Beranda Tiket Wisata

Alun-Alun Bandung 5 Daya Tarik Wisata - Februari 2020

Tgl. Update:Kamis, Desember 26, 2019
Alun-Alun Bandung Harga Tiket: Gratis - Rp7.000 Jam Buka: 24 Jam No. Telepon: - Alamat: Jl. Asia Afrika, Balonggede,Regol,Bandung,Jawa Barat,Indonesia,40251.

Bandung bisa dikatakan lengkap dalam penyediaan tempat wisata. Baik yang mewah dan mahal sampai yang terjangkau bahkan gratis. Salah satu tempat wisata yang tidak menguras kantong adalah Alun-Alun Bandung.

Sejak direvitalisasi menjadi alun-alun bergaya modern dan menarik, objek wisata di pusat kota itu jadi salah satu ikon kebanggaan warga Kota Bandung. Alun-Alun Bandung jadi tujuan yang tepat bagi pelancong untuk menikmati suasana Kota Bandung secara cuma-cuma.

Tiket Masuk

Alun-Alun Bandung bisa dikunjungi siapa saja tanpa perlu membayar tiket masuk. Terdapat biaya parkir bagi pengunjung yang memarkirkan kendaraan pribadinya di area parkir bawah tanah.

Harga Tiket Masuk
Tiket masuk alun-alunGratis
Tiket Menara MasjidRp7.000
Tarif Parkir (maks. 2 jam)
Roda 2Rp1.000 (maks. 2 jam)
Roda 3 & 4Rp2.000 (maks. 2 jam)
Truk & busRp5.000 (maks. 2 jam)
Tiket Bus Bandros
Sekali jalanRp20.000
TerusanRp40.000

Baca: 10 Taman Rekreasi Paling Asik Di Bandung

Jam Operasional

Alun-Alun Bandung terbuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Tempat ini paling ramai pada masa liburan, malam Minggu, dan akhir pekan. Disarankan datang pada pagi atau sore hari agar cuaca tidak terlalu panas untuk bersantai di lapangan.

Jam Buka
Setiap hari24 jam
Menara masjid10.00 – 16.00 WIB

Daya Tarik Alun-Alun Bandung

Alun-Alun Bandung
Suasana Alun-Alun Bandung di malam hari – Foto: Google Maps/Fenta Fijayanto

Baca: D’Dieuland Bandung Tiket & Aktivitas

Alun-Alun Bandung memiliki sejarah yang cukup panjang. Plasa di jantung kota ini dibangun pada tahun 1811 bersamaan dengan pengembangan kota di bawah kepemimpinan Bupati Wiranatakusumah II, sang pendiri Kota Bandung.

Hingga tahun 2014, tempat ini berwujud taman luas yang dilengkapi air mancur sebagai salah satu simbol Bandung. Sejak Ridwan Kamil menjadi wali kota, Alun-Alun Bandung mengalami renovasi besar-besaran.

Wujud taman dengan pot-pot besar berisi tanaman hias telah hilang dan berganti dengan lapangan rumput sintetis yang luas. Dengan rupa lebih modern, tempat ini sekarang jadi salah satu magnet bagi wisatawan. Selain lapangan rumput, di sekitar alun-alun juga terdapat banyak spot yang menarik untuk dikunjungi.

Lapangan Rumput Sintetis

Wisatawan bermain di alun-alun
Area lapangan hijau dengan rumput sintetis sebagai ruang terbuka – Foto: Google Maps/NOFRI Adi

Baca: Forest Walk Babakan Tiket & Aktivitas

Tempat yang utama dan selalu menarik perhatian wisatawan adalah wujud Alun-Alun Bandung yang berupa lapangan hijau luas. Lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut dilapisi rumput sintetis dengan motif geometris yang indah jika dilihat dari atas.

Meski berbeda bentuk, namun fungsinya tetap sama: menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersantai. Rumput sintetis sengaja digunakan karena mempertimbangkan ketahanannya.

