Observatorium Bosscha Harga Tiket: Rp15.000 - Rp20.000 Jam Buka: 09.00 - 14.30 | 17.00 - 20.00 No. Telepon: 022-2786027 Alamat: Jl. Peneropongan Bintang No.45,Lembang,Bandung Barat,Jawa Barat,Indonesia,40391.

Mempelajari alam semesta dan seisinya memang sangat menyenangkan, dan banyak hal baru yang didapatkan. Pusat penelitian dan ilmu pengetahuan Bosscha Bandung, dapat mewujudkan kebutuhan tersebut. Observatorium yang dibangun dengan tujuan perkembangan ilmu pengetahuan ini menjadi yang terbesar di Indonesia.

Observatorium Bosscha menjadi lembaga riset yang berada di bawah naungan FMIPA ITB. Bersama dengan program studi Astronomi, di sini menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan astronomi Indonesia. Meski begitu, pengunjung tetap dapat mengunjungi Bosscha untuk berwisata.

Harga Tiket Masuk Bosscha Bandung

Untuk mengunjungi objek wisata ini, dikenakan tiket yang terbilang murah. Namun, tiket ini dibedakan untuk kunjungan siang dan kunjungan malam. Dimana tiket masuk dibayarkan langsung di loket pendaftaran, dan tidak ada tambahan biaya lain.

Harga Tiket Masuk
Kunjungan siangRp15.000
Kunjungan malamRp20.000

Baca: Planetarium Jakarta Tiket & Atraksi Wisata Benda Langit

Jam Buka Observatorium Bosscha

Untuk dapat mengunjungi , tidak dapat masuk di sembarang hari. Waktu kunjungan dibedakan untuk kunjungan siang dan malam. Selain itu, kapasitas pengunjung juga dibatasi, sehingga harus mendaftar terlebih dahulu kepada pihak pendaftaran.

Jam Operasional Bosscha Bandung
Kunjungan Siang
HariJamKapasitasKeterangan
Selasa – KamisSesi 1: 09.00 – 10.30 WIB180 orangInstansi sekolah / organisasi
Sesi 2: 11.00 – 12.30 WIB
Sesi 3: 13.00 – 14.30 WIB
JumatSesi 1: 09.00 – 10.30 WIB180 orangInstansi sekolah / organisasi
Sesi 3: 13.00 – 14.30 WIB
SabtuSesi 1: 09.30 – 10.30 WIB90 orangKeluarga / Pribadi / Kelompok >20 orang
Sesi 2: 10.45 – 11.45 WIB
Sesi 3: 12.00 – 12.45 WIB
Sesi 4: 13.00 – 14.00 WIB
Kunjungan Malam
BulanTanggalJamKapasitas
April11, 1217.00 – 20.00 WIB180 orang
Juni20, 21, 27, 28
Juli4, 5, 11, 12
Agustus8, 9, 15, 16
September5, 6, 12, 13
Oktober3, 4, 10, 11

Mengenal Observatorium Bosscha

Bosscha. Foto: Gmap/Syahri Fadhli

Observatorium Bosscha dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereniging (NISV) atau Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda. Nama Bosscha diambil dari seorang tuan tanah bernama Karel Albert Rudolf Bosscha. Namanya diabadikan sebagai nama observatorium ini karena berjasa memberi bantuan tanah dan teropong bintang.

NISV mendirikan tempat ini dengan tujuan untuk memajukan ilmu astronomi di Hindia Belanda. Pembangunannya memakan waktu kurang lebih 5 tahun, sejak tahun 1923 hingga 1928. Dan baru pada tahun 1933 observatorium ini dipublikasikan secara internasional.

Baca: Farm House Lembang Tiket & 5 Wahana Unggulan

Observasi sempat dihentikan karena adanya Perang Dunia II. Dan setelah PD II, dilanjutkan renovasi besar – besaran sehingga dapat beroperasi normal kembali. 17 Oktober 1951, observatorium ini diserahkan kepada pemerintah RI dan kini menjadi objek vital Indonesia.

Mengagumi Alam Semesta dari dalam Kubah

kubah bosscha yang sedang terbuka
Kubah gedung pengamatan Observatorium yang sedang terbuka dengan lensa pengamatan. Foto: Instagram/bosschaobservatory – indrakristiawann

 

Jika dilihat dari kejauhan, bangunan Bosscha Bandung tampak sangat unik. Berbentuk melingkar dengan atap kubah yang kesemua warna bangunan adalah putih. Yang mana sangat menampakkan bahwa tempat itu merupakan pusat penelitian.

Selain itu, di sekitar area pun ditumbuhi dengan hamparan tanah diselimuti rumput hijau. Pepohonan yang tinggi dan rimbun tak luput menjadi penghuni tanah tersebut. Tampak begitu hijau dan asri, apalagi ketika langit sedang cerah berwarna biru.

Baca: Wisata Curug Maribaya Tiket & Ragam Aktivitas Menarik

Pemandangan di kompleks juga tak kalah menarik. Bangunan rumah kuno sejak jaman Belanda masih berdiri kokoh dan terawat baik. Rumah – rumah ini digunakan sebagai bangunan kantor dan tempat tinggal kepala observatorium.

Kunjungan Siang di Observatorium Bosscha

Lensa pengamatan luar angkasa
Lensa Zeiss yang kabarnya sudah berusia 90 tahun digunakan untuk pengamatan benda-benda langit. Foto: Instagram / indrakristiawann – osschaobservatory

Jika datang saat kunjungan siang, maka pengunjung akan diajak untuk melihat cara kerja Teleskop Zeiss. Masuk ke dalam bangunan kubah, dimana sudah menunggu Teleskop Zeiss yang berukuran raksasa. Teleskop ini menjadi salah satu dari 10 teleskop aktif yang ada di sini.

Baca: Kebun Begonia Lembang Tiket & Beragam Wahana Keren

Teleskop ini dirumahkan dalam sebuah bangunan dengan atap kubah raksasa. Dimana, atap kubah ini dapat dibuka dan ditutup, sementara teleskop menghadap ke langit. Lantai berat di tengah ruangan pun dapat dinaik-turunkan untuk menyesuaikan posisi teleskop.

Kunjungan Malam di Bosscha Bandung

Jika pengunjung tidak dapat mengamati benda langit saat kunjungan siang, jangan kecewa. Karena pengunjung dapat datang dalam kunjungan malam. Yang mana diadakan pada bulan April hingga Oktober saja.

Baca: Museum Geologi Bandung Tiket & Berbagai Atraksi

Jika langit sedang cerah, pengunjung dapat melihat cara kerja Teleskop Zeiss. Selain itu, dapat meneropong langsung dengan teleskop portable dan Teleskop Bamberg. Dimana Teleskop Bamberg juga dirumahkan dalam bangunan bawah tanah yang beratap kubah dan dapat dibuka.

Lokasi & Kontak Bosscha Bandung

Observatorium ini berlokasi di Jalan Peneropongan Bintang No.45, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Untuk alamat surat menyurat berada di Observatorium Bosscha, FMIPA Institut Teknologi Bandung. Jalan Peneropongan Bintang, Lembang, Bandung Barat, 40391, Jawa Barat, Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi 022-278-6027.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.

Beri Komentar

Silahkan ketik komentar
Please enter your name here