Taman Ismail Marzuki Tiket Masuk dan Atraksi Juni 2024

  • Harga Tiket Masuk Taman Ismail Marzuki: Gratis
  • Jam Buka: 09.00 - 20.00
  • Nomor Telepon: 02131934740 / +6282125054242
  • Alamat: Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10330

Taman Ismail Marzuki merupakan pusat kesenian dan kebudayaan serta wisata astronomi di Jakarta Pusat. Penamaan lokasi ini berasal dari nama komponis kelahiran Kwitang 11 Mei 1914, Ismail Marzuki. Tempat ini sekaligus menjadi monumen mengenang seniman besar kelahiran Jakarta dan kebanggaan Indonesia tersebut.

Destinasi wisata ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 10 November 1968. Taman Ismail Marzuki berdiri di atas tanah seluas sekitar 7,2 hektar. Tempat ini dahulu merupakan Kebun Binatang Cikini dan halaman rumah seniman legendaris Raden Saleh.

Harga Tiket Masuk Taman Ismail Marzuki

Untuk memasuki area Taman Ismail Marzuki tidak ada pembebanan harga tiket masuk atau Gratis. Pengunjung cukup membayar tiket masuk untuk atraksi yang tersedia di dalam taman. Seperti pertunjukan teater, planetarium atau menonton film di XXI TIM.

Baca: Planetarium Jakarta Tiket Masuk & Atraksi

TIM Buka Dari Pagi Sampai Malam

Kawasan Taman Ismail Marzuki terbuka untuk umum setiap hari. Pengunjung bisa datang mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 08.00 malam.

Bisa Nonton Pentas Seni, Planetarium dan Pameran

Ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di taman kota ini. Selain menikmati sejumlah karya seni dan budaya, terdapat juga wisata bertema astronomi.

Wisatawan dapat melihat pameran seni rupa, pementasan teater, tari, wayang, dan musik. Atau menikmati pertunjukan film, pameran lukisan, dan pembacaan puisi oleh para sastrawan terkemuka.

Menonton Pementasan Seni Teater

Graha Bhakti Budaya Pertunjukan Teater Koma Goro-Goro Mahabrata
Pertunjukan Teater Koma Goro-Goro Mahabrata merupakan salah satu gelaran acara di Graha Bhakti Budaya – iamratuerna

Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan pusat kesenian dan kebudayaan dengan banyak acara seni dan gelaran budaya. Seperti pementasan drama teater, tari, dan musik, baik yang tradisional maupun seni kontemporer. Event  kesenian berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Galeri Cipta II, Galeri Cipta III, Teater Jakarta, dan venue lain di kompleks TIM.

Salah satu gelarannya yaitu parade seni budaya tanah air bertema “Seni Bersama Bersama Seni”. Seni daerah ditampilkan berupa tarian, lagu hingga atraksi bela diri dari Sabang hingga Merauke. Sebagian besar penampil adalah generasi milenial sehingga menjadi daya tarik bagi generasi muda lainnya.

Teater Koma pun telah menggelar pementasan lakonnya yang ke-158. Dalam lakon Goro-goro : Mahabarata 2, Teater Koma mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang. Harapannya pentas ini menginspirasi dan mengedukasi para penikmat seni terutama generasi muda.

Planetarium TIM

Planetarium dan Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki
Planetarium dan Observatorium Jakarta merupakan wisata bertema astronomi di Taman Ismail Marzuki. Foto : Instagram/planetariumjkt

Taman Ismail Marzuki memiliki Planetarium dan Observatorium Jakarta sebagai wisata bertema astronomi. Saat akhir pekan, tiket masuk cepat terjual habis meski pertunjukan baru mulai pukul 10.00. Di dalam kubah Planetarium, wisatawan akan ikut melakukan perjalanan menyaksikan indahnya rasi-rasi bintang.

Keluar dari pertunjukkan, wisatawan dapat berkeliling menjelajah Museum Planetarium. Banyak replika-replika tata surya, planet, meteor dan benda langit lainnya dipamerkan.

