Beranda Tiket Wisata

Museum Kebangkitan Nasional Tiket Masuk, Sejarah & Koleksi – Desember 2022

0
Harga Tiket Masuk Museum Kebangkitan Nasional : Rp 1.000 - Rp 10.000Jam Buka: 09:00 - 16:00 WIBNo. Telepon: 0213847975Alamat: Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, RW.5, Senen, Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10410

Museum Kebangkitan Nasional salah satu museum bersejarah di Indonesia, yang terletak di Jakarta. Museum ini dulunya merupakan bangunan sekolah kedokteran yang terkenal dengan nama STOVIA. Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri dengan kokoh dan beralih fungsi sebagai museum. Barang yang dulu ada di sekolah ini pun menjadi koleksi tersendiri bagi museum.

Di museum ini, wisatawan dapat menyaksikan bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh. Begitu juga dengan ruang-ruang kelas tempat para siswa dulu belajar. Bahkan, asrama tempat menginap para siswa pun masih mempertahankan tata letaknya. Berbagai diorama pun hadir untuk menyajikan suasana belajar pada masa itu.

Harga Tiket Masuk Museum Kebangkitan Nasional

Harga tiket masuk untuk museum berbeda antara anak-anak, dewasa, dan turis mancanegara. Pembelian dapat dilakukan secara online melalui website museum di laman muskitnas.net. Nantinya wisatawan akan mendapatkan notifikasi terkait pembayaran tiket melalui email. Dan dalam satu kali pembelian maksimal hanya boleh 19 orang.

Harga Tiket Masuk
Anak-anak Rp 1.000
Dewasa Rp 2.000
Turis Mancanegara Rp 10.000

Baca: MOJA MUSEUM Tiket Masuk & Spot Foto Spektakuler

Jam Buka Museum Kebangkitan Nasional

Objek wisata ini sudah buka dari pagi hingga sore hari. Wisatawan bisa berkunjung setiap hari kecuali hari Senin dan libur nasional.

Jam Operasional
Selasa – Minggu 09:00 – 16:00 WIB
Senin dan hari libur nasional Tutup

Menilik Sejarah Melalui Museum Kebangkitan Nasional

Gedung Museum Kebangkitan
Gedung Museum Kebangkitan. Foto: Gmap/Jeni Abdulrokhim

Suasana sekolah akan sangat terasa pertama kali ketika wisatawan memasuki museum. Bangunan ini berbentuk memanjang ke samping, dengan cat dinding berwarna putih. Tampak tiang-tiang di depan bangunan gedung, serta hiasan pada ujung genteng yang unik. Lantainya pun masih berupa ubin, sehingga tampak sekali bangunan kolonial yang khas.

Di sini, wisatawan dapat melihat ruangan-ruangan yang masih asli, meskipun pernah mengalami pemugaran. Di antaranya ada ruang kelas, laboratorium, asrama, kantin, aula, dapur, hingga tempat olahraga. Ada juga ruang perpustakaan yang kini dikelola oleh Komunitas Buku Berkaki. Di sini wisatawan dapat turut membaca buku-bukunya, dan koleksi buku anak-anaknya mencapai ribuan.

Beberapa ruangan lain juga masih aktif untuk berbagai kegiatan, seperti ruang aula. Di mana masih aktif sebagai ruang tari tradisional Yayasan Belantara Budaya Indonesia. Selain ruangan, benda-benda pada masa itu pun masih tersimpan sebagai koleksi. Di antaranya ada mebel, gantungan lonceng, jam dinding, patung, lukisan, pakaian, senjata, dan lainnya.

Baca: MUSEUM NASIONAL Tiket Masuk & Aktivitas

Bertandang ke Ruang-ruang Museum

Salah Satu Ruangan di STOVIA
Salah Satu Ruangan di STOVIA. Foto: Gmap/maria dianawati

Di sebelah pintu masuk, wisatawan akan menjumpai sebuah ruang yang berukuran tak terlalu luas. Ruang ini adalah Ruang Pengajar STOVIA, atau ruang guru. Di sini terdapat sebuah meja yang dilingkari kursi, tempat duduk para pengajar. Serta replika para pengajar yang mengenakan pakaian serba putih sedang bercengkerama.

