Beranda Tiket Wisata

TARUSAN KAMANG Padang Rumput Unik di Agam - September 2020

Tarusan Kamang
Harga Tiket: Gratis Jam Buka: 07.00 - 17.00 No. Telepon: - Alamat: Jorong Halalang, Kamang Mudiak,Kamang Magek,Agam,Sumatera Barat,Indonesia ,26152.

Keindahan alam Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tidak pernah habis untuk dikulik. Salah satunya Tarusan Kamang yang memiliki ciri khas sebagai danau musiman. Lokasi yang menjadi salah satu latar film ‘Tenggelamnnya Kapan Van Der Wijck’ merupakan situs danau purba yang sudah ada sejak 70.000 tahun silam.

Belum banyak penelitian ilmiah yang mengulas fenomena Tarusan Kamang. Hanya saja objek unik akan selalu menarik perhatian wisatawan untuk dikunjungi. Rasanya pun tidak afdol jika wisatawan hanya berkunjung ke objek wisata ini satu kali. Setidaknya butuh dua kali kunjungan untuk memahami fenomena alam yang menakjubkan di sini.

Harga tiket masuk Tarusan Kamang

Tarusan Kamang saat ini belum dikelola penuh sebagai objek wisata oleh pemerintah daerah. Tidak ada biaya tiket masuk yang dikenakan. Pengunjung yang datang hanya perlu membayar retribusi parkir yang dikelola oleh warga lokal.

Harga tiket wisata Tarusan Kamang
Semua UsiaRp 0
MotorRp 2.000
MobilRp 5.000
1x pulang pergiRp 10.000/orang

Baca: Tempat-tempat wisata menarik di Agam Sumber

Jam operasional

Objek wisata ini dapat dinikmati pada pagi hari hingga sore hari. Waktu terbaik menunjungi lokasi adalah ketika kondisi matahari bersinar cerah dan berawan.

Waktu Operasional Tarusan Kamang

Senin – Jumat07.00 – 17.00

Ragam Aktivitas Wisata di Tarusan Kamang

Menikmati obek wisata  yang memiliki 2 wajah sangatlah unik. Agak sedikit tricky untuk mendapatkan kondisi objek wisata yang sesuai dengan ekspetasi. Calon pengunjung perlu mengecek media lokal untuk mengetahui ‘musim’ yang sedang berlangsung. Berikut aktivitas yang dapat dilakukan di Tarusan Kamang pada beberapa kondisi:

Saat Air Memenuhi Danau Tarusan Kamang

Ketika terisi air objek wisata ini akan menjadi danau yang besar. Di tengah-tengah danau akan tampak dataran yang tidak tertutup air sehingga terlihat seperti pulau. Kondisi ini semakin dipercantik dengan adanya satu pohon di pulau tersebut.

Menikmati panorama danau

Panorama Danau Tarusan Kamang
Panorama Danau Tarusan Kamang – Foto: GoogleMaps/ hendra sutan mudo

Objek wisata Danau Tarusan Kamang dapat menjadi pilihan wisata keluarga. Pada kondisi berair, anak-anak yang dapat bermain air di tepian. Sedangkan orang tua bisa menggelar tikar piknik dan membuka bekal yang siap disantap oleh keluarga. Di sisi lain, wisatawan juga kerap mengabadikan momen dengan panorama Danau.

Baca: PUNCAK LAWANG Tiket & 6 Aktivitas Seru

Menyeberang ke Padang Doto

Menyewa sampan untuk menyebrang ke Padang Doto di tengah Tarusan Kamang
Menyewa sampan untuk menyebrang ke Padang Doto – Foto: GoogleMaps/ yazid khair harson

Banyak pengunjung yang penasaran dengan misteri pulau di tengah danau. Warga lokal menyebut pulau di tengah danau dengan sebutan Padang Doto. Pengunjung yang berminat ke Padang Doto memanfaatkan jasa penyeberangan yang ditawarkan penduduk lokal. Penyeberangan dilakukan menggunakan sampan bambu yang masih didorong menggunakan tongkat.