Kegiatan gratis yang terbuka untuk umum berlangsung setiap fase bulan purnama secara rutin. Wisatawan dapat menyaksikan langsung fenomena alam serta permukaan bulan dan planet-planet. Selain mendapat fasilitas alat bantu teleskop, akan ada instruktur yang menjelaskan informasi keantariksaan.

Baca: WATERBOM Jakarta PIK Tiket Masuk & 4 Wahana

Menonton Film di XXI

XXI Taman Ismail Marzuki
Taman Ismail Marzuki memiliki sinema XXI di mana wisatawan dapat menonton sajian film-film baru. Foto : Instagram/lenvia25

Taman Ismail Marzuki memiliki cinema XXI yang tempatnya cukup nyaman dan harganya lebih terjangkau. Sehingga wisatawan dapat menonton sajian film-film baru di bioskop ini.

Area TIM juga memiliki dengan bioskop Kineforum yang dibuka terbatas tanpa dikenakan biaya. Kinoferum merupakan komunitas film yang kerap memutar film-film pendek dalam dan luar negeri. Kineforum juga menggelar diskusi menarik seputar dunia perfilman tanah air pada kesempatan tertentu.

Pameran Seni Rupa

Galeri Cipta tempat dilangsungkan pameran seniman
Galeri Cipta berfungsi untuk memamerkan hasil karya para seniman, khususnya seni rupa.
Foto : Instagram/robbyakmalhidayat

Salah satu aktivitas pilihan saat berada di TIM yaitu berkunjung ke Galeri Cipta. Di Galeri Cipta I, II, dan III di dalam kompleks TIM, wisatawan akan mendapat suguhan pameran ragam seni. Bangunan-bangunan yang memang berfungsi untuk memamerkan hasil karya para seniman, khususnya seni rupa.

Tampilan pameran seni di tempat ini sangat beragam, seperti lukisan dan berbagai macam instalasi seni. Gelaran pameran seni rupa tak berbayar ini tidak setiap hari. Ada baiknya mengecek jadwal pameran sebelum berkunjung ke Galeri Cipta.

Baca: Taman Mini TMII Tiket Masuk & 10 Zona Wahana

Menyambangi Warung Buku Jose Rizal

Di sudut bangunan Graha Bhakti Budaya terdapat Warung buku dengan koleksinya yang lengkap. Tempat ini merupakan tempat tujuan favorit banyak wisatawan saat berkunjung ke TIM. Hal itu karena ada banyak sekali karya sastra yang bisa dinikmati di sini.

Toko antik milik Jose Rizal Manua ini memiliki koleksi yang cukup lengkap. Kebanyakan buku di tempat tersebut adalah karya sastra, dari jaman dulu hingga sekarang. Mulai dari yang baru sampai buku-buku lama, bahkan juga buku-buku langka.

Berkunjung ke Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin

Pusat dokumentasi sastra HB Jassin TIM
Koleksi ribuan naskah sastra dari dalam maupun luar negeri membuat Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin sebagai pusat dokumentasi sastra terbesar di Asia Tenggara. Foto : Instagram/sisisigar

Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin memang tidak asing lagi bagi para pecinta sastra. Tempat ini diyakini sebagai pusat dokumentasi sastra yang terbesar di Asia Tenggara. Koleksinya mencakup ribuan naskah sastra, baik dari dalam maupun luar negeri.

PDS HB Jassin juga menyimpan tulisan tangan asli dari banyak pengarang hebat tanah air. Selain itu, tersimpan juga berbagai dokumentasi sastra bentuk kaset, guntingan pers, film, bahkan lukisan. Tempat ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dari hari Senin hingga Jumat.

Menggali Ilmu di Perpustakaan Daerah DKI

Perpustakaan Daerah (Perpusda) DKI kini telah berada di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki. Berada di sudut sebelah Planetarium, bangunan ini terdiri dari 4 lantai. Siapa pun dapat membuat kartu anggota perpustakaan tanpa pungutan biaya atau gratis.

