Beranda Tiket Wisata

GUNUNG MERAPI Tiket & Pesona Wisata September 2021

Gunung MerapiHarga Tiket: Rp16.000Jam Buka: 24 jamNo Telp: -Alamat: Dusun 2, Suroteleng, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia, -

Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung ini terletak di dua provinsi dan empat kabupaten sekaligus. Sisi selatan menempati Provinsi DIY, sementara sisi lainnya berada termasuk dalam wilayah Jawa Tengah.

Imej Gunung Merapi memang lekat dengan kemegahannya sebagai gunung aktif. Hingga saat inipun ‘Mahaguru Merapi’ sesekali masih erupsi dan memuntahkan isinya. Namun, ketika sedang beristirahat gunung ini adalah salah satu destinasi pendakian populer. Meski menegangkan, namun Puncak Merapi dikenal dengan sajian panorama alamnya yang menakjubkan.

Baca: TEMPAT WISATA DI JOGJA: 49 Destinasi Anti-Mainstream

Tiket Masuk Gunung Merapi

Pendaki perlu membayar tiket masuk di pintu masuk Taman Nasional Gunung Merapi. Harga tiketnya sebesar enam belas ribu rupiah. Pembelian tiket ini juga disertai dengan penitipan kartu identitas pendaki.

Tiket Masuk
Harga Tiket Masuk Taman Nasional Gunung Merapi per orangRp16.000
Guide PendakianRp300.000
Jasa PorterRp125.000
Sewa Trekking PoleRp15.000
Antar-Jemput Yogya-BasecampRp800.000
Menginap di Basecampdisesuaikan

Baca: 50 Destinasi Wisata Terbaik di Yogyakarta

Jam Buka

Berbicara tentang waktu pendakian Gunung Merapi adalah sesuatu yang tentatif. Gunung ini merupakan gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu ditutup. Semuanya menyesuaikan dengan kondisi gunung. Namun, pendakian dapat dilakukan pada hari apapun dan jam berapapun selama jalur tidak ditutup.

Jam Operasional
Setiap Hari24 Jam (akan ditutup jika kondisi gunung sedang aktif dan berbahaya untuk pendakian)

Sang Mahaguru Merapi

kegagahan Gunung Merapi dari sisi selatan
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Gunung di tengah Pulau Jawa ini ternyata menyimpan keindahan di balik kengeriannya – Foto: Google Maps / BRA

Siapa tidak tahu Gunung Merapi? Nama gunung ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia bahkan dunia. Gunung megah ini adalah salah satu gunung berapi aktif yang masih berdiri kokoh. Beberapa kali erupsi hingga letusan masih terjadi hingga menelan korban jiwa.

Meski agak menakutkan, namun keindahannya tak bisa dikesampingkan. Masih banyak wisatawan yang tertarik untuk melakukan pendakian di sini. Jika waktunya tepat, pendakian di Gunung Merapi memang bisa jadi opsi kegiatan liburan. Terlebih lagi bagi para wisatawan pecinta alam dan pendaki amatir maupun berpengalaman.

Baca: Bukit Bintang Yogyakarta Tiket & Pesona

Opsi Jalur Pendakian

pendaki menyusuri jalur yang ditutupi pasir dan bebatuan
Ada beberapa jalur pendakian Gunung Merapi yang bisa dijajal. Dua jalur resmi yang sering dilalui adalah Jalur Selo dan Jalur Babadan – Foto: Google Maps / Bert Lanting

Sebelum ‘bertamu’ ke Gunung Merapi, calon pendaki perlu melakukan sejumlah persiapan. Salah satu yang terpenting ialah mengecek apakah jalur pendakian dibuka atau tidak. Hal ini perlu diutamakan mengingat statusnya yang masih aktif. Lakukanlah pendakian saat status gunung masih aman.

Kemudian, pilih jalur pendakian yang ingin dilalui. Taman Nasional Gunung Merapi membuka dua jalur resmi yang sudah terjamin keamanannya. Jalur pertama ialah Jalur Selo di ketinggian 1.600 mdpl. Jalur lainnya yang agak berat adalah Jalur Babadan di ketinggian 1.278 mdpl.