Saat Air surut

Pada kondisi transisi, air danau yang mulai surut masih menggenangi beberapa titik. Sebagian area lainnya mulai menjadi daerah berlumpur dan padang rumput. Banyak masyarakat lokal yang memanfaatkan fase transisi sebagai salah satu musim panen. Pengunjung yang datang pada kondisi ini dapat melihat kearifan lokal masyarakat sekitar diantaranya:

Baca: DANAU MANINJAU Tiket & Ragam Aktivitas

Manyorong

Patok yang dibuat warga sekitar menyambut manyorong
Patok yang dibuat warga sekitar menyambut manyorong – Foto: GoogleMaps/ Angga anandataqwa

Manyorong adalah aktivitas menangkap ikan. Masyarakat sekitar biasanya memanfaatkan lahan yang mulai surut dengan membuat patok-patok tambak.  Ikan yang diperoleh dianggap rejeki pemberian Tuhan. Masyarakat tidak mengetahui dari mana ikan tersebut berasal mengingat kondisi Tarusan Kamang sebelum menjadi danau adalah padang rumput.

Sapi berkubang

Sapi berkubang di area lumpur
Surutnya air danau Taruan Kamang membentuk kubangan lumpur yang kerap dinikmati para hewan ternak – Foto: GoogleMaps/ Farhan

Pada musim transisi, pengunjung akan menemukan banyak penampakan kubangan lumpur. Kubangan ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melepas hewan ternak sapi. Beberapa sapi akan tampak kegirangan berendam di dalamnya. Hal ini akan menjadi objek menarik untuk dipotret oleh para pengunjung.

Baca: Lawang Park Agam Tiket & Aktivitas

Terusan Kamang Menjadi Padang Rumput Saat Air Kering

Hewan ternak yang dibebaskan mencari pakan pada saat tarusan kamang surut
Hewan ternak yang dibebaskan mencari pakan – Foto: GoogleMaps/ RIcodife

Tarusan Kamang pada saat tidak digenangi air akan menjadi padang rumput yang hijau subur. Suasana ini cocok banget untuk para pengunjung yang merencanakan piknik di alam terbuka. Nantinya, pengunjung yang datang akan disuguhkan pemandangan hewan ternak yang dibebaskan mencari pakan.

Kondisi padang rumput ini dapat bertahan selama 4 – 24 bulan. Tidak ada waktu yang pasti kapan air akan muncul Kembali. Hanya saja apabila padang rumput akan terisi air terdapat tanda-tanda alam seperti lengkingan air mendidih dan bunyi gemuruh. Proses terbentuknya Danau dipengaruhi oleh aktivitas sungai di bawah tanah.

Ngalau Tarang

Jika berkunjung ke Tarusan Kamang, jangan lupa singgah ke Ngalau Tarang. Ngalau Tarang merupakan gua karst yang masih aktif dan berada di daerah sekitar. Usut punya pusut, di dalamnya terdapat aliran sungai dan bendungan untuk mengaliri sawah. Di duga, aliran sungai ini masih memiliki hubungan dengan fenomena yang terjadi di Tarusan Kamang.

Lokasi & Akses Terusan Kamang

Objek wisata danau musiman ini terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kamang Magek, Kabupaten Agam. Lokasi Tarusan Kamang tidak terpaut jauh dari objek wisata Banto Royo.

Objek wisata ini dapat diakses dengan mudah. Tersedia angkutan umum dari Terminal Aur Kuning Bukittinggi – Simpang Aur (By Pass) – Nagari Kamang Mudiak melalui Jalan Lintas Sumatera.  Pengunjung dapat meneruskan perjalanan menggunakan ojek yang ditawarkan warga sekitar untuk sampai ke lokasi. Waktu tempuh perjalanan menghabiskan 45 menit.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 5,00 | 2 Pembaca

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Silakan masukkan nama Anda di sini