Semarang menjadi salah satu kota dengan keanekaragaman budaya dan agama. Salah satu kultur yang banyak dijumpai di Semarang adalah Budaya Tinghoa. Banyak sekali wihara yang berukuran besar, salah satunya adalah Pagoda Avalokitesvara.

Jika pernah menonton film Journey to the West, tentu tidak asing dengan alat sakti bernama pagoda. Jika melihat Pagoda Avalokitesvara, langsung teringat dengan pagoda yang ada di film tersebut. Dan inilah keunikan dari tempat ibadah sekaligus objek wisata yang ada di Semarang ini.

Harga Tiket Masuk Pagoda Avalokitesvara

Untuk masuk ke objek wisata ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Tapi, pengunjung dapat memberikan donasi seikhlasnya kepada petugas wihara. Pengunjung juga dapat menuliskan harapan di pita merah dan menggantungkannya di pohon.

Harga Tiket Masuk Pagoda Avalokitesvara
Setiap hariGratis
Menuliskan harapanRp10.000

Baca: Klenteng Sam Poo Kong Tiket & Pesona Wisata

Jam Buka

Pagoda buka setiap hari, termasuk juga ketika hari besar. Namun disarankan, bagi pengunjung yang tidak beribadah, untuk tidak datang di perayaan agama budha.

Jam Operasional
Setiap hari07.00 – 21.00

Menjelajah Bangunan Megah Pagoda Avalokitesvara

patung dewi kwan Im di Pagoda Avalokitesvara
Patung Dewi Kwan Im. Foto: Gmap/Anggit Sapta Raudina

Pagoda Avalokitesvara Vihara Buddhagaya Watugong merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Yang mana telah disahkan MURI pada tahun 2006, sebagai pagoda tertinggi dan teranggun. Memiliki tinggi 45 meter, dimana terbagi dalam 7 tingkatan ruang.

Tidak ada satu pun orang yang diperbolehkan masuk ke dalam tingkatan pagoda ini. Pagoda Avalokitesvara juga dikenal sebagai Pagoda Dewi Kwan Im. Karena, di setiap tingkatan ruang terdapat patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke 4 penjuru.

Baca: Wisata Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah

Pada pagoda, dilengkapi dengan hiasan dan ornamen unik khas negeri Tirai Bambu. Di dalam pagoda terdapat patung Bodhisattva Avalokitesvara berukuran raksasa, serta 30 patung pemujaan. Dan spesialnya, pagoda dan seluruh interiornya menggunakan bahan bangunan yang diimpor dari China.

Jejak Sejarah Pagoda Avalokitesvara

Komplek Wihara Buddhagaya Watugong ini merupakan wihara pertama di Indonesia. Dikatakan pertama karena berdiri setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit. Dan mendiami lahan seluas 2,5 hektar.

Lahan ini sebagian merupakan milik seorang dermawan asal Semarang bernama Goei Thwan Ling. Goei Thwan Ling menghibahkan sebagian tanah miliknya untuk dibangun tempat ibadah ini.

Pelopor dari Buddha Dhamma di Indonesia adalah Bhikkhu Ashin Jinarakkhita. Tentu saja tidak sendirian, melainkan bersama Goei Thwan Ling, sang dermawan itu.

Menjelajahi Setiap Sudut Pagoda

Pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam pagoda, tentunya hanya di lantai satu saja. Pengunjung juga diharuskan melepaskan alas kaki untuk menjaga kebersihan. Dan tentunya harus tetap tenang, karena ada umat tionghoa yang melangsungkan ibadah.

Setelah menapaki anak tangga, pengunjung akan dihadapkan pada relief hewan yang harus diinjak. Relief ini berbentuk ular, babi, serta ayam. Relief di pintu masuk ini sengaja dibuat di lantai supaya dapat diinjak.

Baca: Daya Tarik Wisata Gereja Blenduk Semarang

Hal ini mengandung arti bahwa ayam merupakan lambang keserakahan, babi lambang kemalasan. Serta ular lambang dari kebencian, sehingga pengunjung harus menginjak relief tersebut. Diharapkan dengan menginjak relief tersebut, pengunjung dapat meninggalkan sifat buruk ketiga hewan itu.

Tempat Pemujaan

altar pemujaan
Patung Budha Tidur. Foto: Gmap/Mirda Yanti

Pagoda Avalokitesvara dapat dikatakan pagoda seribu patung, karena memiliki banyak sekali patung. Mulai dari bagian dalam pagoda hingga di halaman, terdapat patung berbagai karakter. Usia dan ukuran patung pun beraneka macam, mulai dari yang bayi hingga tua.

Yang paling unik, di bagian kanan wihara terdapat patung buddha yang sedang tidur. Patung sepanjang 16 meter ini bergaya tidur. Dengan posisi tidur kepala di sebelah selatan.

Di atas patung tersebut terdapat pohon yang selalu berbunga tanpa mengenal musim. Dengan adanya pohon tersebut, menambah cantik keberadaan patung buddha tidur ini. Karena bunga – bunga dari pohon tersebut berguguran setiap saat.

Ritual Tjiam Shi hingga Pita Pengharapan di Pohon Bodhi

Pohon Bodhi yang ada di depan Pagoda. Foto: Gmap/Zulham Pranantyo scmith

Di depan patung Bodhisattva Avalokitesvara, pengunjung dapat melakukan ritual Tjiam Shi. Yang merupakan ritual untuk mengetahui nasib manusia. Caranya dengan menggoyang – goyangkan beberapa batang bambu hingga salah satunya jatuh.

Yang jatuh inilah yang akan dibacakan oleh petugas dan akan menjadi penentu nasib. Di depan pagoda, terdapat pohon bodhi yang sudah ditanam sejak tahun 1955. Yang mana merupakan cangkokan pohon dari Anuradha Vihara dari Sri Lanka.

Pohon Bodhi sendiri merupakan tempat Budha Sidharta Gautama mendapatkan pencerahan. Pada setiap dahan pohon, terdapat pita merah terikat yang bertuliskan huruf China dan latin. Yang berisi pengharapan dari pengunjung.

Lokasi Pagoda Avalokitesvara

Objek wisata ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Tepat berada di seberang Markas Kodam 4, Diponegoro.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Very PoorPoorAverageGoodExcellent 4,50 / 2 pembaca