Beranda Tiket Wisata

Tirta Empul Wisata Pemandian Dalam Pura Oktober 2021

Pura Tirta EmpulHarga Tiket: Rp15.000Jam Buka: 08.00 - 18.00No Telp: -Alamat: Jl. Tirta, Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Indonesia, 80552

Bali dapat dikatakan surganya tempat wisata, salah satunya berupa pura dan pemandian. Tempat yang sangat terkenal akan kesucian pemandiannya adalah Pura Tirta Empul. Tidak hanya pemandian, tapi juga terdapat pura di sini.

Berwisata dengan air tidak harus selalu ke pantai, ke pemandian pun menjadi alternatif yang mengasyikkan. Apalagi, Tirta Empul tidak hanya sekedar pemandian biasa. Melainkan pemandian suci yang sarat akan banyak makna.

Harga Tiket Masuk Pura Tirta Empul

Untuk masuk ke Pura Tirta Empul, pengunjung diharuskan untuk membayar tiket masuk. Pengunjung juga dapat menyiapkan uang untuk penyewaan kain panjang dan selendang. Namun, uang ini bersifat sukarela karena nantinya akan dimasukkan ke dalam kotak.

Harga Tiket Masuk
Tiket masukRp15.000
Sewa kain dan selendangSukarela

Baca: Tirta Gangga Tiket & Ragam Aktivitas

Jam Operasional Pura

Objek wisata ini dibuka mulai pagi hingga sore hari. Pengunjung dapat merasakan kesejukan airnya di siang hari yang panas.

Jam Operasional
Setiap hari08.00-18.00 WITA

Sejarah Dibalik Kolam Tirta Empul

Pura Tirta Empul
Pura Tirta Empul. Foto: Gmap/Ellie Binair

Mata air Tirta Empul dikenal tidak dapat mengering, selalu mengalir meskipun kemarau panjang. Konon, Tirta Empul terbentuk karena sebuah peristiwa sejarah yang menghebohkan. Menurut sejarah, mata air ini diciptakan oleh Bathara Indra. Tujuannya untuk menawarkan racun yang dibuat oleh Raja Mayadenawa.

Kala itu, Raja Mayadenawa sengaja membuat kolam ketika tengah berlari di hutan. Sang raja memiringkan telapak kakinya untuk meninggalkan jejak. Sehingga, kawasan ini disebut sebagai Tampak Siring. Yang mana “tampak” berarti telapak, dan “siring” berarti miring.

Baca: Munduk Asri Gianyar Tiket & Ragam Spot Foto Cantik

Raja Mayadenawa memberi racun di air kolam tersebut untuk mengelabui pasukan Bathara Indra. Benar saja, pasukan Bathara Indra banyak yang gugur karena meminum air kolam tersebut. Kemudian, Bathara Indra mensucikan air di kolam yang kemudian dapat sebagai penawar untuk pasukannya. Peristiwa ini diperingati umat Hindu sebagai upacara Galungan.

Menikmati Segarnya Mandi di Tirta Empul

Kolam Pemandian Tirta Empul
Kolam Pemandian Tirta Empul. Foto: Gmap/Matthieu Tournade

Memasuki kawasan pura, pengunjung akan disuguhi kolam-kolam dengan pancuran dan patung. Air di dalam kolam ini berasal dari sumber mata air alami yang mana keluar dari tanah. Mata air ini sendiri dapat dilihat di belakang pancuran. Di setiap pancurannya, terdapat sesaji kecil.

Air di kolam begitu jernih, sehingga pengunjung dapat melihat hingga dasar kolam. Air di dalam kolam dipercaya merupakan air suci. Dan pengunjung yang mandi di kolam memiliki tujuan untuk mensucikan diri. Uniknya, pancuran yang ada di dinding kolam ini memiliki bentuk seperti keong.

