Keraton Kanoman Harga Tiket: Rp15.000 Jam Buka: 09.00 - 17.00 No. Telepon: 02318336543 Alamat: Jl. Kanoman No.40, Lemahwungkuk, Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, 45111.

Keraton Kanoman Cirebon didirikan oleh Pangeran Mohamad Badrudin yang bergelar Sultan Anom I pada 1588 M. Keraton ini didominasi oleh warna putih pada bangunannya.Kompleks area Keraton memiliki luas sekitar 6 hektare dengan halaman yang cukup luas. Keraton ini mempunyai pendopo dengan sebuah altar didalamnya, disini terdapat koleksi piring-piring antik dari Eropa.

Harga Tiket Masuk Keraton Kanoman

Wisatawan yang datang dan ingin berwisata ke keraton akan dikenakan biaya tiket. Harga tiket masuknya tidak terlalu mahal.

Harga tiket masuk
Senin – MingguRp10.000

Baca: Keraton Kasepuhan Cirebon Tiket & Keunikan

Jam Buka Keraton Kanoman

Pengunjung bisa datang ke keraton mulai pagi hingga sore hari. Tempat wisata ini buka setiap hari baik hari biasa maupun akhir pekan.

Waktu operasional
Senin – Minggu09.00 – 17.00

Daya Tarik Wisata Keraton Kanoman

kawasan komplek kanoman cirebon
Area komplek Keraton Kanoman Cirebon dengan bangunan-bangunan bersejarah. Foto: Google Map/ Algonz Dimas Bintarta Raharja

Komplek Keraton Kanoman memiliki ruang yang menarik sebagai tempat wisata. Dengan pepohonan beringin rimbun serta taman-taman keraton dikelilingi benteng bata. Setiap area Keraton Kanoman menjadi latar unik bagi wisatawan untuk mengabadikan momen dengan berfoto.

Seperti bangunan keraton lain di Jawa, keraton ini juga seluruhnya menghadap ke utara. Di sisi utara keraton terdapat pasar tradisional, sedangkan selatan dan timur merupakan pemukiman penduduk. Di sisi baratnya terdapat sekolah Taman Siswa.

Bangunan bersejarah ini didirikan sekitar tahun 1510 Šaka (1588 M). Titimangsa ini mengacu pada prasasti pada pintu Pendopo Jinem menuju ruang Prabayasa. Sumber lain berketerangan pembangunan Keraton bersamaan dengan pelantikan Sultan Anom I tahun 1678-1679 M.

Museum

Sudut Museum Pusaka Kasepuhan dengan Lukisan Prabu Siliwangi
Sudut Museum Pusaka Keraton Kanoman dengan Lukisan Prabu Siliwangi.
Foto : Instagram/museumkasepuhan

Kraton Kanoman juga mempunyai museum dengan pintu-pintunya yang berukir. Koleksi terpenting museum ini adalah Kereta Perang Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana . Kereta yang terdapat di sini di klaim sebagai yang kereta yang lebih tua. Koleksi museum lainnya adalah aneka senjata seperti keris dan tombak, gamelan dan banyak lainnya.

Baca: Museum Pusaka Keraton Kanoman Tiket & Koleksi

Menelusuri Sejarah Cirebon dari Witana

Salah satu bangunan penting dalam komplek Keraton ini adalah Witana. Witana merupakan bangunan tempat tinggal pertama yang didirikan ketika membentuk Dukuh Caruban. Dalam kitab Negarakertagama, Witana berupa panggung beratap tanpa dinding tempat persemayaman sementara raja.

Cirebon merupakan salah satu kota tua di Pulau Jawa. Menurut Babad Cerbon, Cirebon bermula dari pendukuhan kecil yang terbentuk sejak abad ke-15. Dukuh Cirebon dilengkapi dengan Keraton Pakungwati dan Tajug Pejlagrahan pada tahun 1452 M.

Pada masa tersebut, dukuh ini berkembang dengan penduduk dan mata pencaharian yang beragam. Karena itulah, dukuh ini pernah disebut ‘Caruban’ yang berarti campuran.

Keunikan Arsitektur Keraton Kanoman

Patung Naga di depan area
Patung Naga di depan area Keraton Kanoman Cirebon. Foto : Instagram/valenciagp

Setelah melewati patung berbentuk Naga, wisatawan akan sampai di bangunan Keraton Kanoman. Wisatawan akan menyusuri keindahan dan keunikan bangunannya dari arah utara ke selatan. Tata ruang kompleks keraton dibagi 4, yaitu bagian depan, halaman pertama, kedua, dan ketiga.

1. Halaman Depan

Di sini, wisatawan dapat melihat bangunan Cungkup Alu, Cungkup Lesung, Pancaratna, dan Pancaniti. Cungkup Alu dan Cungkup Lesung adalah bangunan terbuka dari kayu. Masing-masing berukuran 0,7x1x1,5 m didukung oleh 4 tiang dengan atap genteng.

