Beranda Tiket Wisata

Sangeh Monkey Forest Tiket & Daya Tarik - April 2021

Sangeh Monkey Forest Harga Tiket: Rp5.000 - Rp10.000 Jam Buka: 08.00 - 17.00 No. Telepon: - Alamat: Jl. Brahmana, Sangeh, Abiansemal, Badung, Bali, Indonesia, 80353.

Monyet menjadi salah satu hewan dengan tingkah yang lucu dan menggemaskan, meskipun terkadang cukup berbahaya. Namun di Bali, ada taman yang mengkhususkan diri sebagai tempat bermainnya para monyet. Itulah Sangeh Monkey Forest yang ada di Badung, Bali.

Berdasarkan inventarisasi yang dilakukan oleh pengelola objek wisata ini, tedapat sekitar 600 ekor kera di sini. Spesies paling banyak adalah kera ekor abu-abu. Keberadaan kera-kera di sini begitu dijaga oleh masyarakat, dan tidak berani mengusik kera.

Harga Tiket Masuk Sangeh Monkey Forest

Untuk memasuki Sangeh Monkey Forest, pengunjung dikenakan tiket masuk. Yang mana dibedakan antara wisatawan domestik dan mancanegara. Namun tenang saja, besaran harga tiket masuknya tidak akan menguras kantong.

Harga Tiket Masuk
Wisatawan Domestik
Anak-anakRp5.000
DewasaRp10.000
Wisatawan Mancanegara
Anak-anakRp15.000
DewasaRp30.000

Baca: Daya Tarik Wisata di GOA GAJAH Ubud

Jam Operasional Sangeh Monkey Forest

Objek wisata ini buka setiap harinya dari pagi hari hingga sore hari. Meskipun datang di siang hari, pengunjung tidak akan kepanasan karena lokasinya berada di dalam hutan. Hutan yang masih sejuk dan sangat asri.

Jam Operasional Sangeh Monkey Forest
Setiap hari08.00-17.00 WITA

Bermain Bersama Kera di Sangeh Monkey Forest

Para Kera sedang Bermain Bersama
Para Kera sedang Bermain Bersama-Foto: Gmap/Jorg Ruber

Objek wisata Sangeh Monkey Forest berada di atas lahan seluas 10 hektar. Yang dihuni oleh kurang lebih 600 ekor kera. Dimana jenis kera yang dominan adalah jenis kera abu-abu.

Taman wisata hutan monyet ini berada di Hutan Pala, yang begitu rimbun dan sejuk. Suhu rata-rata sekitar 18-28 derajat celcius, dan berada di ketinggian 100-150 mdpl. Tentu akan sangat menyenangkan dan tidak panas berada di sini.

Baca: Pasar Seni Sukawati Belanja Oleh-oleh Paling Lengkap

Kera di sini begitu lincah, berlarian kesana kemari dan seolah tidak takut dengan kedatangan pengunjung. Masyarakat setempat pun tidak berani mengusik keberadaan kera yang ada di Sangeh. Karena, masyarakat menganggap kera yang ada di sana suci dan membawa berkah bagi masyarakat.

Berbagai Fauna di Sangeh Monkey Forest

Selain kera abu-abu, ada banyak fauna lain yang hidup di Sangeh. Hewan-hewan ini hidup berdampingan dan tidak mengusik satu sama lain. Ada alap-alap, elang, burung hantu, musang, kucing hutan, dan sebagainya. Hewan-hewan ini kebanyakan berada di hutan, tidak di kawasan yang didatangi pengunjung.

Kehidupan kera di Sangeh seperti halnya kehidupan masyarakat Bali. Dimana, mereka terbagi dalam kelompok atau banjar, yaitu timur, tengah, dan barat. Tiap banjar mempunyai pemimpin masing-masing, yang antara para pejantan bersaing untuk menjadi ketua kelompok.