Di samping Ruang Pengajar, terdapat Ruang Direktur STOVIA yang terpisah. Ruangan ini dulunya bermanfaat untuk menerima tamu-tamu dari pemerintah. Guna membahas permasalahan terkait pembelajaran di STOVIA. Di sini pun ada sebuah replika, yang menggambarkan Dr.H.F.Roll, direktur yang pernah menjabat di tahun 1901-1908.

Kemudian di sebelahnya lagi secara berturut-turut terdapat Ruang Media Pembelajaran dan Ruang Pengobatan Tradisional. Di dalamnya terdapat media belajar berupa kadaver, organ tubuh manusia, serta obat-obatan tradisional. Selanjutnya ada Ruang Sekolah Dokter Djawa, yang di dalamnya terdapat benda-benda peralatan kedokteran. Serta Ruang STOVIA, yang memuat fasilitas dan denah sekolah.

Baca: MUSEUM MACAN Tiket Masuk & Art Collection

Dari Nama Lulusan hingga Asrama Siswa

Ruang Asrama di STOVIA
Ruang Asrama di STOVIA. Foto: Gmap/Raynardthan Pontoh

Siapa pun yang lulus dari STOVIA tentunya bangga, karena yang bisa bersekolah adalah orang-orang pilihan. Di sini terdapat nama-nama lulusan STOVIA, yang terpajang di Ruang Lulusan Stovia. Selain itu, terpajang juga beberapa foto para lulusan, yang menjadi kebanggaan tersendiri. Karena para lulusan ini memegang peranan penting bagi kemajuan kesehatan pada masa itu.

Di sebelahnya terdapat Ruang Memorial Boedi Oetomo. Di sini, wisatawan dapat melihat replika sejumlah patung manusia. Ruangan ini menjadi saksi berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Replika patung ini menggambarkan suasana pada saat organisasi tersebut dibentuk.

Di bagian ujung gedung, terdapat ruangan yang lebih lebar dan panjang yang merupakan asrama siswa STOVIA. Terdapat tempat tidur yang berjejer rapi, lengkap dengan bantal dan guling serta kasur. Di samping tempat tidur, terdapat lemari milik siswa, dan beberapa lemari tampak bergantung seragam berwarna putih. Ketika memasuki ruangan, wisatawan juga akan disambut dengan sebuah biola yang terletak di dalam kotak kaca.

Baca: Museum Satria Mandala Jakarta Tiket Masuk & Koleksi Alutsista

Merasakan Suasana Belajar di Kelas dan Laboratorium

Ruang Laboratorium
Ruang Laboratorium. Foto: Gmap/Bintang Akbar Maulana

Berada beberapa meter dari ruang asrama, terdapat sebuah bangunan yang terpisah. Bangunan ini adalah laboratorium, yang berguna sebagai ruang praktik. Terdapat juga replika suasana kelas saat kegiatan belajar mengajar, dengan pengajar dan para siswanya.

Di sisi halaman yang lain, terdapat sebuah ruangan yang diberi nama Ruang Kelas. Sebenarnya dulu ada banyak ruang kelas, namun kini hanya tersisa satu. Karena ruangan yang lain saat ini berfungsi untuk ruangan lain. Di ruang kelas ini, berjajar bangku siswa menghadap ke arah papan tulis.

Di tiap bangku duduk dua siswa yang tampak sedang serius belajar. Kini, ruang kelas tersebut tidak berdinding di bagian luar. Sehingga ketika ada yang berjalan di koridor akan dapat melihat kondisi ruang kelas, begitu juga sebaliknya. Sementara ruangan yang lain digunakan sebagai ruang peta mengenai sejarah persebaran di Indonesia.

Lokasi Museum Kebangkitan Nasional

Museum ini berlokasi di Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, RW.5, Senen. Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Yang mana dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi.

Tanggapan:

4.9 / 5. dari 27

Berikan Rating

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Silakan masukkan nama Anda di sini