Sedangkan Pancaratna berada di kanan depan kompleks, di sebelah barat pintu masuk. Fungsinya sebagi tempat para pembesar desa menghadap Demang (Wedana).

Dan di sebelah timur pintu masuk adalah bangunan Pancaniti. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat pelatihan perang, tempat pengadilan atau tempat jaga prajurit.

Baca: Gua Sunyaragi Cirebon Tiket & Aktivitas

2. Halaman Pertama

Halaman Pertama mempunyai sebutan lain lemah duwur yang berarti tanah tinggi. Halaman pertama ini diberi pagar berbahan bata setinggi 1,3 m. Di halaman ini terdapat 2 bangunan, yaitu Balai Manguntur dan Panggung.

Balai Manguntur menjadi perhatian wisatawan karena diperindah dengan hiasan keramik-keramik piring. Keramik-keramik tersebut ditempelkan sebagai tempat pertunjukan yang dipersembahkan untuk raja. Dinding-dindingnya melengkung ke atas menyerupai gerbang. Sedangkan Panggung berfungsi sebagai tempat pertunjukan yang dipersembahkan untuk raja.

3. Halaman Kedua

Di paling kanan gambar adalah Gerbang Seblawong
Gerbang Seblawong Keraton Kanoman Cirebon. Foto : Google Maps/Taufik Rian

Setelah Halaman Pertama, wisatawan akan memasuki Halaman Kedua berdenah bentuk  huruf “L”. Halaman Kedua berisi dua bangunan, yaitu Bale Paseban dan Gerbang Seblawong di sisi utara.

Bale Paseban memiliki fungsi sebagai tempat tunggu untuk giliran menghadap Sultan. Yang menjadi salah satu daya tarik Keraton Kanoman adalah adanya Gerbang Seblawong. Gerbang putih ini berukuran tinggi 9 m, lebar 4,8 m dan tebal 2 m.

Gerbang Seblawong terkesan bergaya kolonial dengan  ragam hias tiang-tiang yang samara. Hiasan piring-piring keramik tertempel pada seluruh permukaan pintu gerbang. Pintu gerbang ini dibuka hanya pada perayaan Maulud Nabi Muhammad S.A.W.

Baca: Cirebon Waterland Tiket & Wahana

4. Halaman Ketiga

Bangunan terbuka dan pendopo keraton kanoman cirebon
Keraton Kanoman Cirebon didominasi oleh bangunan terbuka dengan tiang-tiang penyangga bergaya tradisional. Foto : Google Maps/Rina Oktriana

Menyusuri halaman ketiga, wisatawan akan mendapati sejumlah bangunan, yaitu :

  • Kaputren, merupakan bangunan bergaya kolonial sebagai rumah tinggal putra dan putri Sultan.
  • Tempat Lonceng, sesuai namanya, fungsi bangunan berlantai plur semen ini untuk menyimpan lonceng. Bangunan ini juga disebut dengan Gajah Mungkur.
  • Bale Semirang, merupakan bangunan sederhana yang berfungsi untuk tempat bermusyawarah dengan sultan.
  • Langgar Kanoman, merupakan bangunan tempat shalat. Bangunan berukuran 6 x 8 x 3,5 m ini sangat sederhana. Lantainya tegel, dinding tembok dan atap genteng bentuk limasan.
  • Paseban Singabrata, merupakan tempat jaga perwira keraton. Fungsinya sebagai ruang tunggu menghadap sultan.
  • Jinem, berfungsi sebagai tempat para pembesar menghadap Sultan.

Tujuh Sumur Keraton Kanoman

Di Keraton Kanoman ini terdapat 7 sumur. Di antara 7 sumur itu terdapat 2 sumur yang berada di dalam kedaton dan hanya bisa dilihat pada hari-hari tertentu saja seperti pada Maulid Nabi.

Sumur-sumur tersebut di percaya memiliki keutaman dan fungsi sesuai dengan kemauan yang punya hajat. Sumur-sumur ini berada di Kebon Jimat, sebuah tempat sakral dan tempat privasi keluarga Keraton Kanoman.

Salah satunya Sumur Penganten yang merupakan peninggalan sejak jaman Wali Songo. Sumur ini dipercaya mempermudah kaum perempuan supaya mendapatkan jodoh dengan mandi di sini. Selain mandi, wisatawan juga dapat mangambil airnya.

Alun-Alun

Pada acara-acara tradisi, alun-alun menjadi lautan warga pengikut tradisi. Contohnya pada acara Maulud Nabi yang dirayakan sangat meriah.

Di sekitar area ini, wisatawan dapat menikmati berbagai kuliner khas Cirebon. Seperti Tahu Gejrot, Empal Gentong, dan Nasi Lengko.

Kontak dan Lokasi Keraton Kanoman

Keraton ini berada di Jl. Kanoman No.40, Lemahwungkuk, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111. Informasi lebih lanjut silakan menghubungi Telp. (0231) 8336543.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 4,67 | 3 Pembaca