melasti tersebut

Karena berupa upacara keagamaan, tentunya yang hadir adalah yang beragama Hindu lengkap dengan balutan busana khas Bali. Sebelum melaksanakan ritual larung sesajain ke laut, peserta akan menampilkan berbagai tarian indah. Acara ini bebas disaksikan oleh para wisatawan yang penasaran dengan upacara keagaaman serta keberagaman yang ada di Indonesia.

Wisata Spiritual di Komplek Cepuri (Batu Cinta)

Batu Cinta Parangkusumo
Komplek Cepuri atau Batu Cinta sebagai tujuan ziarah wisatawan dengan menaburkan bunga Foto: Google Maps/Prasetyo Budi Widagdo

Lokasi komplek Cepuri ini cukup luas dikeliling oleh tembok seluas 80 meter persegi. Di komplek tersebut bangunannya mirip dengan gazebo dengan cat warna putih.Wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di sana mungkin akan merasakan bagaimana sakralnya lokasi tersebut.

Selain itu terdapat dua batu besar berwarna hitam dengan ukuran berbeda dan saling berhadapan. Konon menurut cerita, dua batu besar itu merupakan tempat bertemunya Panembahan Senopati saat bertapa dengan Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Dua batu tersebut juga dikenal dengan nama Batu Cinta karena menjadi saksi perjanjian perkawinan politik antara Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul.

Para wisatawan sering melakukan ziarah di tempat tersebut dengan menaburkan bunga sekaligus memanjatkan doanya. Menurut juru kunci atau yang bertugas menjaga dan melestarikan tempat tersebut, Batu Cinta ramai pengunjung saat Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Selain itu di bagian utara juga terdapat hamparan batu karang dengan warna kecoklatan berbentuk seperti ular raksasa yang disebut Cepuri Parang Anom.

Sunset di Parangkusumo

Sunset di Parangkusumo
Menikmati matahari tenggelam di tepi pantai adalah momen yang tak boleh dilewatkan Foto: Google Maps/Rusby Anto

Tidak hanya keromantisan dari Panembahan Senopati dan Ratu Pantai Selatan saja yang tercipta, namun wisatawan juga bisa menciptakan suasana tersebut. Salah satunya dengan menikmati terbenamnya matahari di tepi pantai bersama orang terkasih. Pantulan cahaya warna matahari berwarna kuning kemerahan semakin menghangatkan suasana.

Momen seperti ini jelas tidak akan dilewatkan begitu saja oleh wisatawan untuk diabadikan. Pasalnya siluet yang tercipta akibat minimnya cahaya itu terlihat makin indah. Musim kemarau adalah waktu yang paling tepat untuk berburu gambar apik, sebab langit nampak bersih dari awan-awan mendung.

Rute dan lokasi Pantai Parangkusumo

Dari pusat kota Yogyakarta ke Pantai Parangkusumo, wisatawan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk jarak tempuh kurang lebih 30km. Dari Malioboro menuju ke Jalan Parangtritis hingga bertemu gerbang masuk Pantai Parangtritis.

Dari Pantai Parangtritis ambil jalan ke arah kanan hingga bertemu dengan lokasi tujuan Pantai Parangkusumo. Alamat lengkapnya yaitu Jl. Pantai Parangkusumo, Pantai, Parangtritis, Kec. Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55772.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.

Beri Komentar

Silahkan ketik komentar
Please enter your name here