Oleh karena itu, siapapun yang ingin menginjaknya harus melepas alas kaki. Dengan begitu, pengunjung bisa lebih nyaman dan leluasa untuk menikmati waktu santai atau rekreasinya di sini.

Di sisi utara, terdapat area bermain anak yang dilengkapi wahana permainan edukatif. Sementara itu, di sisi selatan dibangun taman dengan bangku-bangku.

Seluruh pengunjung diperbolehkan menikmati Alun-Alun Bandung sesuai keinginannya—santai, diskusi, bermain, berfoto, atau piknik. Namun, tetap patuhi aturan untuk menjaga kebersihan dan sarana-prasarana yang ada.

Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung
Masjid Raya Bandung dulunya bernama Masjid Agung Bandung – Foto: Google Maps/Rizky Madey

Baca: Taman Hutan Raya Djuanda Tiket & Aktivitas

Lapangan rumput alun-alun berada tepat di depan halaman Masjid Raya Bandung. Masjid ini memiliki usia yang sama dengan alun-alun.

Masjid ini memiliki ciri khas berupa kubah berwarna emas dan dua menara menjulang di sisi kanan dan kiri. Masjid yang awalnya bernama Masjid Agung Bandung ini juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Panorama Bandung
Pemandangan dari puncak menara Masjid Raya Bandung – Foto: Google Maps/Ridha Mustika

Baca: Taman Lalu Lintas Bandung Tiket & Aktivitas

Selain sebagai tempat ibadah umat muslim, Masjid Raya Bandung merupakan tempat wisata. Wisatawan bisa naik ke puncak kedua menara yang mengapit bangunan utamanya.

Dengan membayar tiket yang cukup murah, pengunjung akan dibawa menggunakan lift hingga ke atas. Pemandangan alun-alun dari atas serta panorama Kota Bandung akan jadi memori yang mengesankan.

Perlu dicatat, pengunjung tidak bisa naik ke puncak menara pada pagi hari dan malam hari. Jumlah pengunjung pun dibatasi agar tidak membebani lift. Selain itu, menara ini juga ditutup pada waktu Sholat Jumat.

Memori Asia-Afrika

Monumen Asia Afrika
Monumen Asia-Afrika di pertigaan Alun-Alun – Foto: Google Maps/faridah fang

Baca: Museum Asia Afrika Tiket & Atraksi

Bandung adalah ibukota bagi Asia-Afrika. Kota ini pernah menjadi saksi sejarah yang penting bagi Indonesia, terutama di bidang politik luar negeri. Pada 18 – 24 April 1955, Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.

Dari konferensi ini, lahir Dasasila Bandung yang berarti bagi bangsa dari negara-negara terjajah di dunia, khususnya di kedua benua tersebut. Untuk mengenang semangat tersebut, dibangun monumen dan museum Konperensi Asia-Afrika.

Wisatawan bisa menemukan Museum KAA yang berada tak jauh dari Alun-Alun Bandung. Museum ini memamerkan koleksi benda dan foto yang terkait dengan acara bersejarah tersebut. Museum KAA juga aktif menyelenggarakan aktivitas literasi dan budaya yang bisa diikuti kalangan umum.

Museum KAA
Interior Museum Konperensi Asia-Afrika – Foto: Google Maps/Amanda Ratih

Di pertigaan Jalan Alun-Alun Timur dan Jalan Asia Afrika, terdapat sebuah monumen berbentuk bola dunia. Dengan warna hitam yang mentereng, monumen ini dihiasi nama-nama negara anggota Konferensi Asia-Afrika. Monumen tersebut menjadi salah satu lokasi foto favorit wisatawan.

Spot Foto Sekitar Alun-Alun

Gedung Merdeka
Gedung Merdeka, salah satu gedung lama bersejarah – Foto: Google Maps/Rusdi Sanad

Baca: Kebun Binatang Bandung Tiket & Atraksi

Sebagai destinasi incaran wisatawan, Alun-Alun Bandung dan sekitarnya semakin berbenah dan mempercantik diri. Kawasan yang paling ramai oleh para pemburu swafoto adalah sepanjang Jalan Asia-Afrika. Di jalan ini, berdiri bangunan-bangunan lama yang masih mempertahankan gaya arsitektur kolonial.

