BATU BELIMBING Batuan Raksasa Unik, Tiket Gratis Mei 2024

  • Harga Tiket Masuk Batu Belimbing: Gratis
  • Jam Buka: 24 jam
  • Nomor Telepon: -
  • Alamat: Tanjung Ketapang, Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung, Indonesia, 33783

Bebatuan, tak lepas dari keunikan Bangka Belitung, salah satunya ada di Wisata Batu Belimbing. Di sini, wisatawan dapat melihat keunikan batu yang sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Dengan bentuk unik seperti buah belimbing dan susunan yang menakjubkan. Ukuran bebatuan ini juga begitu besar, ada juga yang bertumpuk dengan bentuknya yang unik.

Di sini, terdapat keajaiban alam berupa bebatuan alami. Berfoto merupakan aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan ketika berada di sini. Selain itu, wisatawan juga dapat berpiknik dan menyaksikan keindahan matahari terbenam. Dan uniknya lagi, terbentuknya batu selain dari sisi ilmiah, juga memiliki legenda tersendiri.

Harga Tiket Masuk Batu Belimbing Bangka Belitung

Objek wisata ini belum menetapkan tarif yang pasti. Wisatawan hanya akan dikenakan tarif parkir sukarela sesuai dengan kendaraan.

Harga Tiket Masuk
Tiket masukGratis
Tarif parkirRp3.000 –  Rp10.000

Baca: PANTAI ASMARA Bangka Tiket Masuk & Daya Tarik

Jam Buka

Objek wisata ini dapat dinikmati sepanjang hari. Umumnya, wisatawan akan datang di sore hari, sekaligus menyaksikan matahari terbenam.

Jam Operasional
Setiap hari24 jam

Keunikan dan Keindahan Batu Belimbing Bangka Belitung

Batu Belimbing
Bentuk tumpukan batu raksasa yang menyerupai buah belimbing. Foto: Gmap/Yusuf Tegar

Batu Belimbing berlokasi di pinggir jalan, sehingga batu-batu ini sudah tampak dari kejauhan. Apalagi, ukuran batu begitu besar, dengan diameter sekitar 5 – 6 meter. Batu Belimbing ini merupakan jenis batuan granit, yang juga banyak terdapat di Bangka Belitung. Yang menjadi unik adalah, batu-batu ini berbentuk seperti buah belimbing.

Umumnya, batuan ini tidak menyendiri, melainkan berkelompok dengan batu yang lain. Rumpun-rumpun batu ini tampak megah, unik, sekaligus indah. Batu ini juga memiliki warna kombinasi dari hitam, putih, dan abu-abu. Yang justru membuatnya tampak estetik.

Batu ini berada di kawasan perbukitan, yang menghadap langsung ke Laut Jawa. Kawasan di sekitarnya tampak hijau, dengan pepohonan tinggi yang cukup rindang. Di sela-sela bebatuan juga terdapat jalan setapak dan rerumputan di sekitarnya. Sehingga wisatawan bisa berjalan-jalan di sela-sela bebatuan sambil menikmati suasana yang asri.

Baca: PANTAI TIKUS EMAS Tiket Masuk, Lokasi & Fasilitas

Terbentuknya Batu Belimbing secara Ilmiah

Proses Terbentuknya Batu Belimbing
Proses Terbentuknya Batu Belimbing. Foto: Gmap/Achmad Suhaely

Objek wisata ini bisa dikatakan sebagai objek wisata geospasial. Karena proses terbentuknya yang unik dan memakan waktu yang lama. Bahkan terkesan tak masuk akal, batu raksasa dapat membentuk belimbing dan tertumpuk. Di mana secara geografis, batuan ini terbentuk sekitar 65 – 200 juta tahun yang lalu.

Komposisi pada batuan terdiri dari pyroksen, biotit, kuarsa, hornblende, plagioklas, amphibol, serta cassiterit. Batu-batu ini hanyalah bagian atas dari tubuh batu granit raksasa yang ada di dasar bumi. Kemudian terpisah karena adanya proses pengangkatan dan retakan batu granit yang terkenal dengan deformasi. Bentuk belimbing yang ada pada batu terjadi karena adanya pengikisan yang terjadi selama jutaan tahun.

Batuan yang mirip dengan Batu Belimbing ini memang sangat langka. Bahkan di dunia hanya ada di Indonesia, Australia, dan China. Di Bangka Belitung sendiri, dasar pulaunya terbentuk oleh batuan granit. Yang membuat kepulauan ini terkenal dengan “sabuk timahnya Indonesia”.

