Beranda Tiket Wisata

Saung Ranggon Bangunan Peninggalan Abad 16 - Desember 2019

Tgl. Update:Selasa, Desember 3, 2019
Saung Ranggon Harga Tiket: Gratis Jam Buka: 24 Jam No. Telepon: - Alamat: Saung Ranggon, Cikedokan,Cikarang Barat,Bekasi,Jawa Barat,Indonesia,17530.

Rekreasi ke tempat bersejarah pun bisa membantu menyegarkan pikiran, sekaligus menambah wawasan. Salah satu lokasi wisata sejarah yang menarik dan bisa menjadi referensi wisata adalah Saung Ranggon yang berada di Cikedokan, Cikarang Barat, Bekasi.

Kawasan cagar budaya yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat lokal. Bangunan rumah panggung berusia tua merupakan daya tarik utama tempat wisata ini. Selain cerita sejarah panjang dibalik keberadaannya.

Tiket Masuk

Untuk memasuki area cagar budaya ini pengunjung tidak dikenakan tiket masuk sama sekali. Bagi yang ingin masuk ke dalam saung, cukup berbicara pada penjaga objek wisata ini.

Harga Tiket Masuk
Tiket MasukGratis

Baca: 25 Tempat Wisata Menarik di Bekasi

Jam Operasional

Objek wisata ini dibuka untuk umum selama 24 jam. Meski tidak ada jam buka atau jam tutup yang diberlakukan, namun pengunjung tidak diperkenankan masuk ke dalam saung pada malam hari.

Jam Buka
Setiap Hari24 Jam

Daya Tarik Saung Ranggon

Saung Ranggon
Saung Ranggon adalah objek wisata sejarah yang berada di Kampung Cikedokan, Cikarang Barat – Foto: Google Maps/hae rul

Sesuai namanya, Saung Ranggon bukanlah objek wisata mewah dengan berbagai wahana yang tersedia. Di sini merupakan bangunan berusia tua berupa rumah panggung yang berada di Desa Cikedokan, Cikarang Barat, Bekasi.

Namun, tempat ini mungkin akan menjadi destinasi tepat bagi para pelancong yang tertarik dengan peninggalan bersejarah. Saung Ranggon yang telah berdiri sejak abad ke-16 ini memiliki kisah masa lalu serta nilai sejarah yang penting bagi masyarakat Cikedokan.

Baca: TRANS SNOW WORLD Bekasi Tiket & Atraksi

Cikedokan sebagai Tujuan Pelarian

Saung Ranggon
Saung Ranggon dibangun pada abad ke-16 oleh Pangeran Rangga, putra Pangeran Jayakarta – Foto: Google Maps/Suranto Widodo

Kampung Cikedokan tempat cagar budaya berada merupakan kampung yang letaknya cukup terpencil jika dibandingkan dengan kampung-kampung lainnya. Namun, hal inilah justru yang menjadikannya sebagai tujuan pelarian yang tepat. Cikedokan bermula sebagai tempat persembunyian bagi orang-orang buronan Belanda pada zamannya.

Pada masa pendudukan Belanda, banyak pribumi yang dijadikan target pengejaran Belanda karena berbagai kasus. Orang-orang yang disebut-sebut sebagai para leluhur warga kampung ini tiba di Kampung Cikedokan dalam keadaan menyamar. Inilah asal-muasal nama Cikedokan, yaitu “Ci” yang berarti ‘bening’,dan “Kedok” yang berarti penyamaran.

Baca: Taman Sehati Bekasi 3 Aktivitas Top

Ini juga yang menjadi latar belakang dibangunnya Saung Ranggon pada masa tersebut. Menurut informasi dari juru kunci, rumah panggung ini pun dibangun oleh buronan Belanda, Pangeran Rangga. Pangeran Rangga merupakan putra dari Pangeran Jayakarta, tokoh Betawi yang berperan penting dalam perlawanan terhadap Belanda di kawasan Jakarta dan Bekasi. Di sini konon menjadi tempat menetap sekaligus persembunyian bagi Pangeran Rangga pada abad ke-16.

Tertua di Bekasi

Rumah panggung saung ranggon
Cagar budaya rumah panggung Saung Ranggon. Foto: Google Maps/Echo Jadoel

Dari informasi juru kunci, diketahui bahwa keberadaan cagar budaya ini baru ditemukan lebih dari satu abad kemudian. Saung ini ditemukan oleh seseorang bernama Raden Abbas pada tahun 1821. Keturunannya kemudian menjadi penjaga atau juru kunci secara turun-temurun hingga saat ini.