Mulai dari Museum KAA, Gedung Merdeka, hingga jembatan penyeberangan. Jembatan penyeberangan ini dihiasi kutipan dari Pidi Baiq dan M. A. W. Brouwer. Jembatan ini termasuk salah satu ikon Bandung yang populer dan sering wara-wiri di media sosial sebagai lokasi foto artistik.

Kutipan Pidi Baiq
Bagian dalam jembatan penyeberangan dengan dekorasi kutipan dari Pidi Baiq – Foto: Google Maps/Herdiyanto Hideki

Di trotoar Jalan Asia-Afrika dan Jalan Alun-Alun Timur pun tidak luput dari dekorasi. Beberapa meter mendekati alun-alun, dipajang dinding dengan desain grafis menarik.

Desainnya diganti secara berkala sehingga tidak akan membuat mata bosan. Banyak juga para “cosplayer” dengan kostum unik yang bersedia untuk diajak foto kapanpun.

Jalan Dalem Kaum

Jalan Dalem Kaum
Pusat perbelanjaan Jalan Dalem Kaum yang selalu ramai – Foto: Google Maps/Dis No

Baca: 70+ Tempat Wisata Di Bandung Paling Menarik

Di sisi selatan Alun-Alun Bandung, terdapat Jalan Dalem Kaum yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Di jalan ini, wisatawan bisa menemukan pertokoan hingga barisan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai barang. Pakaian, makanan, buah tangan, semua bisa didapatkan di sini dengan harga bervariasi.

Di jalan ini juga terdapat rumah dinas wali kota serta pendopo kota. Wisatawan bisa rehat sejenak di taman sekitar pendopo yang asri. Sempatkan juga untuk bertandang ke makam Bupati Wiranatakusumah II yang berada di belakang Masjid Raya Bandung. Lokasinya bisa dicapai melalui gang di samping Toko Dunia Sepatu di Jalan Dalem Kaum.

Bus Bandros
Bus Bandros siap mengantar wisatawan berkeliling Bandung – Foto: Google Maps/Siti Nurfitri Aini

Di seberang pendopo, tepat di samping taman alun-alun, terdapat halte Bus Bandros. Bus terbuka bertajuk “Bandung Tour on Bus” ini akan membawa wisatawan berkeliling ke beberapa objek wisata di Bandung.

Rutenya yaitu Alun-Alun Bandung, Cibaduyut, Leuwi Panjang, Museum Sri Baduga, Alun-Alun Regol, dan daerah Buah Batu. Bus Bandros merupakan pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mengelilingi Bandung dengan menghemat waktu, tenaga, dan tentu saja biaya.

Fasilitas Alun-Alun Bandung

Alun-Alun Bandung dilengkapi fasilitas area parkir bawah tanah, toilet, dan kantin. Arena bermain anak dan taman masing-masing berada di sisi utara dan selatan alun-alun.

Lokasi Alun-Alun Bandung

Objek wisata Alun-Alun Bandung terletak di pusat Kota Bandung, diapit oleh Jalan Asia-Afrika dan Jalan Dalem Kaum. Lokasinya bisa dicapai dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Transportasi umum yang bisa dipilih di antaranya yaitu angkot Stasiun Hall – Gede Bage, Kebon Kelapa – Buah Batu, Elang – Cicadas, dan Kebon Kelapa – Elang. Mayoritas bus DAMRI juga berakhir di halte Alun-Alun Bandung.

Perhatian: Harga Tiket dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu terutama pada musim liburan dan lebaran. Ada baiknya untuk kepastian harga tiket langsung menghubungi tempat wisata terkait.

Beri Komentar

Silahkan ketik komentar
Please enter your name here