Baca: Munduk Asri Gianyar Tiket & Ragam Spot Foto Cantik

Tujuan para kera membentuk kelompok dan memiliki pemimpin adalah untuk melihat siapa kelompok paling kuat. Dimana kelompok yang paling kuat akan menguasai kelompok tengah. Kelompok tengah begitu diperebutkan karena paling banyak memiliki sumber makanan.

Fauna di Sangeh Monkey Forest

Berada di kawasan hutan membuat Sangeh Monkey Forest pun kaya akan berbagai jenis tumbuhan. Di dalam kawasan ini, terdapat pala dengan kerapan yang tinggi. Selain itu, ada juga amplas, pule, buni, cempaka kuning, kepohpoh, dan lainnya. Banyaknya pohon pala ini mengelilingi kawasan wisata, yang membuatnya begitu rimbun.

Pepohonan berjajar sangat rapi, batangnya yang kuat tinggi menjulang. Ditambah dengan daun-daun yang mengumpul di beberapa dahan pohon. Warna hijaunya begitu menyegarkan, bergradasi dari hijau muda hingga tua.

Pura di Tengah Hutan

Pura Bukit Sari di tengah Hutan Pala
Pura Bukit Sari di tengah Hutan Pala. Foto: Gmap/Silviu Alexandru

Tidak hanya keindahan alam dan serunya mengamati tingkah lucu para kera. Di objek wisata ini juga terdapat pura yang berada di tengah hutan pala. Inilah Pura Bukit Sari yang menjadi pura peninggalan abad ke-17. Pada masa itu adalah masa kejayaan dari Kerajaan Mengwi.

Pura ini dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti. Yang merupakan anak angkat dari Raja Mengwi, Cokorda Bakti Blambangan. Saat itu, Karang Asem Sakti melakukan tapa “rare” hingga mendapatkan petunjuk. Petunjuk untuk membuat pura di hutan Pala Sangeh.

Baca: Tirta Gangga Tiket & Ragam Aktivitas

Pura ini berdiri hingga sekarang dan masih digunakan beribadah oleh umat Hindu sekitar Sangeh. Pura ini cukup besar, serta dipagari oleh batu. Wisatawan tidak dapat masuk ke dalam pura, namun dapat mengamatinya dari luar pagar.

Kesakralan Objek Wisata

Patung di Sangeh Monkey Forest
Patung di Sangeh Monkey Forest. Foto: Gmap/Budhy Krisdiyantoro

Objek wisata ini begitu disakralkan dan dianggap suci oleh masyarakat. Keberadaan kera juga dianggap suci dan sebagai hewan yang membawa kedamaian. Keseimbangan alam pun begitu terjaga keasrian dan ketenangannya.

Terlebih, di dalam objek wisata ini terdapat pura yang masih digunakan untuk beribadah. Pengunjung yang sedang dalam masa haid, tidak boleh memasuki objek wisata ini. Begitu pula dengan pengunjung yang memiliki keluarga yang sedang meninggal, tidak diperbolehkan masuk.

Supaya dapat menikmati keindahan dan tidak melanggar larangan yang ada, pengunjung akan ditemani. Ada banyak pemandu wisata yang siap menemani pengunjung berjalan mengelilingi kawasan wisata.

Berselfie Ria dengan Para Kera

Tidak hanya dapat mengamati tingkah lucu para kera, pengunjung juga dapat mendekati kera. Kera-kera di Sangeh Monkey Forest ini terkenal jinak. Mudah bagi pengunjung untuk mendekati para kera tanpa harus takut diserang.

Bahkan, pengunjung dapat mendekat sambil berselfie dengan kera. Para kera siap bergaya dan tersenyum memperlihatkan giginya. Bahkan, para kera tidak takut berhadapan dengan kamera.

Lokasi Sangeh Monkey Forest

Objek wisata ini berada di Jalan Brahmana, Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Berjarak kurang lebih 30 Kilometer dari kawasan kuta dan 15 kilometer dari desa wisata Ubud.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 4,75 | 4 Pembaca