Gunung Merapi
Dusun 2, Suroteleng, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia, -- Nomor Telepon: -
- Harga: Rp16.000
Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung ini terletak di dua provinsi dan empat kabupaten sekaligus. Sisi selatan menempati Provinsi DIY, sementara sisi lainnya berada termasuk dalam wilayah Jawa Tengah.
Imej Gunung Merapi memang lekat dengan kemegahannya sebagai gunung aktif. Hingga saat ini pun ‘Mahaguru Merapi’ sesekali masih erupsi dan memuntahkan isinya. Namun, ketika sedang beristirahat gunung ini adalah salah satu destinasi pendakian populer. Meski menegangkan, namun Puncak Merapi terkenal dengan sajian panorama alamnya yang menakjubkan.
Baca: TEMPAT WISATA DI JOGJA: 49 Destinasi Anti-Mainstream
Harga Tiket Masuk Gunung Merapi
Pendaki perlu membayar tiket masuk di pintu masuk Taman Nasional Gunung Merapi. Harga tiketnya sebesar enam belas ribu rupiah. Pembelian tiket ini juga disertai dengan penitipan kartu identitas pendaki.
Jenis Tiket | Harga |
Harga Tiket Masuk Taman Nasional Gunung Merapi per orang | Rp16.000 |
Guide Pendakian | Rp300.000 |
Jasa Porter | Rp125.000 |
Sewa Trekking Pole | Rp15.000 |
Antar-Jemput Yogya-Basecamp | Rp800.000 |
Menginap di Basecamp | disesuaikan |
Baca: 50 Destinasi Wisata Terbaik di Yogyakarta
Jam Buka Gunung Merapi
Berbicara tentang waktu pendakian Gunung Merapi adalah sesuatu yang tentatif. Gunung ini merupakan gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu ditutup. Semuanya menyesuaikan dengan kondisi gunung. Namun, pendakian dapat dilakukan pada hari apapun dan jam berapapun selama jalur tidak ditutup.
Sang Mahaguru Merapi
Siapa tidak tahu Gunung Merapi? Nama gunung ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia bahkan dunia. Gunung megah ini adalah salah satu gunung berapi aktif yang masih berdiri kokoh. Beberapa kali erupsi hingga letusan masih terjadi hingga menelan korban jiwa.
Meski agak menakutkan, namun keindahannya tak bisa dikesampingkan. Masih banyak wisatawan yang tertarik untuk melakukan pendakian di sini. Jika waktunya tepat, pendakian di Gunung Merapi memang bisa jadi opsi kegiatan liburan. Terlebih lagi bagi para wisatawan pecinta alam dan pendaki amatir maupun berpengalaman.
Baca: Bukit Bintang Yogyakarta Tiket & Pesona
Opsi Jalur Pendakian
Sebelum ‘bertamu’ ke Gunung Merapi, calon pendaki perlu melakukan sejumlah persiapan. Salah satu yang terpenting yaitu mengecek apakah jalur pendakian buka atau tidak. Hal ini perlu karena mengingat statusnya yang masih aktif. Lakukanlah pendakian saat status gunung masih aman.
Kemudian, pilih jalur pendakian yang ingin dilalui. Taman Nasional Gunung Merapi membuka dua jalur resmi yang sudah terjamin keamanannya. Jalur pertama ialah Jalur Selo di ketinggian 1.600 Mdpl. Jalur lainnya yang agak berat adalah Jalur Babadan di ketinggian 1.278 Mdpl.
Baca: GEMBIRA LOKA ZOO Tiket & 11+ Aktivitas
Perjalanan Singkat
Dibandingkan dengan gunung lainnya, waktu pendakian di Merapi cukup pendek. Lintasan terpendek dari Jalur Selo hanya membutuhkan sekitar 4 jam perjalanan. Sementara Jalur Babadan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Pendaki tinggal memilih level rute yang sesuai untuk membuat estimasi waktu tempuh.
Jalur Selo berawal dari shelter sekaligus objek wisata New Selo. Dengan fasilitas yang ada, pendaki bisa bersiap-siap dengan nyaman di sini. Persiapkan bekal air karena tidak akan ada sumber air di sepanjang jalur. Jalur ini akan membawa pendaki melewati lahan pertanian dan cukup landai.
Jalur Babadan terbilang cukup berat karena medannya yang naik-turun. Ada beberapa bukit dan jalan menanjak yang harus dilewati di sini. Namun, pemandangan dari jalur ini banyak yang mengatakan lebih indah. Jika sudah berpengalaman, pendaki bisa memilih jalur ini.
Baca: Taman Sari Tiket & Aktivitas
Pasar Bubrah
Jalur Selo dan Babadan akan bertemu di pos yang sama yaitu Pasar Bubrah. Medan di sini merupakan tanah berpasir dan berbatu. Cukup melelahkan dan bisa membahayakan jika tidak waspada di sini. Jika salah injak, pendaki bisa terpeleset saat melangkah.
Pasar Bubrah merupakan bekas kawah utama Gunung Merapi pada masa lalu. Area ini merupakan lokasi pelaksanaan upcara bendera pada hari kemerdekaan Indonesia. Bagi yang ingin memburu sunrise, Pasar Bubrah bisa menjadi pilihan tempat berkemah. Pilih tempat untuk mendirikan tenda yang terlindung dari hembusan angin kencang.
Baca: Candi Ratu Boko Tiket & Aktivitas
Lukisan Alam
Pendakian ke Merapi sebenarnya hanya disarankan hingga pos Pasar Bubrah. Namun, banyak yang sengaja mendaki hingga ke Puncak Merapi. Di sinilah letak kawahnya yang masih aktif mengeluarkan asap dan bau belerang.
Pemandangan dari kawasan puncak memang menggoda siapa saja yang mendaki kemari. Terlebih bagi pendaki yang ingin melihat panorama matahari terbit. Pegunungan di sekitar Merapi pun jadi pemandangan indah lainnya. Gunung Merbabu hingga Lawu tampak mempesona di balik awan saat hari cerah.
Baca: BUNKER KALIADEM Yogya Tiket & Ragam Aktivitas
Fasilitas Gunung Merapi
Terdapat sejumlah basecamp di sekitar lereng Merapi sebagai titik awal pendaki. Salah satu yang populer adalah Basecamp Barameru milik warga bernama Mbah Min. Di sini pendaki bisa bermalam dan makan dengan tarif tak tentu. Tersedia pula tempat parkir untuk menitipkan kendaraan.
Di Basecamp ini juga terdapat berbagai jasa untuk pendakian. Ada jasa guide dan porter dari warga setempat jika membutuhkan. Ada juga sewa peralatan mendaki dan layanan antar-jemput. Antar-jemput ini mengantar calon pendaki dari Yogyakarta ke Basecamp.
Lokasi Gunung Merapi
Gunung Merapi secara administratif terletak di dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan DIY. Sisi selatan termasuk dalam Kabupaten Sleman, sementara sisi lainnya menempati beberapa kabupaten. Kabupaten Magelang di barat, Kabupaten Boyolali di utara, dan Kabupaten Klaten di tenggara.
Basecamp Barameru terletak di Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Untuk menuju kemari, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Sedangkan Pos Babadan terletak di Desa Krinjing, Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.