Baca: GEMBIRA LOKA ZOO Tiket & 11+ Aktivitas

Perjalanan Singkat

mengabadikan perjalanan pendakian di pos Watu Gajah
Pemandangan alam yang tak kalah mempesona sudah tersaji bahkan saat belum mencapai kawasan puncak. Watu Gajah adalah salah satu pos dengan panorama alam terbaik- Foto: Google Maps / Frankestein Highmore

Dibandingkan dengan gunung lainnya, waktu pendakian di Merapi cukup pendek. Lintasan terpendek dari Jalur Selo hanya membutuhkan sekitar 4 jam perjalanan. Sementara Jalur Babadan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Pendaki tinggal memilih level rute yang diinginkan untuk membuat estimasi waktu tempuh.

Jalur Selo dimulai dari shelter sekaligus objek wisata New Selo. Dengan fasilitas yang ada, pendaki bisa bersiap-siap dengan nyaman di sini. Persiapkan bekal air karena tidak akan ada sumber air di sepanjang jalur. Jalur ini akan membawa pendaki melewati lahan pertanian dan cukup landai.

Jalur Babadan dikatakan cukup berat karena medannya yang naik-turun. Ada beberapa bukit dan jalan menanjak yang harus dilewati di sini. Namun, pemandangan dari jalur ini disebut-sebut lebih indah. Jika sudah berpengalaman, pendaki bisa memilih jalur ini.

Baca: Taman Sari Tiket & Aktivitas

Pasar Bubrah

sebuah plakat dan kerangka hewan di Pasar Bubrah
Salah satu pos pendakian yang seringkali jadi objek foto, Pasar Bubrah – Foto: Google Maps / Deka Storm

Jalur Selo dan Babadan akan bertemu di pos yang sama yaitu Pasar Bubrah. Medan di sini merupakan tanah berpasir dan berbatu. Cukup melelahkan dan bisa membahayakan jika tidak waspada di sini. Jika salah injak, pendaki bisa terpeleset saat melangkah.

Pasar Bubrah merupakan bekas kawah utama Gunung Merapi pada masa lalu. Area ini merupakan lokasi pelaksanaan upcara bendera pada hari kemerdekaan Indonesia. Bagi yang ingin memburu sunrise, Pasar Bubrah bisa dijadikan tempat berkemah. Pilih tempat untuk mendirikan tenda yang terlindung dari hembusan angin kencang.

Baca: Candi Ratu Boko Tiket & Aktivitas

Lukisan Alam

Gemerlap lampu kota yang bisa disaksikan dari kawasan pendakian Gunung Merapi
Udara kawasan gunung yang bersih dan bebas polusi membuat Gunung Merapi jadi spot terbaik untuk menikmati panorama alam sekitar. Langit malam yang bersih bertabur bintang hingga panorama gunung di kejauhan bisa dilihat saat mendaki Merapi – Foto: Google Maps / Bert Lanting

Pendakian ke Merapi sebenarnya hanya disarankan hingga pos Pasar Bubrah. Namun, banyak yang sengaja mendaki hingga ke Puncak Merapi. Di sinilah letak kawahnya yang masih aktif mengeluarkan asap dan bau belerang.

Pemandangan dari kawasan puncak memang menggoda siapa saja yang mendaki kemari. Terlebih bagi pendaki yang ingin melihat panorama matahari terbit. Pegunungan di sekitar Merapi pun jadi pemandangan indah lainnya. Gunung Merbabu hingga Lawu tampak mempesona di balik awan saat hari cerah.

Baca: BUNKER KALIADEM Yogya Tiket & Ragam Aktivitas

Fasilitas Gunung Merapi

Terdapat sejumlah basecamp di sekitar lereng Merapi sebagai titik awal pendaki. Salah satu yang populer adalah Basecamp Barameru milik warga bernama Mbah Min. Di sini pendaki bisa bermalam dan makan dengan tarif tak tentu. Disediakan pula tempat parkir untuk menitipkan kendaraan.

Di Basecamp ini juga disediakan berbagai jasa untuk pendakian. Ada jasa guide dan porter dari warga setempat jika membutuhkan. Ada juga sewa peralatan mendaki dan layanan antar-jemput. Antar-jemput ini mengantar calon pendaki dari Yogyakarta ke Basecamp.

Lokasi Gunung Merapi

Gunung Merapi secara administratif terletak di dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan DIY. Sisi selatan termasuk dalam Kabupaten Sleman, sementara sisi lainnya menempati beberapa kabupaten. Kabupaten Magelang di barat, Kabupaten Boyolali di utara, dan Kabupaten Klaten di tenggara.

Basecamp Barameru terletak di Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Untuk menuju kemari, bisa digunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Sedangkan Pos Babadan terletak di Desa Krinjing, Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sangat BurukBurukBiasaBagusSangat Bagus 5,00 | 1 Pembaca

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Silakan masukkan nama Anda di sini