Area Dalam benteng
Area tanah lapang dalam area benteng Van Der Wijck. Foto: Google Maps/ sp budi setyarso

Benteng Van Der Wijck bisa mejadi pilihan wisata sejarah di Kebumen. Benteng peninggalan Belanda yang telah berdiri sejak tahun 1818. Keunikan arsitektur benteng menjadi salah satu magnet pengunjung yang data ke sini.

Berbagai aktivitas wisata bisa dilakukan di sini. Terutama wisata edukasi tentang sejarah penjajahan. Selain berbagai peninggalan kolonial dan permainan yang ada di area benteng.

Harga Tiket Museum Van Der Wijck

Harga tiket masuk untuk menikmati bangunan bersejarah ini cukup terjangkau. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp25.000 untuk membeli tiket.

Harga Tiket Benteng Van Der Wijck
Tiket Masuk Rp25.000

Baca: Hutan Mangrove Brebes Tiket & 5 Aktivitas Top

Jam Buka Benteng Van Der Wijck

Pengunjung bisa datang ke benteng ini setiap hari. Benteng dibuka mulai pagi hingga sore hari.

Jam Buka Benteng
Setiap Hari 08.00 – 16.00 WIB

Sejarah Benteng Van Der Wijck

Sekitar tahun 1818 merupakan pembangunan awal Benteng Van der Wijck oleh Belanda. Pembangunan benteng ini dilakukan seiring melebarnya perlawanan Pangeran Dipenegoro di berbagai wilayah. Benteng ini dimaksudkan sebagai tempat pertahanan di eks-Karesidenan Kedu Selatan.

Ada keunikan tersendiri dari Benteng ini dibandingkan peninggalan Belanda yang lain. Benteng ini dibangun 2 lantai dengan bentuk segi delapan berwarna merah bata. Tinggi benteng mencapai 10 meter dan luasnya sekitar 7.170 meter persegi.

Lantai 1 merupakan barak bagi peristirahatan para tentara Belanda. Selain itu juga difungsikan sebagai tempat menyimpan bahan makanan dan persenjataan. Atap benteng yang kokoh digunakan sebagai pertahanan sekaligus pengintaian.

Meriam yang berada di sekitar area benteng
Meriam tua yang berada di sekitar area bentang. Foto: google maps/Eli Ermayani

Setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia dan kemerdekaan dikumandangkan, benteng ini mengalami perubahan fungsi. Benteng ini pernah menjadi tempat latihan PETA (tentara Indonesia bentukan Jepang). Pada masa itu, semua tulisan Belanda pada benteng ditutup dengan cat hitam.

Kemudian antara tahun 1950 sampai 1984, benteng ini digunakan sebagai barak tentara. Lalu pada tahun 1984-2000 menjadi tempat tinggal anggota TNI AD. Tapi sejak 5 oktober 2000, benteng ini dikelola oleh swasta sebagai obyek wisata.

Baca: Alun-alun Kidul Boyolali 7 Aktivitas Seru

Arena Bermain di Sekitar Benteng

Sebagai wisata sejarah, tentu banyak hal tentang sejarah yang disajikan di sini. Hal tersebut terkadang membuat pengunjung cepat bosan, apalagi anak-anak. Oleh karenanya pengelola juga menyediakan wahana lain di luar sejarah.

Ada beberapa wahana yang di luar sejarah dan diutamakan untuk anak-anak. Wahana tersebut antara lain perahu angsa, kincir putar, mobil-mobilan, hingga becak air. Adanya berbagai permainan ini tentu akan menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak.

Untuk mencoba berbagai wahana tersebut, pengunjung dikenai biaya lagi sebesar Rp10.000. Ada juga wahana yang memang disediakan gratis bagi pengunjung. Untuk wahana yang gratis ada ayunan, roda putar, seluncuran, hingga berfoto di tank.

Baca: UMBUL PONGGOK Kolam Alami Tiket & Aktivitas

Berkeliling Dengan Kereta Mini

wahana kereta mini benteng van der wijck
Wahana kereta mini yang membawa pengunjung mengitari area benteng. Foto: Google Maps/erika purwaningrum

Ada 2 jenis kereta mini di sini. Kereta mini yang pertama digunakan untuk mengangkut pengunjung dari gerbang utama menuju benteng. Hal ini dilakukan karena memang jarak gerbang utama dengan benteng agak jauh.

Kereta mini yang lainnya terletak di atas benteng. Dengan kereta mini ini, pengunjung akan berkeliling benteng sambil menikmati pemandangan dari atas. Berkeliling benteng dari atas sambil menikmati potret sejarah tentu menimbulkan sensasi tersendiri.

Untuk mencoba kereta mini di atas benteng, tiketnya sangatlah murah. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 5.000 per orang. Pengunjung akan berkeliling dengan kereta mini di atas benteng selama 15 menit.

Baca: SURYA YUDHA Park Tiket & 6 Aktivitas Top

Area Benteng Van Der Wijck

Area Dalam benteng benteng van der wijck
Area tanah lapang dalam area benteng Van Der Wijck. Foto: Google Maps/ sp budi setyarso

Tak hanya berkeliling di atas benteng, pengunjung juga bisa berkeliling ke dalam benteng. Ruangan di dalam benteng dulunya digunakan sebagai pos jaga, kantor serta barak militer. Ada juga ruangan yang isinya foto-foto benteng sebelum dan sesudah dipugar.

Sebelum masuk ke benteng, ada sebuah papan pengumuman yang cukup unik bagi pengunjung. “Sebelum masuk benteng sebaiknya Anda berdoa sejenak menurut kepercayaan masing-masing”. Tak berniat menakut-nakuti, namun sepenggal pengumuman tersebut memang untuk dipatuhi.

Sebagai peninggalan militer bersejarah tentu banyak kisah di dalamnya. Tak terhitung sudah pertumpahan darah yang pernah terjadi di sini. Memori masa lalu itu terkadang menimbulkan kesan seram tersendiri.

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Peribahasa ini tepat diterapkan jika berkunjung ke benteng van der wijck. Terlebih benteng ini juga berada dalam kompleks militer sekolah tamtama TNI AD.

Fasilitas Benteng Van Der Wijck

Benteng ini dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap untuk mengakomodasi kegiatan pengunjung. Untuk menghilangkan rasa lapar, ada rumah makan di dalam benteng. Di kawasan benteng juga terdapat hotel, namun lebih difungsikan sebagai ruang pertemuan.

Lokasi dan Kontak Benteng Van Der Wijck

Letak benteng ini cukup mudah ditemui, karena berada di jalan utama Kebumen-Jogja. Alamatnya : Jalan Sapta Marga No. 100, Sidayu, Gombong, Sidayutengah, Sidayu, Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54416.

Perhatian: Harga Tiket Bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.
Very PoorPoorAverageGoodExcellent 4,54 / 37 pembaca