Karena usianya ini, Saung Ranggon diklaim sebagai bangunan tertua yang berdiri di Cikarang Barat, bahkan kemungkinan di Bekasi. Meski telah mengalami renovasi beberapa kali, namun bentuknya tetap terjaga hingga saat ini. Pemilihan material bangunan untuk renovasi pun diperhatikan untuk menjaga nilai sejarahnya.

Baca: Rainbow Garden Bekasi Tiket & Aktivitas

Arsitektur Bangunan

kayu ulin
Tiang kayu ulin yang dipasang dengan metode pasak – Foto: Google Maps/hae rul

Saung Ranggon adalah bangunan berbentuk rumah panggung yang berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi. Dengan panjang bangunan 7,6 meter dan lebar 7,2 meter, bangunan ini berdiri kokoh di atas tanah dengan tinggi 2,5 meter dan ditopang oleh tiang-tiang kayu. Atapnya yang terdiri dari dua bidang miring dengan sirap kayu termasuk jenis atap Julang Ngapak.

Uniknya, bangunan ini tidak mempunyai jendela. Bentuk ini kemungkinan berkaitan dengan fungsinya sebagai rumah persembunyian. Hanya ada lubang selebar 30 cm di didi kiri dan kanan dinding bangunan, sementara pergantian udara melalui dinding bagian atas yang berfungsi sebagai ventilasi. Di depan, terdapat satu pintu di teras yang bisa dicapai melalui tujuh anak tangga.

Pengunjung bisa melihat bagian dalam rumah dengan meminta izin terlebih dahulu pada kuncen atau juru kunci. Bangunan ini hanya terdiri dari ruangan terbuka dengan satu kamar. Di sini, dapat terlihat dengan jelas tiang penopang dari kayu ulin yang kokoh dan kuat. Saking kuatnya, kayu ini tidak bisa dipasang dengan paku karena justru akan merusak pakunya, sehingga tiang dipasang dengan metode pasak.

Budaya dan Tradisi

Rumah makan
Rumah makan khas Sunda yang berada di samping Saung Ranggon – Foto: Google Maps/Hendra Rusbule

Saung Ranggon adalah tempat yang bernilai bagi masyarakat Cikedokan, sehingga selalu dijaga dan dipelihara kelestariannya. Setelah tidak lagi digunakan sebagai tempat persembunyian, cagar budaya ini kini menjadi tempat menyimpan benda-benda pusaka. Beberapa di antaranya adalah keris dan senjata tradisional lainnya.

Ketika Bulan Maulid tiba, dilaksanakan upacara Maulidan dengan mencuci benda-benda pusaka. Acara dilanjutkan dengan hiburan seperti Tari Jaipong Sunda-Bekasi serta wayang kulit Betawi. Kegiatan ini dilakukan di halaman saung dan bisa disaksikan oleh wisatawan.

Selain warga setempat, banyak juga orang luar yang bertandang ke sini dengan tujuan tertentu. Ada yang ziarah, berdoa, maupun melaksanakan ritual-ritual pribadi. Ada pantangan yang perlu diingat bagi para pengunjung Saung Ranggon, yaitu larangan berkata-kata sembarangan alias sompral.

Baca: WATERBOOM LIPPO Cikarang Tiket & Wahana

Di samping area saung, terdapat sebuah rumah makan khas Sunda. Menu yang disajikan merupakan menu tradisional Sunda dan Bekasi yang mungkin jarang ditemui, seperti sayur pucung dan pecak ayam kampung. Tempat ini cocok untuk melepas lelah sekaligus mencicipi kuliner khas setelah berkeliling.

Fasilitas Saung Ranggon

Fasilitas
Fasilitas toilet dan mushola yang ada di Saung Ranggon – Foto: Google Maps/M.Nasir Hmzh

Sebagai objek wisata sejarah yang tergolong sederhana, ternyata fasilitas yang tersedia lengkap dan cukup memadai. Fasilitas seperti halaman sebagai area parkir, toilet, serta mushola disediakan di sini. Di samping saung pun terdapat kios dan restoran yang bisa dikunjungi untuk mengisi perut atau sekadar beristirahat.

Lokasi Saung Ranggon

Saung Ranggon berada di Kampung Cikedokan, Desa Dikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Meski Kampung Cikedokan cukup terpencil, namun lokasinya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti angkot. Angkot yang melintasi kawasan ini adalah angkot jurusan CIkedokan Setu.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.

Beri Komentar

Silahkan ketik komentar
Please enter your name here