Aktivitas gunung berapi seringkali meninggalkan bekas bebatuan di daerah sekitarnya. Hal inilah yang terjadi pada dataran tinggi Dieng di Wonosobo. Saking banyaknya, bekas bebatuan tersebut jadi menumpuk dan membentuk tebing-tebing eksotis. Salah satunya yang belakangan menjadi obyek wisata adalah Batu Pandang Ratapan Angin.

Tebing-tebing eksotis tersebut kini menjadi salah satu tempat favorit pengunjung di kawasan wisata ini. Selain udaranya yang sejuk, pemandangan dari bukit kawasan wisata ini benar-benar mempesona.

Harga Tiket Batu Padang Ratapan Angin

Untuk menikmati pemandangan seindah ini, tiket masuknya tergolong murah. Hanya dengan Rp. 10.000 per orang, pengunjung sudah bisa masuk ke wisata ini.

Harga Tiket Batu Pandang Ratapan Angin
Tiket MasukRp10.000

Baca: Punthuk Setumbu Magelang Tiket & 5 Aktivitas Top

Jam Operasional

Kawasan wisata ini dibuka setiap hari. Bisa dikunjungi dari pagi hingga sore dengan jam buka mulai pukul 08.00 pagi.

Jam Buka
Setiap Hari08.00 – 17.00 WIB

Asal Usul Nama Batu Pandang Ratapan Angin

Jika dilihat dari namanya, tentu ini mengundang tanya, terutama pada bagian “ratapan”. Kalau hanya batu pandang, tentu persepsinya akan sama, yaitu batu untuk memandang. Jika ditambah ratapan, apakah batunya sedang galau lalu meratap?

perbukitan di kawasan wisata dieng batu pandang ratapan angin
Foto dari ketinggian area perbukitan dengan latar danau hijau. Foto: google maps/Lina Alfianisa

Batu pandang ratapan angin merupakan dua tumpukan batu menonjol di ujung tebing. Pemberian nama unik ini memiliki asal usul tersendiri. Jadi ketika ada angin yang melewatinya, batu ini akan bersuara seperti ratapan seseorang.

Menikmati Eksotisme Pemandangan Perbukitan

Sebagai tempat wisata yang berada di sebuah tebing, perlu perjuangan khusus untuk mencapainya. Namun kelelahan yang dirasakan pengunjung akan terbayar dengan keindahan pemandangan yang didapat. Bisa berfoto di tempat ini merupakan bonus yang harus diambil pengunjung.

Hamparan hijau tanah Dieng

Dari batu pandang ratapan angin, terlihat hamparan hijau tanah Dieng begitu menyegarkan mata. Tengok juga birunya langit di atas, terlihat perpaduan yang sangat indah dari keduanya. Perpaduan keindahan ini akan terlihat lebih sempurna jika cuaca sedang cerah.

Baca: GROJONGAN Sewu Tiket & 6 Aktivitas Pilihan

Keindahan telaga warna dan telaga pengilon

Ada yang menyebut kedua telaga ini sebagai ikon dari wisata dataran tinggi Dieng. Memang tak bisa dipungkiri penobatan tersebut. Baik telaga warna maupun telaga pengilon, keduanya sama-sama menawarkan keindahan tersendiri.

telaga warna dan telaga pengilon batu pandang ratapan angin
telaga warna dan telaga pengilon. Foto: google maps/Bernadeta Ria Sari Harini

Warna hijau tua dari telaga warna memberi kesejukan bagi siapa saja yang memandang. Tak cukup sampai di situ, kilauan telaga pengilon semakin melengkapi keindahan yang tersaji. Semua keindahan tersebut semakin eksotis tatkala dilihat dari batu pandang ratapan angin.

Jangan lupa untuk berfoto di batu pandang ratapan angin. Baik swafoto ataupun foto bareng, semuanya harus dicoba. Meski antriannya mengular, kesabaran akan terbayar dengan hasil foto menawan.

Baca: BUKIT BINTANG Yogyakarta Tiket & 4 Daya Tarik

Jembatan Gantung Merah Putih

Selain batu pandang ratapan angin, ada tempat lain yang wajib disambangi pengunjung. Tak hanya bagus untuk spot foto, tempat ini juga menguji adrenalin pengunjung. Jembatan Gantung Merah Putih adalah nama tempat tersebut.

Jembatan gantung merah putih
Jembatan gantung merah putih. Foto: google maps/Api-K Censaelo

Pemberian nama jembatan merah putih disamakan dengan warna bendera Indonesia. Pemberian nama tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada sebuah komunitas panjat tebing. Meski termasuk wahana baru, jembatan ini mampu menyedot perhatian pengunjung dari segala umur.

Jembatan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo. Keistimewaan jembatan ini juga disebabkan karena letaknya yang menggantung di ketinggian 10 meter. Berlatar belakang dua telaga, tak ayal jika tempat ini menjadi spot foto favorit.

Jembatan gantung merah putih
Jembatan gantung merah putih. Foto: google maps/Amin Adiraja

Tingginya jembatan gantung ini akan menguji adrenalin pengunjung. Namun tak perlu khawatir, karena ada petugas yang mengawasi di sana. Selain dijaga petugas, biar lebih aman pengunjung juga diberi alat pengamanan standar.

Untuk menaiki jembatan, pengunjung akan dipandu oleh petugas. Selain itu pengunjung juga akan diberitahu jika jembatan ini kondusif digunakan semua umur. Untuk memastikan keamanan, pengelola membatasi jumlah pengunjung yang boleh menaiki jembatan.

Namanya jembatan gantung, tentu akan bergoyang ketika dinaiki. Belum lagi ketika ada hembusan angin, goyangan akan semakin terasa. Sensasi mendebarkan inilah yang akan memacu adrealin pengunjung.

Baca: Bukit KLANGON Sleman Tiket & 5 Aktivitas Top

Sensasi Naik Flying Fox di Dataran Tinggi

Wahana ini tak pernah absen dari sebuah kawasan wisata alam. Ada 2 flying fox yang bisa dicoba di kawasan ini. Pengunjung akan merasakan sensasi bergelantungan di dataran tinggi dengan jalur yang cukup panjang.

Tak perlu risau dengan cara kembali ke atas. Pengunjung akan diantar dengan sepeda motor sampai atas.

Fasilitas di Batu Pandang Ratapan Angin

Untuk menambah kenyamanan pengunjung di kawasan wisata ini, disediakan beberapa fasilitas. Sebagai pemadam kelaparan, banyak tersedia warung makan di bawah. Ada juga mushola, toilet dan beberapa gubuk untuk bersantai.

Lokasi Batu Pandang Ratapan Angin

Kawasan wisata ini masih termasuk propinsi Jawa Tengah. Berada di daerah Wonosobo yang terkenal sebagai kota bunga. Alamat lengkapnya di Jl. Raya Dieng, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Very PoorPoorAverageGoodExcellent 4,81 / 53 pembaca