Baca: Pura ULUN DANU Keindahan Berbalut Kesejukan

Untuk mandi di kolam, pengunjung harus menggunakan kain. Hal ini juga bertujuan untuk menghormati kolam serta pengunjung yang lain. Biasanya, pengunjung mandi langsung di bawah pancuran sambil berdoa. Jadi, berendam di sini tidak asal berendam dan berenang seperti di kolam renang.

Kompleks Pura Yang Menyatu dengan Alam

Kompleks Pura di Tirta Empul
Kompleks Pura di Tirta Empul. Foto: Gmap/Jean-François Verrecchia

Memasuki kawasan wisata, pengunjung akan disuguhi halaman pura yang cukup megah. Ditambah lagi kolam-kolam pemandian dengan air yang sangat jernih. Paduan bangunan dengan alam sekitar ditampilkan dalam arsitektur bangunannya. Dimana objek wisata ini berada di lembah dengan kanan kiri hutan dan bukit hijau.

Baca: Pura Besakih Tiket & Ragam Aktivitas

Selain pemandangan indah hijau alam sekitar, dari kejauhan tampak siluet Gunung Batur dan Gunung Agung. Sungguh kombinasi pemandangan alam yang begitu mempesona. Kesejukan air akan langsung masuk ke dalam tubuh. Menyegarkan jasmani dan rohani tubuh.

Kain dan Selendang Kuning Wajib di Pura Tirta Empul

Objek wisata ini merupakan tempat suci yang mana pengunjung harus mentaati segala peraturannya. Salah satunya aturan untuk mengenakan kain panjang dan selendang kuning. Kain dan selendang ini disiapkan pengelola untuk pengunjung secara gratis. Namun, pengunjung diperbolehkan memberikan donasi sukarela melalui kotak yang telah disediakan.

Baca: Sangeh Monkey Forest Tiket & Daya Tarik

Pengunjung dapat mengunjungi pura, bahkan boleh berfoto juga. Namun, area sembahyang di bagian tengah pura tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Meski begitu jangan khawatir, karena masih banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi di sini.

Patung-patung yang ada di objek wisata ini begitu beragam. Salah satu yang menarik perhatian adalah patung naga. Patung naga ini dibuat sangat detail, termasuk juga sisik naga dan bagian kepala naga.

Istana Kepresidenan Pura Tirta Empul

Selain pura, tempat penting di objek wisata ini adalah istana kepresidenan. Istana ini dibangun setelah Indonesia merdeka. Dulunya, pengunjung dapat masuk dengan bebas ke dalam istana. Namun sekarang tidak diperbolehkan, karena Presiden Joko Widodo sering menggunakan istana tersebut.

Baca: Ragam Objek Wisata Pilihan di Gianyar Bali

Kolam Ikan di Pura Tirta Empul

Ikan di Kolam
Ikan di Kolam. Foto: Gmap/Nova Rio

Selain kolam untuk mandi, di kawasan Pura Tirta Empul juga terdapat kolam ikan. Kolam ini sangat luas dan berada di sisi bangunan pura untuk sembahyang. Di dalamnya, terdapat ikan besar dengan ukuran sebesar paha orang dewasa.

Ikan-ikan ini berenang bergerombol, dan kemudian akan mendekat ketika ada orang di pinggir kolam. Banyak pengunjung yang takjub dengan keberadaan ikan-ikan ini.

Fasilitas Pura

Pengunjung tidak perlu khawatir berbelanja oleh-oleh setelah dari berkeliling pura. Sepanjang arah pintu keluar, terdapat jajaran toko cinderamata. Tokonya berjajar rapi dengan para penjualnya yang ramah. Hingga niat membeli akan semakin kuat.

Lokasi Pura Tirta Empul

Objek wisata ini berada di Jalan Tirta, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Berjarak kurang lebih 14 kilometer dari kawasan desa wisata Ubud. Dapat ditempuh dalam waktu 30 menit berkendara.

Tanggapan:

4.5 / 5. dari 2

Kasi Bintang