Baca: Pantai Batu Bedaun Bangka Tiket Masuk & Aktivitas

Cerita Legenda Batu Belimbing

Meskipun telah diteliti secara ilmiah dan diketahui penyebab terbentuknya Batu Belimbing, ada juga legenda yang menyertainya. Masyarakat pun masih percaya mengenai legenda terbentuknya batu-batu unik ini. Erat kaitannya dengan persahabatan antara orang Melayu, Bang Belim dan Tionghoa, Ko Abing. Dua orang ini merupakan sahabat yang sangat dekat.

Keduanya sering menghabiskan waktu di kawasan tersebut pada saat sore hari dan menikmati matahari terbenam. Suatu ketika, terdapat wabah mematikan di desa tempat mereka tinggal, yang membuat banyak penduduk meninggal. Bang Belim dan Ko Abing lalu mencari obat hingga ke seberang pulau. Di pulau tersebut, bertemulah mereka dengan seorang tabib sakti yang memberikan buah berbentuk belimbing.

Buah tersebut dapat mengobati sakit penduduk desa, namun sayang satu buah hanya untuk satu orang. Tersisa dua buah yang seharusnya untuk Bang Belim dan Ko Abing, namun mereka memutuskan untuk memberikannya pada penduduk lain. Hingga akhirnya, keduanya meninggal dan dari makam keduanya muncul batu-batu besar berbentuk belimbing ini. Benar atau tidak, yang jelas masyarakat masih banyak yang mempercayai legenda ini.

Menikmati Keelokan Matahari Terbenam

Senja di Batu Belimbing
Senja di sekitar kawasan wisata. Foto: Gmap/Levina Ardiati

Kawasan Wisata Batu Belimbing menghadap ke Laut Jawa menjadi lokasi yang pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sore hari saat suasana mulai teduh, adalah waktu yang pas untuk menikmatinya. Wisatawan bisa menaiki batu-batu yang memiliki permukaan datar. Pengelola juga telah menyediakan tangga dari bambu untuk membantu wisatawan menaiki batu.

Karena permukaan batu lebar, sehingga dapat dinikmati sekaligus beberapa orang. Suasana sore di sini begitu damai, sesekali bertiup angin sepoi yang lembut. Mengiringi terbenamnya matahari, mengganti langit menuju gelapnya.

Berpiknik

Kawasan wisatanya tidak hanya menawarkan keunikan batuan saja tapi juga area yang begitu teduh. Bahkan wisatawan dapat menikmati berpiknik di bawah pepohonannya. Sayangnya, di kawasan ini tidak terdapat warung makan. Sehingga bagi yang ingin berpiknik perlu membawa sendiri makanan dari rumah.

Cukup dengan alas duduk dan perbekalan secukupnya, wisatawan sudah dapat menikmati suasananya.

Berfoto di Ikon Batu Belimbing

Spot Foto Batu Belimbing
Spot Foto yang sudah dihiasi dengan warna-warna cerah. Foto: Gmap/CIKAR MEDIA

Di tempat unik ini, tak boleh dilewatkan untuk berfoto dengan latar belakang bebatuannya. Selain itu, wisatawan bisa berfoto di ikon objek wisata ini. Berupa tulisan “Tobolai” yang dirangkai menjadi bentuk sepeda. Bahkan, wisatawan dapat menaiki sepeda ini juga.

Ada juga spot foto dengan latar tulisan “Batu Belimbing” berwarna biru dan kuning. Lengkap dengan pelatarannya yang cukup luas.

Lokasi Batu Belimbing

Wisata batuan unik ini berlokasi di Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Dari kota Pangkal Pinang ke lokasi berjarak sekitar 127 Km. Dengan waktu tempuh mencapai 2,5 Jam berkendara.

Berikan Rating

4.5 - 35 Pembaca

Berikan Nilai

Harga dapat berubah sewaktu-waktu terutama pada saat peak season seperti Hari Raya Lebaran, Musim Liburan serta Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu ada baiknya pembaca langsung menghubungi kontak tempat wisata atau akomodasi terkait. Meskipun begitu kami juga secara berkala melakukan pembaruan harga.
Bagikan konten ke:

Satu komentar

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Salam sejahtera, saya toni pratama, salah satu staf di dinas pariwisata bangka selatan, mau konfirmasi ya bahwa tulisan legenda batu belimbing adalah murni buah pena saya yang saya tulis untuk bagian dari promosi wisata basel