Lantai pertama berfungsi sebagai tempat display berbagai karya seni yang temanya berganti sesuai event. Menggunakan lift, wisatawan akan menemukan koleksi buku dan arsip perpustakaan di lantai yang berbeda. Rak-rak buku lengkap dengan spot-spot membaca seperti meja-meja bundar untuk diskusi, meja privasi sampai lesehan.

Memiliki ribuan koleksi buku, gedung perpustakaan ini juga menyediakan berbagai fasilitas menarik. Salah satunya yaitu ‘ATM buku’ yang menjadi cara modern mengembalikan buku tanpa bantuan pustakawan. Tempat ini juga memiliki satu lantai khusus untuk anak-anak dengan ruang bermain yang penuh dengan buku-buku.

Baca: Setu Babakan Kampung Betawi Tiket Masuk & Zona Wisata

Lukisan Mural Penuh Warna

Lukisan mural di Taman Ismail Marzuki
Mural bernilai seni dan penuh warna memberi wajah baru bagi Taman Ismail Marzuki.
Foto : Instagram/febriani.rahmi

Seni adalah bentuk keindahan yang mempunyai maknanya tersendiri. Hal ini juga yang sepertinya dilakukan oleh Ledani, seniman yang membuat mural di Taman Ismail Marzuki.

Mural yang memenuhi dinding luar tersebut memberi wajah baru bagi Taman Ismail Marzuki. Mural tokoh seniman dan pahlawan di kawasan TIM ini menjadikannya berhias seni dan penuh warna.

Wisata Kuliner

Usai menikmati serangkaian aktivitas wisata, wisatawan dapat menikmati lokasi kuliner di kawasan TIM. Letaknya di sepanjang jalan menuju gedung teater di sisi belakang. Dengan menu sajian hidangan yang beragam, jumlah pedagang akan bertambah banyak saat malam.

Lokasi Taman Ismail Marzuki Mudah Dicapai

Taman pusat kesenian dan kebudayaan ini terletak di Jalan Cikini Raya No.73, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330.  Nomor Telepon (021) 31934740

Ulasan Pembaca

4.7 - 46 Pembaca

Berikan Nilai

Harga dapat berubah sewaktu-waktu terutama pada saat peak season seperti Hari Raya Lebaran, Musim Liburan serta Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu ada baiknya pembaca langsung menghubungi kontak tempat wisata atau akomodasi terkait. Meskipun begitu kami juga secara berkala melakukan pembaruan harga.
Bagikan konten ke:

7 Komentar

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Selamat pagi. Untuk info Agenda TIM bisa langsung menghubungi nomor telepon yang tercantum di halaman artikel. Terima Kasih

  2. Terima kasih informasi TIM
    Bisa tolong saya mendapatkan AGENDA TIM 2023.

    Salam budaya.
    Handrawan Nadesul

  3. Selamat sore Kak Karina Hanifah. Untuk info mengenai pertunjukan bisa langsung menghubungi pihak Taman Ismail Marzuki melalui Whatsapp ke nomor +62 821 2505 4242. Terima Kasih

  4. info untuk nonton theater di TIM bisa lihat dimana ya ka?

  5. Selamat sore Bambang Tri Anggaosono. Menurut info yang kami ketahui, setelah rehab, TIM masih mengadakan acara. Untuk bulan Maret ini ada acara Kriya Kini yang berlangsung dari tanggal 17-21 Maret 2023. Dan ada juga acara Acting Through Song with Kara Lindsay yang akan diadakan tanggal 25 Maret 2023. Untuk info selanjutnya bisa menghubungi pihak TIM ke nomor +62 821 2505 4242. Semoga jawabannya membantu ya. Terima Kasih

  6. apakah setelah direhab total TIM masih ada acara acara seperti dulu, pertunjukan seni, puisi dll

  7. Tempat Strategis, banyak Pilihan Atraksi seni, dekat dari tempat saya menginap di Hotel Mega Cikini